Terakhir Dinas, Polisi Ini Amankan Ribuan Botol Miras di Demak
Kamis, 31 Mei 2018 - 19:40 WIB
Terakhir Dinas, Polisi Ini Amankan Ribuan Botol Miras di Demak
A
A
A
DEMAK - Kabag Operasional Polres Demak, Kompol Sutomo memimpin razia minuman keras (miras) dari pedagang masih nekat berjualan di bulan Ramadhan. Meski berdinas terakhir sebelum pindah tugas, dia berhasil mengamankan ribuan botol miras berbagai merek dan oplosan.
Dalam operasi yang digelar di Desa Geneng, Kecamatan Mijen dan Kracaan Demak Kota itu, polisi berhasil mengamankan miras sebanyak 1.652 botol dan 31 liter oplosan. Operasi itu berhasil gemilang karena miras-miras tersebut baru saja diturunkan dari mobil pengangkut.
"Barang haram ini baru diturunkan dari mobil langsung, saya sergap. Inilah jika harimau sudah turun gunung, tidak takut jika adanya yang bekingi (peredaran miras)," kata Sutomo, di sela operasi miras, Kamis (31/5/2018).
Pria asli Blora itu menambahkan, keberhasilan operasi itu berkat laporan warga yang memberi informasi tentang pengiriman miras dalam jumlah besar. Tak ingin buruannya lolos, dia lantas membentuk tim untuk melakukan pengintaian di lokasi kejadian.
"Ribuan botol miras berbagai jenis dan merek yang kita garuk ini berkat kerja sama kami kami dengan lini terdepan yaitu warga masyarakat Demak. Ini sekaligus sebagai kado perpisahan saya setelah bertahun-tahun bertugas di sini. Ini hari terakhir saya berdinas di Demak," terangnya.
Sutomo akan berpindah tugas di Polres Wonosobo dengan jabatan sama yakni Kabag Operasional. Selama bertugas di Demak, dia dikenal sebagai polisi yang tak pernah kompromi terhadap penyakit masyarakat seperti miras, judi, dan prostitusi.
Dia juga aktif sebagai pegiat media sosial, sehingga memiliki banyak pengikut di akun Facebook. Melalui komunikasi dunia maya itu, Sutomo kerap memberi penjelasan kepada warga yang mengeluhkan pelayanan kepolisian atau melaporkan suatu peristiwa.
Dalam operasi yang digelar di Desa Geneng, Kecamatan Mijen dan Kracaan Demak Kota itu, polisi berhasil mengamankan miras sebanyak 1.652 botol dan 31 liter oplosan. Operasi itu berhasil gemilang karena miras-miras tersebut baru saja diturunkan dari mobil pengangkut.
"Barang haram ini baru diturunkan dari mobil langsung, saya sergap. Inilah jika harimau sudah turun gunung, tidak takut jika adanya yang bekingi (peredaran miras)," kata Sutomo, di sela operasi miras, Kamis (31/5/2018).
Pria asli Blora itu menambahkan, keberhasilan operasi itu berkat laporan warga yang memberi informasi tentang pengiriman miras dalam jumlah besar. Tak ingin buruannya lolos, dia lantas membentuk tim untuk melakukan pengintaian di lokasi kejadian.
"Ribuan botol miras berbagai jenis dan merek yang kita garuk ini berkat kerja sama kami kami dengan lini terdepan yaitu warga masyarakat Demak. Ini sekaligus sebagai kado perpisahan saya setelah bertahun-tahun bertugas di sini. Ini hari terakhir saya berdinas di Demak," terangnya.
Sutomo akan berpindah tugas di Polres Wonosobo dengan jabatan sama yakni Kabag Operasional. Selama bertugas di Demak, dia dikenal sebagai polisi yang tak pernah kompromi terhadap penyakit masyarakat seperti miras, judi, dan prostitusi.
Dia juga aktif sebagai pegiat media sosial, sehingga memiliki banyak pengikut di akun Facebook. Melalui komunikasi dunia maya itu, Sutomo kerap memberi penjelasan kepada warga yang mengeluhkan pelayanan kepolisian atau melaporkan suatu peristiwa.
(nag)