Selama Ramadhan, Museum SMB II Tutup untuk Direnovasi
Rabu, 23 Mei 2018 - 17:10 WIB
Selama Ramadhan, Museum SMB II Tutup untuk Direnovasi
A
A
A
PALEMBANG - Menjelang Asian Games persiapan terus dilakukan di semua bidang, tidak terkecuali destinasi wisata. Salah satu destinasi yang juga diperhatikan adalah Museum Sultan Mahmud Badarudin (SMB II). Museum ini selama Ramadhan ditutup sementara untuk direnovasi.
Kepala Bidang Budaya dan Permuseuman, Dinas Kebudayaan Provinsi Sumsel, Abdul Ghani mengatakan, renovasi Museum SMB II dilaksanakan selama satu bulan dengan beberapa pekerjaan dan pemindahan koleksi.
"Nantinya ruangan museum di bagian bawah juga akan difungsikan sebagai tempat pariwisata pengunjung dengan koleksi-koleksi museum seperti, keris, guci, dan lukisan,“ katanya Rabu (23/5/2018).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, bangunan museum tersebut terutama bagian bawah belum pernah direnovasi. Selama ini, diketahui Museum Sultan Mahmud Badaruddin II hanya menggunakan bangunan atas sebagai tempat pengunjung untuk melihat koleksi dan sejarah yang ada di Bumi Sriwijaya. Rencananya, setelah renovasi bagian bawah gedung juga akan dimanfaatkan.
"Bagian atas dibuat seperti rumah kesultanan. Lantai bawah kita pajang koleksi-koleksi sehingga yang di bawah khusus koleksi saja, dan diharapkan ini dapat menarik minat sekaligus meningkatkan pengunjung" pungkasnya.
Museum yang terletak di dekat Jembatan Ampera ini memilki banyak koleksi mengenai sejarah Kota Palembang dan Kesultanan Palembang. Ada sekitar 368 koleksi mulai dari keris, songket, guci, miniatur rumah adat, lukisan dan lainnya. April lalu ada penambahan koleksi, berupa guci dan lukisan.
“Tambahan koleksi baru lagi berupa dua guci dan satu lukisan. Lukisan Ratu Sinuhun, sumbangan dari anggota DPD Sumsel, Ibu Siska,” ujarnya.
Kepala Bidang Budaya dan Permuseuman, Dinas Kebudayaan Provinsi Sumsel, Abdul Ghani mengatakan, renovasi Museum SMB II dilaksanakan selama satu bulan dengan beberapa pekerjaan dan pemindahan koleksi.
"Nantinya ruangan museum di bagian bawah juga akan difungsikan sebagai tempat pariwisata pengunjung dengan koleksi-koleksi museum seperti, keris, guci, dan lukisan,“ katanya Rabu (23/5/2018).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, bangunan museum tersebut terutama bagian bawah belum pernah direnovasi. Selama ini, diketahui Museum Sultan Mahmud Badaruddin II hanya menggunakan bangunan atas sebagai tempat pengunjung untuk melihat koleksi dan sejarah yang ada di Bumi Sriwijaya. Rencananya, setelah renovasi bagian bawah gedung juga akan dimanfaatkan.
"Bagian atas dibuat seperti rumah kesultanan. Lantai bawah kita pajang koleksi-koleksi sehingga yang di bawah khusus koleksi saja, dan diharapkan ini dapat menarik minat sekaligus meningkatkan pengunjung" pungkasnya.
Museum yang terletak di dekat Jembatan Ampera ini memilki banyak koleksi mengenai sejarah Kota Palembang dan Kesultanan Palembang. Ada sekitar 368 koleksi mulai dari keris, songket, guci, miniatur rumah adat, lukisan dan lainnya. April lalu ada penambahan koleksi, berupa guci dan lukisan.
“Tambahan koleksi baru lagi berupa dua guci dan satu lukisan. Lukisan Ratu Sinuhun, sumbangan dari anggota DPD Sumsel, Ibu Siska,” ujarnya.
(don)