Dampingi Anak Korban Ledakan Bom, Psikolog Lakukan Langkah Ini

Jum'at, 18 Mei 2018 - 08:58 WIB
Dampingi Anak Korban...
Dampingi Anak Korban Ledakan Bom, Psikolog Lakukan Langkah Ini
A A A
SURABAYA - Sejumlah psikolog saat ini melakukan trauma healing (proses pemulihan tekanan psikologis akibat shock) terhadap anak korban ledakan bom bunuh diri di Surabaya, Jawa Timur. Tahap awal yang dilakukan dalam proses ini adalah melakukan Psychological First Aid (PFA) atau pertolongan pertama pada gangguan psikologis.

Koordinator Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Jatim Naftalia Kusumawardhani mengatakan, pihaknya sudah melakukan pendampingan sejak hari Minggu (13/5/2018) atau pascaledakan bom di tiga gereja di Surabaya. Saat ini, ada setidaknya 12 anggota dari IPK Jatim yang sudah melakukan pendampingan. Pendampingan tersebut atas permintaan dari RS Bhayangkara Polda Jatim. "Tahap pertama yang kami lakukan ya PFA itu," katanya, Kamis (17/5/2018)

Dalam metode PFA ini, sambungnya, psikolog hanya mendampingi dan berperan sebagai pendengar yang baik. Psikolog tidak boleh mengarahkan atau menasihati. Tujuan dalam proses ini adalah agar korban melepaskan semua emosi dan kekesalan dalam jiwanya. "Kalau teriak, silakan teriak. Kalau mau mukul, silakan mukul. Kalau mau mencaci maki teroris, silakan mencaci maki. Itu saja tugas psikolog dalam tahap PFA," ujarnya.

Terkait jangka waktu pemulihan, Naftalia tidak dapat memastikan. Sebab, kadar shock atau ketakutan yang dialami masing-masing korban berbeda-beda. Pendekatan atau metode yang dilakukan juga akan berbeda. Namun, dalam tahap awal, pasti menggunakan PFA dan itu sudah merupakan standar internasional dalam pemulihan shock.

"Untuk saat ini anak korban ledakan bom tidak mengalami trauma. Hanya shock saja. Disebut trauma ketika ketakutan itu berlangsung lebih dari dua bulan," tandasnya.
(zik)
Berita Terkait
Momen Haru Anak Polisi...
Momen Haru Anak Polisi Korban Bom Surabaya Lolos Jadi Polwan
Ledakan Keras di Mako...
Ledakan Keras di Mako Brimob Polda Jatim, Tak Ada Korban Jiwa
Sempat Heboh Mengaku...
Sempat Heboh Mengaku Bawa Bom, Pria di Bank Majalengka Ternyata Simpan Kabel Mainan
Bagaimana Perangkat...
Bagaimana Perangkat Elektronik Jadul Jadi Senjata Mematikan: Pelajaran dari Kasus Hizbullah
Teror Bom Molotov di...
Teror Bom Molotov di Aceh Barat
100 Sekolah Ditutup...
100 Sekolah Ditutup dan Ribuan Siswa Sudah Dievakuasi, Ternyata Ancaman Bomnya Palsu
Berita Terkini
Kasus Penipuan Hanania...
Kasus Penipuan Hanania Travel, Polda Metro Periksa 70 Saksi
1 jam yang lalu
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo Beberkan Konstruksi Laporan Terhadap Lechumanan dan Rismon
2 jam yang lalu
Kader PPP Segera Laporkan...
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin, Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni ke Polda Metro
2 jam yang lalu
PTUN Serang Tutup Gugatan...
PTUN Serang Tutup Gugatan Yayasan Syarif Hidayatullah, Pengacara: Kepemilikan UIN Jakarta Kian Tegas
3 jam yang lalu
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
4 jam yang lalu
Program Perempuan Berdaya...
Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
5 jam yang lalu
Infografis
4.155 Peserta Lolos...
4.155 Peserta Lolos PPPK Paruh Waktu Kemenag, Ini Langkah Selanjutnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved