Djarot Blak-blakan Soal Masalah Pendidikan

Jum'at, 04 Mei 2018 - 16:55 WIB
Djarot Blak-blakan Soal...
Djarot Blak-blakan Soal Masalah Pendidikan
A A A
MEDAN - Sejumlah alumni SMA Negeri 1 Medan (Smansa) menyatakan dukungan untuk pasangan Djarot-Sihar (Djoss) dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur (Pilgub) Sumatera Utara (Sumut) tahun 2018.

Dukungan itu disampaikan setelah menggelar dialog tentang dunia pendidikan dengan Cagub Sumut Djarot Saiful Hidayat di kawasan Polonia Medan, Kamis (3/5/2018) malam.

Koordinator Umum Alumni Smansa Medan for Djoss, Ahmad Utoyo, memberikan apresiasinya kepada Djarot Saiful Hidayat yang memiliki kepedulian tinggi terhadap dunia pendidikan.

Menurut Utoyo, pihaknya mengerti benar bahwa Djarotlah yang benar-benar menguasai masalah. Apalagi dengan pengalaman yang sangat beragama, mulai dari menjadi dosen dan Dekan di Universitas 17 Agustus, Wali Kota Blitar dua periode, hingga menjadi Wagub dan Gubernur DKI Jakarta.

"Kami berharap Pak Djarot dapat membenahi sistem pendidikan kita, inilah alasan kami memberikan dukungan pada beliau," ungkapnya.

Dia tak menafikan ada gelombang yang juga mendukung calon lain, namun Utoyo tetap menegaskan komitmennya. "Itu hanya dinamika, kami tetap mendukung Djarot karena dialah yang terbaik dari yang baik," ujarnya.

Dalam dialog dengan alumni Smansa Medan For Djoss, Djarot Saiful Hidayat membahas dunia pendidikan, terutama pada dunia Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan.

Menurut Djarot, permainan klasik pada sekolah menengah atas yang menurutnya favorit yakni banyak siswa-siswi 'titipan' karena proses penerimaan tidak transparan.

"Dulu pada waku saya di Jakarta banyak pejabat yang menitipkan anaknya pada saya, supaya lulus di SMA favorit seperti SMAN 8 Jakarta. Tetapi saya berkomitmen untuk tidak mengintervensi sekolah maupun Dinas Pendidikan," terangnya.

Mantan Wali Kota Blitar itu mengimbau kepada sang pejabat agar tak memaksakan kemampuan anaknya. Tak hanya itu, menurut Djarot, solusi yang ada pada sistem pemilihan kepala sekolah juga menjadi faktor utama. Biasanya, untuk menjadi kepala sekolah harus membayar mahar tertentu kepada pejabat di atasnya. Itulah mengapa, sang Kepala Sekolah seakan kejar setoran dengan memasukkan siswa siluman dengan kesepakatan tertentu.

"Kualitas para guru juga harus ditingkatkan integritasnya. Karena guru itu bukan sekadar mengajar, namun mendidik," katanya.

Barulah menurut Djarot masalah infrastruktur, fasilitas sekolah dan kelengkapannya juga harus dilengkapi. Sehingga dapat menunjang prestasi dan kemampuan siswa.

Tak lupa, Djarot mengapresiasi pergerakan komunitas tersebut yang menurutnya peduli dengan keadaan sekolah dan pendidikan pada umumnya. "Mari kita kembalikan Smansa Medan menjadi sekolah unggulan dan favorit kembali bersama sekolah lainnya, pendidikan di Sumut harus nomor satu," ujarnya.

Usai berdialog, Djarot meladeni sesi foto bersama dengan para alumni Smansa Medan, mulai dari angkatan tahun 1960 hingga 2008. Canda dan tawa menghiasi sesi pemotretan tersebut.
(rhs)
Berita Terkait
Gus Amik Sayangkan Tudingan...
Gus Amik Sayangkan Tudingan Politikus PDIP Djarot Saiful Hidayat
Bobby Kantongi Dukungan...
Bobby Kantongi Dukungan 7 Parpol di Pilgub Sumut, Djarot PDIP Beri Respons Menohok
Siapkan Penantang, PDIP...
Siapkan Penantang, PDIP Tak Ingin Bobby Melawan Kotak Kosong di Pilkada Sumut
Balas Djarot PDIP, Golkar:...
Balas Djarot PDIP, Golkar: Tak Tepat jika Pertanyakan Kapasitas Bobby
PDIP Umumkan Calon Kepala...
PDIP Umumkan Calon Kepala Daerah yang Diusung pada Akhir Juli atau Awal Agustus 2024
Tutup Acara Festival...
Tutup Acara Festival Kopi, Djarot Minta Pengunjung Tetap Mencintai Indonesia
Berita Terkini
Meriah! Pengwil INI...
Meriah! Pengwil INI Jateng Gelar Peringatan HUT ke-118 Ikatan Notaris Indonesia di Solo dan Karanganyar
38 menit yang lalu
Jarak ke RS Capai 200...
Jarak ke RS Capai 200 Km, Legislator Perindo Fendi Yulianto Sumbang Ambulans untuk Warga Pesisir Selatan
39 menit yang lalu
Pemkot Bogor Hapus Ratusan...
Pemkot Bogor Hapus Ratusan Angkot Tua, Perindo Dorong Transportasi Modern dan Ramah Lingkungan
50 menit yang lalu
Gempa M5,6 Guncang Talaud...
Gempa M5,6 Guncang Talaud Maluku Utara, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
58 menit yang lalu
Gempa 5,6 Magnitudo...
Gempa 5,6 Magnitudo Guncang Pulau DOI Maluku Utara Siang Ini
2 jam yang lalu
Prosesi Injak Kepala...
Prosesi Injak Kepala Kerbau Dikaitkan dengan Banteng, Ini Jawaban Jokowi
2 jam yang lalu
Infografis
5 Madrasah Tertua di...
5 Madrasah Tertua di Indonesia, Pelopor Pendidikan Islam Modern
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved