Kritisi Kebijakan Kampus, Mahasiswa UP Blokade Jalan

Rabu, 02 Mei 2018 - 19:05 WIB
Kritisi Kebijakan Kampus,...
Kritisi Kebijakan Kampus, Mahasiswa UP Blokade Jalan
A A A
JAKARTA - Mahasiswa Universitas Pancasila (UP) melakukan aksi unjuk rasa dengan memblokade Jalan Raya Lenteng Agung Timur, Jakarta Selatan selama tiga jam. Aksi digelar untuk mengkritisi kebijakan kampus yang dinilai memberatkan mahasiswa.

Aksi yang dilakukan ratusan mahasiswa ini sempat diwarnai kericuhan, saat para mahasiswa memaksa masuk ke Gedung Rektorat. Sempat terjadi aksi dorong mahasiswa dengan petugas keamanan kampus.

Salah satu mahasiswa yang enggan disebut kan namanya mengatakan terdapat tiga tuntutan mahasiswa dalam aksi tersebut. Antara lain meminta agar pihak kampus UP mencabut sistem pembayaran paket SKS. Kemudian meminta agar UP tidak melakukan komersialisasi biaya pendidikan.

Ketiga, mahasiswa meminta kampung memperhatikan kesejahteraan buruh yang bekerja di lingkungan kampus. "Kami meminta agar kampus mencabut sistem paket SKS karena sistem yang dianut Universitas Pancasila itu abu-abu. Ketika kita bayar paket seharusnya dipaketin juga SKS-nya tapi ini masih terbentur IPS. Kita bayar paket tapi enggak sesuai. Seharusnya apa yang kita bayar itu yang didapatkan," kata salah seorang mahasiswa pada, Rabu (2/5/2018).

Dia mencontohkan mahasiswa di semester tiga, IPS-nya dua, berarti mereka hanya bisa mendapatkan 18 SKS. "Tapi mereka harus bayar sesuai paketnya. Ini ada kesenjangan sosial bahwa yang pintar-pintar dan yang kurang pintar ya kurang pintar. Itu yang menggerakan mahasiswa menggerakan aksi ini," ujarnya.

Selanjutnya, tuntutan yang kedua adalah menolak komersialisasi pendidikan UP. Menurutnya banyak anggaran yang diminta pihak UP di luar biaya paket. "Ada uang sumbangan, uang administrasi. Uang sumbangan itu diluar uang paketan. Nominalnya bisa Rp1 juta," ucapnya.

Kemudian tuntutan yang ketiga adalah berharap agar kesejahteraan buruh yang ada di UP lebih diperhatikan. Dia mengungkapkan jika buruh di kampusnya gajinya masih di bawah UMR. "Mereka gajinya sekitar Rp1,2 juta. Mereka bukan pegawai outsourcing, mereka ada di bawah koperasi. Kami akan terus lakukan tuntutan hingga rektor datang dan menemui kami," ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Demo Serentak Mahasiswa...
Demo Serentak Mahasiswa Se-Indonesia di Palembang Diwarnai Kericuhan
Aksi Demo Mahasiswa...
Aksi Demo Mahasiswa ‘Indonesia Gelap’ di Patung Kuda
Demo Indonesia Gelap,...
Demo Indonesia Gelap, Pakar Hukum: Bentuk Ekspresi Pesimisme Masyarakat Ubah Jadi Optimisme
Mahasiswa Demo DPR:...
Mahasiswa Demo DPR: Menagih 17+8 Tuntutan Rakyat
Demo Mahasiswa Uhamka...
Demo Mahasiswa Uhamka di Sudirman Diwarnai Saling Dorong dengan Polisi
Demo Indonesia Gelap...
Demo Indonesia Gelap di Patung Kuda, Ribuan Mahasiswa Kritik Kebijakan Pemerintah
Berita Terkini
Teknologi Pupuk Hayati...
Teknologi Pupuk Hayati Dongkrak Produktivitas Sawah di Subang, Hasil Panen Tembus 4,76 Ton per Hektare
4 jam yang lalu
Setkab Dokumentasikan...
Setkab Dokumentasikan Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Sinjai
4 jam yang lalu
Perkuat Sinergi Polri...
Perkuat Sinergi Polri dan Media lewat Padel Bhayangkara Cup 2026
5 jam yang lalu
Jawab Kebutuhan Industri,...
Jawab Kebutuhan Industri, UMB Kenalkan Profesi Insinyur pada Siswa SMK
6 jam yang lalu
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan...
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan Sangihe, Simak Hasil Analisis BMKG
6 jam yang lalu
Puluhan Profesor dan...
Puluhan Profesor dan Dosen UNJ bersama Billy Mambrasar, Latih Seribu Guru di Daerah Terpencil
9 jam yang lalu
Infografis
Daftar 26 Jalan Tol...
Daftar 26 Jalan Tol yang Diskon hingga 20% saat Nataru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved