PDIP Ingatkan Penegak Hukum agar Tidak Memanggil Peserta Pilkada

Senin, 09 April 2018 - 03:35 WIB
PDIP Ingatkan Penegak...
PDIP Ingatkan Penegak Hukum agar Tidak Memanggil Peserta Pilkada
A A A
SEMARANG - Penegak hukum seperti Kepolisian, Kejaksaan, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), diharapkan bisa menjaga iklim sejuk menjelang perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 27 Juni mendatang.

Harapan tersebut disampaikan anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan seusai menjadi pembicara dalam seminar hukum di Kantor DPD PDIP Jawa Tengah, Panti Marhaen, Semarang, Jawa Tengah, akhir pekan kemarin.

Dia mengungkapkan, dalam seminar hukum yang dihadiri jajaran pengurus DPC, DPD hingga eksekutif dan legislatif dari PDIP, telah ada kesepakatan dari Kepolisian, Kejaksaan, dan KPK untuk tidak memanggil saksi, meminta keterangan, tersangka, dan terdakwa yang terkait peserta pilkada sampai dengan proses pungut hitung selesai.

“Berdasarkan kesepakatan yang dilaksanakan di Komisi III beberapa waktu yang lalu, kami minta agar kesepakatan tersebut ditaati, karena hal itu merupakan komitmen politik hukum antara DPR, Kepolisian, Kejaksaan, dan KPK,” ungkap Arteria.

Menurut dia, KPK termasuk salah satu institusi penegak hukum yang sudah sepakat untuk tidak melakukan penegakan hukum sampai pungut hitung selesai, kecuali operasi tangkap tangan (OTT). Komitmen politik hukum tersebut perlu dilaksanakan untuk membangun demokrasi yang sehat, bermartabat dan memastikan siapapun yang terpilih melalui proses pilkada yang demokratis, bukan melalui pengkondisian pemilu.

“Kami akan tutup buku masa lalu, makanya kami gandeng DKPP biar tidak hanya partai politiknya yang baik, tidak hanya pasangan calonnya yang baik, tidak hanya rakyat dan relawannya yang baik,” ujar Ketua Badan Bantuan Hukum dan Advokasi DPP PDIP itu.

Akan tetapi, pihaknya juga ingin mengawal petugas petugas patriot demokrasi, KPU provinsi, kabupaten/kota, Bawaslu, Panwaslu, hingga pengawas TPS, agar tahu hukum, mempergunakan hukum, dan berani menggunakan hukum untuk mencapai kepastian agar pilkada bisa berlangsung secara aman, tertib, dan lancar.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Advokasi Hukum DPD PDIP Jawa Tengah Bonaventura Sulistiana menjelaskan, kegiatan seminar hukum yang dilaksanakan ini merupakan upaya pendidikan politik hukum bagi Kader PDIP Jawa Tengah.

“Seminar hukum merupakan upaya pendidikan politik hukum agar kader PDIP yang berada di eksekutif, legislatif maupun struktur partai memahami persoalan hukum dan ini tidak ada kaitannya dengan pelaksanaan pilgub serta pilkada serentak yang akan dilaksanakan 27 Juni nanti,” tandasnya.
(thm)
Berita Terkait
Jadwal dan Tahapan Pilkada...
Jadwal dan Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2024
Masyarakat Harus Mengutamakan...
Masyarakat Harus Mengutamakan Aspek Rasionalitas saat Pilkada
738 Bakal Pasangan Calon...
738 Bakal Pasangan Calon Terdaftar Dalam Pilkada 2020
Mencegah Konflik Pilkada...
Mencegah Konflik Pilkada Serentak
Peringatan Protokol...
Peringatan Protokol Kesehatan Pilkada Ditengah Masa Pandemi Corona
Pilkada 2020 Tanpa APD,...
Pilkada 2020 Tanpa APD, Bawaslu Ingatkan Potensi Konflik
Berita Terkini
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
11 menit yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
1 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
2 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
2 jam yang lalu
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
4 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
5 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Hukum yang Menyita Perhatian Publik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved