1.251 Warga Kota Bogor Mengidap TBC

Senin, 26 Maret 2018 - 10:40 WIB
1.251 Warga Kota Bogor...
1.251 Warga Kota Bogor Mengidap TBC
A A A
BOGOR - Sebanyak 1.251 warga Kota Bogor terjangkit tuberkulosis (TBC) yang masuk dalam 10 besar penyakit mematikan di dunia, setelah jantung dan diabetes.

“Bahkan data dari Dinas Kesehatan mencatat jumlah tersebut merupakan hasil temuan dalam kurun waktu satu tahun, yakni 2017. Kemungkinan jumlahnya bisa lebih,” kata Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Sarip Hidayat dalam peringatan Hari TBC di Taman Sempur, Kota Bogor.

Karena itu, pihaknya mengajak semua pihak melakukan tindakan pencegahan dengan cara menjaga kesehatan. “Memang sangat miris, cukup banyak penderita TBC yang tidak sempat tertolong, meninggal akibat TBC, indikasinya menunjukkan banyak sekali kasusnya,” katanya.

Dia menjelaskan, kegiatan ini bagian dari upaya menekan angka penyakit TBC di Kota Bogor dengan cara menyosialisasikan kepada masyarakat agar menjalani pola hidup sehat.

Pihaknya meyakini masih ada penderita TBC lain berada di luar data Dinas Kesehatan Kota Bogor. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Rubaeah merinci berdasarkan data tuberkulosis 2017 bahwa penderita TB yang ditemukan berjumlah 1.188 kasus. Pada 2017 ditemukan kasus baru TB Paru Basil Tahan Asam (BTA) positif sebesar 108,3% dan pada 2016 angka kesembuhan mencapai 89%.

“Kasus dengan penderita Tuberkulosis Multi Drug Resistant (TB MDR) yang sudah ditemukan di Kota Bogor berjumlah 57 orang. Untuk pasien TB dengan HIV positif berjumlah 5 orang, satu orang mendapatkan Antiretroviral (ARV) dan menerima panduan praktik klinis (PPK),” katanya.

Salah satu strategi penanggulangan tuberkulosis yang dilakukannya, yakni melalui layanan Directly Observed Treatment Short-Course (DOTS) merupakan pengobatan jangka pendek dengan pengawasan lang sung.

Dia menyebut, di Kota Bogor layanan DOTS sudah tersedia di 25 puskesmas dan 10 rumah sakit antara lain RSUD Kota Bogor, RS Marzoeki Mahdi, RS Medika Dramaga, RS PMI, RS Azra, Bogor Medical Centre, RS Hermina, RS Salak, RS Melania, dan RS Islam. Seperti diketahui, Indonesia menempati posisi kedua di dunia setelah India, negara dengan penderita penyakit tuberkulosis. (Haryudi)
(nfl)
Berita Terkait
Berlakukan Ganjil Genap...
Berlakukan Ganjil Genap Motor dan Mobil dari Jumat hingga Minggu
PPKM Darurat, Kebun...
PPKM Darurat, Kebun Raya Bogor Ditutup Hingga 20 Juli 2021
Darurat Covid-19, Pemkot...
Darurat Covid-19, Pemkot Bogor Terapkan WFH 100 Persen
Pemkot Bogor Buka Hotline...
Pemkot Bogor Buka Hotline Penanganan Jenazah Corona
Kota Bogor Terapkan...
Kota Bogor Terapkan Ganjil-Genap, Ini 11 Titik Lokasi Check Point
Antibodi Tinggi, Wali...
Antibodi Tinggi, Wali Kota Bogor Bima Arya Gagal Divaksin
Berita Terkini
Program Berkelanjutan...
Program Berkelanjutan Kesehatan Jangkau Lebih dari 16.500 Orang
26 menit yang lalu
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
4 jam yang lalu
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
4 jam yang lalu
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
4 jam yang lalu
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
7 jam yang lalu
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
8 jam yang lalu
Infografis
Diskon dan Pembebasan...
Diskon dan Pembebasan BBNKB untuk Warga Jakarta!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved