Permukaan Jakarta Turun 7 CM, DKI Tertibkan Penggunaan Air Tanah

Kamis, 22 Maret 2018 - 02:45 WIB
Permukaan Jakarta Turun...
Permukaan Jakarta Turun 7 CM, DKI Tertibkan Penggunaan Air Tanah
A A A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menuturkan, saat ini Permukaan tanah Jakarta turun per tahun dengan rata-rata 7 cm umumnya. Di pesisir turun bisa sampai 20cm. langkah yang harus lakukan sekarang ini adalah dalam rangka memastikan lingkunagn hidup di Jakarta terjaga. Sehingga, warga bisa menempati kota ini tanpa merusak lingkungannya. Sekaligus ini adalah untuk penegakan aturan hukum.

Selain itu, kata Anies, kegiatan penertiban air tanah ini sebagai pesan kepada semua bahwa bukan hanya pelanggaran oleh orang kecil yang menjadi perhatian dari pemerintah tapi pelanggaran yang dilakukan oleh yang besar dan kuat juga harus ditertibkan.

“Setelah selesai semua kita akan umumkan dengan lengkap. Tujuan kita bukan sekedar untuk menemukan siapa yang melanggar, tentu yang melanggar akan ada sanksi yang sesuai. Intinya adalah mengubah perilaku,” pungkasnya.

(Baca juga: DKI Konsisten Kurangi Penggunaan Air Tanah )

Direktur Perusahaan Daerah (PD) PAM Jaya, Erlan Hidayat penggunaan air tanah memang masih diizinkan dengan aturan kedalaman sumber air tanah dan berbayar. Menurutnya, hal itu disebut refer. Fakta di lapangan, penggunaan pipa air tanah lebih tinggi dari yang seharusnya.

“Tindakan ada, peraturan ada. tapi saat ini kita lebih mengarahkan kepada marilah bergerak kurangi air tanah, dan pergerakan itu akhirnya diijuti pada perumahan juga yang tentunya sudah ada suplai airnya,” ujarnya.

Dengan mulai bergerak dari wilayah yang sudah ada suplai airnya, Erlan optimis lingkungan Jakarta akan terbantu. Dia mengingatkan bahwa penggunaan air tanah refer itu biayanya lebih mahal 13 kali lipat dari air PAM.

“Air tanah itu harganya mahal. kalau dihitung benar udah 13x harga air pipa. kalau ada seseorang bayar Rp 1 juta itu bisa bayar Rp 13 juta. kalau dia masih pakai air tanah, kita perlu pertanyakan, kok mau ya bayar lebih mahal. jadi saya pikir itu logikanya, makanya mesti kita tertibkan,” tegasnya.
(pur)
Berita Terkait
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Bangunan Bertingkat Sedot Air Tanah
Pemprov DKI Siapkan...
Pemprov DKI Siapkan Subsidi Air Bersih agar Harga Terjangkau Masyarakat
Atasi Krisis Air, Pemprov...
Atasi Krisis Air, Pemprov DKI Diminta Fokus Kendalikan Penduduk
Kadar Amonia Kali Krukut...
Kadar Amonia Kali Krukut Tinggi, Layanan Air Bersih di Cilandak Terganggu
Cakupan Layanan Air...
Cakupan Layanan Air Bersih di Jakarta Baru 66%
Besok, Pasokan Air Bersih...
Besok, Pasokan Air Bersih untuk Jakarta Barat, Pusat, Utara dan Selatan Alami Gangguan
Berita Terkini
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
7 menit yang lalu
Perikhsa Riders Touring...
Perikhsa Riders Touring Perdana Malang-Bali, Bamsoet Tekankan Disiplin dan Persatuan
21 menit yang lalu
Polisi Sebut Demo di...
Polisi Sebut Demo di Bundaran HI Tidak Sesuai Aturan, Begini Respons BEM UI
47 menit yang lalu
Ratusan Kepsek di Sulsel...
Ratusan Kepsek di Sulsel Mundur Buntut Temuan BPK Terkait Dana BOS, DPR Dorong Evaluasi
1 jam yang lalu
BNPB: Bencana Banjir...
BNPB: Bencana Banjir hingga Karhutla Melanda 4 Daerah
2 jam yang lalu
Kemenhut Bongkar Perdagangan...
Kemenhut Bongkar Perdagangan 100 Satwa Dilindungi dari Papua, 2 Oknum Aparat Ditangkap
2 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved