DKI Ingin Penyempurnaan Koridor 13 Selesai Sebelum Asian Games
Senin, 19 Maret 2018 - 23:15 WIB
DKI Ingin Penyempurnaan Koridor 13 Selesai Sebelum Asian Games
A
A
A
JAKARTA - Penyempurnaan Koridor 13 bus Transjakarta (Ciledug-Tendean) mulai dilakukan. DKI ingin penyempurnaan dilakukan sebelum Asian Games dimulai Agustus 2018.
Kepala Bidang Pencahayaan Kota Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta, Syamsul Bakhri mengatakan, saat ini lelang lampu PJU koridor 13 sekitar Rp14 miliar sudah masuk dalam tahap evaluasi administrasi dan teknis. Dia berharap, awal April sudah ada penandatanganan kontrak dan pemasangan segera dilakukan.
"Jumlah lampu bagian atas cabang 1 sebanyak 330 titik, cabang 2 sebanyak 11 titik, untuk bawah cabang 1 sebanyak 130 titik dan lampu ceiling 659 titik. Waktu pelaksanaan kontrak 244 hari sejak tandatangan kontrak," kata Syamsul saat dihubungi,
Kepala Humas PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Wibowo menuturkan, sejak dioperasikan 17 Agustus 2017, 30 bus Transjakarta di koridor 13 masih beroperasi hingga pukul 19.00 WIB lantaran belum ada lampu PJU. Hal itu pun menjadi kendala PT Transportasi Jakarta memenuhi target 40 ribu penumpang per hari. Namun, dari lima halte yang dioperasikan sejak awal, saat ini sudah bertambah menjadi 10. Di antaranya yakni, Tendean, Tirtayasa, Mayestik, Kebayoran Lama, Seskoal, Cipulir, Swadarma, JORR, Adam Malik, dan Puri Beta.
"Jumlah penumpang juga bertambah seiring penambahan halte. Saat ini mencapai sekitar 16 ribu perhari," ungkapnya.
Wibowo menegaskan, pembangunan lift dan jalur khusus disabilitas pada halte yang dinilai sangat tinggi sepanjang koridor 13 Transjakarta masih menunggu proses lelang yang dibuka sejak awal 2018. Menurutnya, lambatnya proses dikarenakan lelang tidak hanya mengacu pada proses pembiayaan, tetapi kontrak kerja yang dibebankan kepada kontraktor. Sebab pengadaan lift sendiri membutuhkan perawatan hingga jaminan keamanan.
"Masih menunggu penawaran dan penilaian tendernya. Selanjutnya kalau sudah ditetapkan pemenang,pembangunan bisa langsung dikerjakan," ungkapnya.
Terkait jumlah lift yang bakal dipasang, Wibowo mengaku belum dapat memaparkan, sebab jumlah lift yang dipasang didasarkan tingkat kebutuhan dan lokasi halte. "Jumlahnya masih dilihat dari trafic dan strategisnya lokasi. Apa beberapa yang sudah terdata, kita masih kaji lagi apakah benar-benar kebutuhannya," ungkapnya.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno meminta, penyempurnaan koridor 13 selesai sebelum Agustus 2018 atau sebelum perhelatan Asian Games dimulai. Baik itu lampu PJU, lift ataupun akses khusus disabilitas berupa jalur landai menuju halte yang sangat tinggi. Dia menargetkan pembangunan
"Kami akan percepat proses lelang. Pada saat asian Games dimulai, koridor 13 paling tidak ramah bagi disabilitas," ungkapnya.
Sandi menjelaskan, untuk halte-halte yang dinilai sangat tinggi tentunya akan dipasangi lift, seperti di CSW Blok M. Sedangkan untuk Halte Tirtayasa depan Mabes Polri, Jalan Trunojoyo hingga Halte Adam Malik, Jalan Ciledug Raya akan dibangun jalur landai khusus disabilitas.
"Setelah Asian Games kan ada Para Games. Jangan sampai atlet difabel tidak bisa mengakses," ungkapnya.
Sementara itu, Pengamat Perkotaan Universitas Trisakti, Nirwono Joga menilai jalan layang koridor 13 itu dirancang untuk kendaraan pribadi bukan untuk bus umum. Namun, lantaran mendapat protes dari warga, dipertengahan jalan desaign dirubah, dimodifikasi, dan dipaksakan untuk bus TransJakarta.
Dengan begitu, lanjut Nirwono, fasilitas pendukung sebagai penyempurnaan koridor 13 lambat dilakukan dan gagal lelang kerap dijadikan alasan terhambatnya penyempurnaan.
"Kalau untuk jalur khusus disabilitas bisa saj dilakukan sebelum Asian Games, tapi kalau lift itu setidaknya butuh setahun. Permasalhanya lift jug butuh perawatan, siapa yang akan bertanggungjawab," tegasnya.
Kepala Bidang Pencahayaan Kota Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta, Syamsul Bakhri mengatakan, saat ini lelang lampu PJU koridor 13 sekitar Rp14 miliar sudah masuk dalam tahap evaluasi administrasi dan teknis. Dia berharap, awal April sudah ada penandatanganan kontrak dan pemasangan segera dilakukan.
"Jumlah lampu bagian atas cabang 1 sebanyak 330 titik, cabang 2 sebanyak 11 titik, untuk bawah cabang 1 sebanyak 130 titik dan lampu ceiling 659 titik. Waktu pelaksanaan kontrak 244 hari sejak tandatangan kontrak," kata Syamsul saat dihubungi,
Kepala Humas PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Wibowo menuturkan, sejak dioperasikan 17 Agustus 2017, 30 bus Transjakarta di koridor 13 masih beroperasi hingga pukul 19.00 WIB lantaran belum ada lampu PJU. Hal itu pun menjadi kendala PT Transportasi Jakarta memenuhi target 40 ribu penumpang per hari. Namun, dari lima halte yang dioperasikan sejak awal, saat ini sudah bertambah menjadi 10. Di antaranya yakni, Tendean, Tirtayasa, Mayestik, Kebayoran Lama, Seskoal, Cipulir, Swadarma, JORR, Adam Malik, dan Puri Beta.
"Jumlah penumpang juga bertambah seiring penambahan halte. Saat ini mencapai sekitar 16 ribu perhari," ungkapnya.
Wibowo menegaskan, pembangunan lift dan jalur khusus disabilitas pada halte yang dinilai sangat tinggi sepanjang koridor 13 Transjakarta masih menunggu proses lelang yang dibuka sejak awal 2018. Menurutnya, lambatnya proses dikarenakan lelang tidak hanya mengacu pada proses pembiayaan, tetapi kontrak kerja yang dibebankan kepada kontraktor. Sebab pengadaan lift sendiri membutuhkan perawatan hingga jaminan keamanan.
"Masih menunggu penawaran dan penilaian tendernya. Selanjutnya kalau sudah ditetapkan pemenang,pembangunan bisa langsung dikerjakan," ungkapnya.
Terkait jumlah lift yang bakal dipasang, Wibowo mengaku belum dapat memaparkan, sebab jumlah lift yang dipasang didasarkan tingkat kebutuhan dan lokasi halte. "Jumlahnya masih dilihat dari trafic dan strategisnya lokasi. Apa beberapa yang sudah terdata, kita masih kaji lagi apakah benar-benar kebutuhannya," ungkapnya.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno meminta, penyempurnaan koridor 13 selesai sebelum Agustus 2018 atau sebelum perhelatan Asian Games dimulai. Baik itu lampu PJU, lift ataupun akses khusus disabilitas berupa jalur landai menuju halte yang sangat tinggi. Dia menargetkan pembangunan
"Kami akan percepat proses lelang. Pada saat asian Games dimulai, koridor 13 paling tidak ramah bagi disabilitas," ungkapnya.
Sandi menjelaskan, untuk halte-halte yang dinilai sangat tinggi tentunya akan dipasangi lift, seperti di CSW Blok M. Sedangkan untuk Halte Tirtayasa depan Mabes Polri, Jalan Trunojoyo hingga Halte Adam Malik, Jalan Ciledug Raya akan dibangun jalur landai khusus disabilitas.
"Setelah Asian Games kan ada Para Games. Jangan sampai atlet difabel tidak bisa mengakses," ungkapnya.
Sementara itu, Pengamat Perkotaan Universitas Trisakti, Nirwono Joga menilai jalan layang koridor 13 itu dirancang untuk kendaraan pribadi bukan untuk bus umum. Namun, lantaran mendapat protes dari warga, dipertengahan jalan desaign dirubah, dimodifikasi, dan dipaksakan untuk bus TransJakarta.
Dengan begitu, lanjut Nirwono, fasilitas pendukung sebagai penyempurnaan koridor 13 lambat dilakukan dan gagal lelang kerap dijadikan alasan terhambatnya penyempurnaan.
"Kalau untuk jalur khusus disabilitas bisa saj dilakukan sebelum Asian Games, tapi kalau lift itu setidaknya butuh setahun. Permasalhanya lift jug butuh perawatan, siapa yang akan bertanggungjawab," tegasnya.
(mhd)