Penusuk Jamaah Masjid di Sawangan, Idap Kelainan Jiwa Sejak 2004
Senin, 12 Maret 2018 - 14:03 WIB
Penusuk Jamaah Masjid di Sawangan, Idap Kelainan Jiwa Sejak 2004
A
A
A
DEPOK - Silvia wanita yang melukai jemaah Masjid Darul Muttaqin di Sawangan, Depok, telah mengidap gangguan jiwa sejak 2004 silam. Namun kejadian sampai melukai seseorang adalah hal pertama kali yang dilakukan Silvia.
"Sejak 2004 dia mengalami gangguan jiwa, waktu itu dia ikut suaminya di Palu, Sulawesi Tengah. Di sana juga sudah berobat ke orang pintar, diruqiah," kata Lula Indriani (44) kakak Silvia pada Senin (12/3/2018).( Baca: Ustaz di Sawangan Ditusuk Orang Gila Saat Sedang Salat Subuh Berjamaah )
Lula mengungkapkan, keluarga tidak mengetahui penyebab Silvia bisa mengalami gangguan jiwa."Saya enggak tau penyebab dia sampai gangguan jiwa, apa dibikin sama orang. Bukan karena faktor ekonomi, sekarang dia sudah cerai sama suaminya. Kemudian pindah ke perumahan BSI tahun 2011. Dia tinggal sendiri," ujarrnya.
Untuk biaya hidup sehari-hari, Silvia dibantu oleh kakak-kakaknya. Setiap seminggu sekali, mereka mengirimkan uang dan makanan.
"Dia enggak setiap hari alami gangguan ini. Kalau lagi kerasukan aja dia suka marah-marah. Tetangga sekitar sudah pada tahu kelakuannya," kata Lula.
Lula pun tidak menyadari jika adik bungsunya tersebut nekat melukai orang. "Baru kali ini dia nusuk, makanya saya kaget banget dia kayak gitu," ucapnya.( Baca: Polisi Sebut Korban Penusukan Wanita Tak Waras di Depok Bukan Ustaz )
"Sejak 2004 dia mengalami gangguan jiwa, waktu itu dia ikut suaminya di Palu, Sulawesi Tengah. Di sana juga sudah berobat ke orang pintar, diruqiah," kata Lula Indriani (44) kakak Silvia pada Senin (12/3/2018).( Baca: Ustaz di Sawangan Ditusuk Orang Gila Saat Sedang Salat Subuh Berjamaah )
Lula mengungkapkan, keluarga tidak mengetahui penyebab Silvia bisa mengalami gangguan jiwa."Saya enggak tau penyebab dia sampai gangguan jiwa, apa dibikin sama orang. Bukan karena faktor ekonomi, sekarang dia sudah cerai sama suaminya. Kemudian pindah ke perumahan BSI tahun 2011. Dia tinggal sendiri," ujarrnya.
Untuk biaya hidup sehari-hari, Silvia dibantu oleh kakak-kakaknya. Setiap seminggu sekali, mereka mengirimkan uang dan makanan.
"Dia enggak setiap hari alami gangguan ini. Kalau lagi kerasukan aja dia suka marah-marah. Tetangga sekitar sudah pada tahu kelakuannya," kata Lula.
Lula pun tidak menyadari jika adik bungsunya tersebut nekat melukai orang. "Baru kali ini dia nusuk, makanya saya kaget banget dia kayak gitu," ucapnya.( Baca: Polisi Sebut Korban Penusukan Wanita Tak Waras di Depok Bukan Ustaz )
(whb)