Bayi Perempuan Berusia 2 Bulan asal Langkat Dideportasi dari Malaysia

Sabtu, 10 Maret 2018 - 13:29 WIB
Bayi Perempuan Berusia...
Bayi Perempuan Berusia 2 Bulan asal Langkat Dideportasi dari Malaysia
A A A
MEDAN - Bayi perempuan asal Langkat yang masih berusia 2 bulan dideportasi KBRI Kuala Lumpur, karena ditinggal dan ditelantarkan di Rumah Sakit (RS) Tengku Ampuan Rahimah, Kelang, Malaysia. Bayi bernama Novida Putri tiba di Bandara Internasional Kualanamu (KNIA) dengan pesawat Air Asia pada Jumat, 9 Maret 2018 malam.

Bayi Novida tiba di Medan bersama pasangan Citra Novianti (28) dan Bagus M (28) beserta anaknya Nur Randah (2 bulan), serta Doris Natalia (27). Mereka semua adalah warga Dusun VII, Desa Penggalangan, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).

Keberadaan orangtua bayi Novida Putri belum diketahui karena ibunya kabur dari rumah sakit setelah melahirkan. Pihak rumah sakitlah yang mengantarkan Novida Putri ke pihak KBRI di Kuala Lumpur, Malaysia.

Selanjutnya pihak kedutaan pun mencari tahu keberadaan keluarga Novida Putri. Hasilnya diketahui jika keluarga Novida Putri berada di Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat. Setelah tiba di Bandara Kualanamu, Novida Putri akan diantarkan ke pihak keluarganya di Kabupaten Langkat.

Staf Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Medan di Bandara Kualanamu, Fuad Wahyudi didampingi Dody Manik dan M Rizal menerangkan pihaknya telah menangani lima orang warga negara indonesia yang dideportasi dari Malaysia yaitu tiga orang dewasa yang merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) non prosedural (ilegal) dan dua balita.

Menurut dia, para TKI ini pergi ke Malaysia pada 2015 lalu dengan menggunakan paspor pelancong lalu bekerja di sana. Dari tiga orang tersebut berhubungan keluarga, seorang suami, istri dan memiliki anak atas nama Nur Raudah. Sedangkan seorang lagi bayi yang lahir di Malaysia ikut dideportasi karena ibunya melarikan diri dan membiarkan putrinya di rumah sakit.

Dia menjelaskan, BP3TKI Medan hanya memfasilitasi kedatangan mereka di Bandara Kualanamu, setibanya mereka langsung didata selanjutnya diserahkan pada keluarga masing-masing. Sedangkan balita atas nama Novida Putri langsung diantarkan petugas BP3TKI ke tempat neneknya di Kecamatan Selesai Kabupaten Langkat.

"Kita sudah serah terimakan dengan petugas KBRI yang mendampingi dari Kuala Lumpur. Selanjutnya kita antarkan bayinya ke Kabupaten Langkat," jelasnya.

Sementara itu, Citra mengaku berangkat ke Malaysia melalui Tanjung Balai pada 2015 bersama suaminya Bagus M. Mereka di Malaysia bekerja di Pabrik. Begitu juga dengan Doris Natalia sehingga mereka ditangkap petugas dan akhirnya dideportasi.
(wib)
Berita Terkait
Bayi Baru Lahir Ditemukan...
Bayi Baru Lahir Ditemukan Warga, Diduga Hasil Hubungan Gelap
Warga Mamajang Digegerkan...
Warga Mamajang Digegerkan dengan Temuan Orok di Pekarangan Rumah
Geger, Jasad Bayi Tanpa...
Geger, Jasad Bayi Tanpa Tangan Dibawa dan Digigit Anjing
Bayi Perempuan Ini Ditemukan...
Bayi Perempuan Ini Ditemukan Dekat Tempat Penyimpanan Kayu Bakar
Ini Sosok Ibu Pembuang...
Ini Sosok Ibu Pembuang Bayi di Tempat Sampah yang Diamankan Polisi
Bayi Tewas di Aliran...
Bayi Tewas di Aliran Sungai Kawasan Industri Pulogadung Ternyata Korban Pembunuhan
Berita Terkini
Puluhan Siswa SMA Belajar...
Puluhan Siswa SMA Belajar Riset, AI, dan Keberlanjutan secara Langsung
6 jam yang lalu
92 WN China Pelaku Penipuan...
92 WN China Pelaku Penipuan Investasi di Batam Dideportasi, Seumur Hidup Dilarang ke Indonesia
6 jam yang lalu
UP2B Jabar Siaga 24...
UP2B Jabar Siaga 24 Jam Jaga Pasokan Listrik, Libur Sekolah Nyaman Berkat Kinerja PLN
6 jam yang lalu
Bang Jago yang Pukul...
Bang Jago yang Pukul Pengendara Motor di Jagakarsa Positif Sabu
8 jam yang lalu
3 Pelaku Penyerangan...
3 Pelaku Penyerangan yang Tewaskan 3 Polisi di Katingan Dibekuk
8 jam yang lalu
YLC-8 IKA ITS Siapkan...
YLC-8 IKA ITS Siapkan Generasi Pemimpin Adaptif Menuju Indonesia Emas 2045
9 jam yang lalu
Infografis
Kronologi Kasus Perdagangan...
Kronologi Kasus Perdagangan 25 Bayi Asal Jabar ke Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved