Atasi Banjir, Pemkot Turunkan Puluhan Pompa dan Lima Tim Petugas
Senin, 05 Maret 2018 - 19:16 WIB
Atasi Banjir, Pemkot Turunkan Puluhan Pompa dan Lima Tim Petugas
A
A
A
TANGERANG - Pemerintah Kota Tangerang menurunkan puluhan pompa dan lima tim untuk mengatasi banjir di Kecamatan Cibodas dan Kecamatan Periuk.
Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Jalan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Agus Sumarna, mengatakan, dalam rangka minimalisir banjir, pihaknya sudah siaga sejak Sabtu (3/3/2018). Adapun bentuk siaga itu adalah dengan menurunkan pompa air di Situ Bulakan ke Sarakan.
"Kami tetap bersiaga. Otomatis kami juga akan standby-kan personel lebih banyak lagi untuk mengatasi masalah banjir. Mobil pompa kami juga standby," ujar Sumarna kepada wartawan di lokasi banjir, Senin (5/3/2018).
Pihaknya sudah menurunkan lima tim ke lokasi banjir, yakni tim pintu, tim pompa, tim rehab, tim pengerukan, dan tim babat. "Seluruh tim totalnya 60 personel," ucapnya. (Baca: Imbas Air Kiriman, Dua Kecamatan di Tangerang Terendam Banjir)
Pihaknya juga memiliki pompa mobil yang sudah diturunkan di Total Persada, dan tersedia dua pompa dengan kapasitas 500 per detik. Semua pompa itu telah diturunkan untuk mengurangi genangan banjir.
"Untuk wilayah Barat, kami sebetulnya banyak sekali pompa. Di Total Persada kami ada 12 pompa, Mutiara Pluit ada 10 pompa, di Periuk Damai lima pompa, dan di Purati lima pompa. Jadi total semua ada 32 pompa," paparnya.
Menurut dia, banjir paling parah terjadi di wilayah Kecamatan Priuk. Untuk itu, pihaknya akan berkerja sama dan berkoordinasi dengan Lurah Priuk, Gembor, dan daerah yang terkena dampak banjir. (Pemkot Tangerang Masih Was-was Air Kiriman Susulan dari Bogor)
"Untuk di Cibodas hanya ada luapan dari Kali Sabi, sedikit. Arah muaranya ke sini semua, ke Situ Bulakan yang akan dibuang ke Sarakan. Dari Cibodas itu mengalir ke Sarakan semuanya," jelas Sumarna.
Ia memastikan banjir yang terjadi kali ini murni karena kiriman air dari Bogor. Sebab, cuaca di Kota Tangerang sedang cerah, dan kalaupun hujan tidak terlalu lama.
"Itukan (faktor) alam. Paling kami mengantisipasi saja agar kering lebih cepat. Di wilayah Timur ada hujan setempat, kalau Barat atau luapan Kali Angke, itu sudah tidak ada lagi saya lihat, dan berkurang," tandasnya.
Khusus di Perumahan Total Perdasa, selain dipicu debit air sungai yang meningkat akibat air kiriman dari Bogor, banjir juga diakibatkan kondisi drainase yang mampet dan buruk.
"Kami selalu fokus pada titik-titik banjir. Mungkin ada kebocoran-kebocoran yang baru bisa kami atasi setelah air kering. Tetapi memang ada kemungkinan drainase perumahan mampet," pungkasnya.
Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Jalan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Agus Sumarna, mengatakan, dalam rangka minimalisir banjir, pihaknya sudah siaga sejak Sabtu (3/3/2018). Adapun bentuk siaga itu adalah dengan menurunkan pompa air di Situ Bulakan ke Sarakan.
"Kami tetap bersiaga. Otomatis kami juga akan standby-kan personel lebih banyak lagi untuk mengatasi masalah banjir. Mobil pompa kami juga standby," ujar Sumarna kepada wartawan di lokasi banjir, Senin (5/3/2018).
Pihaknya sudah menurunkan lima tim ke lokasi banjir, yakni tim pintu, tim pompa, tim rehab, tim pengerukan, dan tim babat. "Seluruh tim totalnya 60 personel," ucapnya. (Baca: Imbas Air Kiriman, Dua Kecamatan di Tangerang Terendam Banjir)
Pihaknya juga memiliki pompa mobil yang sudah diturunkan di Total Persada, dan tersedia dua pompa dengan kapasitas 500 per detik. Semua pompa itu telah diturunkan untuk mengurangi genangan banjir.
"Untuk wilayah Barat, kami sebetulnya banyak sekali pompa. Di Total Persada kami ada 12 pompa, Mutiara Pluit ada 10 pompa, di Periuk Damai lima pompa, dan di Purati lima pompa. Jadi total semua ada 32 pompa," paparnya.
Menurut dia, banjir paling parah terjadi di wilayah Kecamatan Priuk. Untuk itu, pihaknya akan berkerja sama dan berkoordinasi dengan Lurah Priuk, Gembor, dan daerah yang terkena dampak banjir. (Pemkot Tangerang Masih Was-was Air Kiriman Susulan dari Bogor)
"Untuk di Cibodas hanya ada luapan dari Kali Sabi, sedikit. Arah muaranya ke sini semua, ke Situ Bulakan yang akan dibuang ke Sarakan. Dari Cibodas itu mengalir ke Sarakan semuanya," jelas Sumarna.
Ia memastikan banjir yang terjadi kali ini murni karena kiriman air dari Bogor. Sebab, cuaca di Kota Tangerang sedang cerah, dan kalaupun hujan tidak terlalu lama.
"Itukan (faktor) alam. Paling kami mengantisipasi saja agar kering lebih cepat. Di wilayah Timur ada hujan setempat, kalau Barat atau luapan Kali Angke, itu sudah tidak ada lagi saya lihat, dan berkurang," tandasnya.
Khusus di Perumahan Total Perdasa, selain dipicu debit air sungai yang meningkat akibat air kiriman dari Bogor, banjir juga diakibatkan kondisi drainase yang mampet dan buruk.
"Kami selalu fokus pada titik-titik banjir. Mungkin ada kebocoran-kebocoran yang baru bisa kami atasi setelah air kering. Tetapi memang ada kemungkinan drainase perumahan mampet," pungkasnya.
(thm)