Cegah Kecelakaan Konstruksi, Ini Saran Pakar Manajemen Inovasi UI

Jum'at, 02 Maret 2018 - 13:33 WIB
Cegah Kecelakaan Konstruksi,...
Cegah Kecelakaan Konstruksi, Ini Saran Pakar Manajemen Inovasi UI
A A A
JAKARTA - Rentetan kecelakaan kerja pada proyek infrastruktur di Jakarta menjadi perhatian publik belakangan ini. Wajar, kecelakaan kerja itu menyebabkan banyak korban kritis hingga meninggal dunia. Oleh karena itu, ke depan perlu dicegah kejadian serupa terulang kembali.

Pakar manajemen inovasi dari Universitas Indonesi (UI), Ali Berawi, mengatakan, langkah utama yang harus dilakukan dalam pengerjaan proyek konstruksi adalah pembenahan sistem secara menyeluruh. Termasuk di dalamnya harmonisasi, sinergi antarlintas kementerian maupun aspek manajemen.

“Terutama penyelenggara jasa dalam hal ini kontraktor, harus mampu melaksanakan pembangunan yang lebih berorientasi kepada mutu, keamanna yang baik, melaksannakan SOP (standard operating procedure), dan perencanaan secara disipilin dan konsisten,” ujar Ali di Depok, Jumat (2/3/2018).

Ali menegaskan, terdapat beberapa hal teknis yang wajib dipenuhi. Misalnya dari sisi perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan. Hal ini dibuktikan dengan equipment (peralatan) yang memiliki sertifikat layak operasi serta tenaga kerja yang kompeten. (Baca: Ini Rentetan Kecelakaan Kerja Proyek Infrastruktur di Jakarta)

Menurut dia, tidak masalah pengerjaan sebuah proyek konstruksi dilakukan percepatan atau dikebut demi mengejar target. Akan tetapi, kejar target itu harus disertai penambahan sumber daya dan biaya. Artinya, kemampuan finansial dari kontraktor, sub kontraktor, bahkan owner, harus dihitung secara tepat untuk melakukan akselerasi.

Dengan kata lain, percepatan penyelesaian proyek dimungkinkan selama didukung penambahan resources. Tanpa itu semua dan tanpa adanya disiplin, maka kemungkinan dapat menyebabkan mutu yang rendah dan kecelakaan kerja.

“Penambahan SDM (tenaga kerja) yang kompeten, harus tetap memperhatikan kompetensi, sertifikasi, dan pengetahuannya. Kemudian penambahan alat produksi. Pengerjaan yang memerlukan waktu cepat tidak berarti menurunkan standar keselamatan,” tandasnya.
(thm)
Berita Terkait
Progres Pembangunan...
Progres Pembangunan Infrastruktur LRT di Bekasi
LRT Jabodebek Catatkan...
LRT Jabodebek Catatkan Nihil Kecelakaan Kerja Sepanjang 2024
Begini Proses Evakuasi...
Begini Proses Evakuasi Gerbong LRT yang Mengalami Kecelakaan
Pekerja LRT Jatuh dari...
Pekerja LRT Jatuh dari Atas Stasiun Kuningan, Diduga Tali Pengaman Putus
Tingkatkan Daya Saing...
Tingkatkan Daya Saing Nasional dengan Pembangunan Infrastruktur
Pasca Terjadinya Kecelakaan...
Pasca Terjadinya Kecelakaan Kerja, Garis Polisi Dipasang di Proyek PLTP Dieng
Berita Terkini
Jangan Lewatkan Bebas...
Jangan Lewatkan Bebas Denda Pajak Kendaraan, Gerai Samsat Hadir di PRJ
13 menit yang lalu
MUI Kecam Keras 27 Pelaku...
MUI Kecam Keras 27 Pelaku Rudapaksa Remaja di Madura: Hukuman Berat Harus Diberlakukan
18 menit yang lalu
2 Pemuda di Depok Ditangkap,...
2 Pemuda di Depok Ditangkap, Celurit hingga Airsoft Gun Disita Polisi
49 menit yang lalu
Teknologi Pupuk Hayati...
Teknologi Pupuk Hayati Dongkrak Produktivitas Sawah di Subang, Hasil Panen Tembus 4,76 Ton per Hektare
10 jam yang lalu
Setkab Dokumentasikan...
Setkab Dokumentasikan Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Sinjai
11 jam yang lalu
Perkuat Sinergi Polri...
Perkuat Sinergi Polri dan Media lewat Padel Bhayangkara Cup 2026
11 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved