Karhutla Berkurang, Status Darurat Siaga Diturunkan Jadi Siaga

Sabtu, 24 Februari 2018 - 13:37 WIB
Karhutla Berkurang,...
Karhutla Berkurang, Status Darurat Siaga Diturunkan Jadi Siaga
A A A
KOTAWARINGIN BARAT - Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng, dalam tiga hari terakhir terus diguyur hujan ringan hingga lebat. Kondisi ini berdampak mulai hilangnya titik api (hotspot).

Kepala BPBP Kobar Hermon F Lion mengatakan, terjadinya hujan dalam tiga hari terakhir berdampak baik hilangnya hotspot di Kobar. kebakaran lahan juga sudah mulai padam, dan stutus Karlahut di Kobar yang sebelumnya berstatatus Siaga Darurat, dimungkinkan untuk turun status menjadi Siaga.

"Hotspot nihil, meski demikian tim akan terus siaga, mungkin statusnya saja yang akan berubah dari siaga darurat menjadi siaga," ujar Hermon saat dikonfirmasi awak media di kawasan lahan rawan terbakar, arah Jalan Kota Pangakalan Bun menuju Kecamatan Kotawaringin Lama, tepatnya di Km 12 Pangkalan Bun, Sabtu (24/2/2018).

Hermon menambahkan, Tim Pemadam Api masih siaga 24 jam jika dibutuhkan. Mengingat tekstur tanah yang terbakar adalah kawasan gambut dan bahaya kebakaran masih terus mengancam. "Untuk yang di lapangam kami siagakan di posko masing-masing, tapi ketika situasi nanti dibutuhkan, maka kita ke terjun kelapangan dengan kondisi siap,” katanya.

Kepala Manggala Agni Daos III Pangkalan Bun, Binsar Oktavinaus Togatorop mengatakan, untuk daerah rawan karlahut khususnya di Kobar, ada dua wilayah yang sudah dipetakan. Pertama adalah Jalan arah Kota Pangkalan Bun menuju Kecamatan Kolam, karena kiri dan kanan jalanya merupakan areal gambut dan wilayah areal pesisir pantai.

"Karena kebakaran di wilayah pesisir juga berdampak cukup berat, lantaran asap yang ditimbulkan cenderung mengarah ke dalam kota akibat tiupan angin dari laut.”

Binsar mengatakan, pihaknya memang menjaga betul wilayah Jalan Pangkalan Bun menuju Kecamatan Kolam dan pesisir pantai dari bencana Karlahut. "Daerah pantai yang menjadi perhatian kami adalah wilayah pantai Kubu, Sungai Bakau, Keraya, dan Sebuai, sedangkan di dalam Kota kami fokus di jalan Kolam," jelasnya.

Binsar menjelaskan, pada dasarnya kebakaran terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu kebakaran atas, kebakaran permukaan tanah, dan kebakaran di bawah (gambut). "Jadi pada lokasi kebakaran lahan di Km 10 sampai Km 14 dan Km 32 di jalan Kolam, yang sudah kita padamkan bersama tim kemarin, tipenya adalah kebakaran di bawah (gambut),” sebutnya.

Dia menambahkan, kebakaran gambut memang tidak terpantau langsung oleh hotspot, untuk itu diperlukan pengengecekan rutin ke lapangan pascalahan terbakar. Selain itu, dilakukan patroli bersama tim gabungan mengecek titik api baru yang disebabkan oleh kebakaran gambut yang merembet dari bawah ke lahan lainya.

"Hari ini kegitan difokuskan untuk moving up, karena kemarin pemadamaan dibantu oleh turunnya hujan. Kami lakukan pemeriksaan kembali di areal yang terbakar apakah masih ada bara api atau kemungkin lain yang bisa meyebabkan api kembali membesar,” pungkasnya.
(wib)
Berita Terkait
Kebakaran Hutan di Chile...
Kebakaran Hutan di Chile Tewaskan 40 Orang
Kebakaran California...
Kebakaran California Meluas, Muncul Titik Api Baru di West Hills
Cegah Kebakaran Hutan...
Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan, Pemkab Muba Anggarkan Rp10 Miliar
Provinsi Kanada Umumkan...
Provinsi Kanada Umumkan Keadaan Darurat Akibat Kebakaran Hutan, 24.000 Orang Dievakuasi
Kebakaran Makin Dahsyat...
Kebakaran Makin Dahsyat di Israel, 7 Pemukiman Dievakuasi
Penyebab Pendakian Belum...
Penyebab Pendakian Belum Dibuka Meski Titik Api Gunung Arjuno-Welirang Sudah Padam
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
1 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
1 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
2 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
2 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
4 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
5 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved