Kecelakaan Kerja Infrastruktur Secara Beruntun Mencoreng Dunia Konstruksi Indonesia

Selasa, 20 Februari 2018 - 13:20 WIB
Kecelakaan Kerja Infrastruktur...
Kecelakaan Kerja Infrastruktur Secara Beruntun Mencoreng Dunia Konstruksi Indonesia
A A A
JAKARTA - Peristiwa beruntun kecelakaan kerja di sejumlah proyek infrastruktur telah mencoreng dunia konstruksi Indonesia. Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan harus turun tangan dan membentuk tim task force agar kasus serupa tak terulang.

Wasekjen Partai Perindo Henky Eko Sriyantono mengatakan, percepatan permbangunan infrastruktur di sektor jalan tol dan transportasi massal seperti LRT, MRT dan DDT yang begitu masif dilakukan pemerintah saat ini sangat disayangkan juga diikuti oleh beruntunnya kecelakaan kerja di lapangan yang mengakibatkan korban jiwa maupun luka-luka. Di mulai medio pertengahan jelang akhir tahun 2017 sampai memasuki bulan kedua tahun 2018. Hampir tiap bulan secara bergantian terjadi kecelakaan kerja di sektor pembangunan jalan tol di antaranya : jalan Tol Bocimi September 2017; jalan Tol Pasuruan-Probolinggo Oktober 2017; jalan Tol Pemalang Batang Desember 2017; jalan Tol Depok-Antasari Januari 2018 dan yang terjadi hari ini adalah jalan Tol Becakayu.

Terjadi pula di proyek pembangunan dan LRT, MRT, serta DDT di waktu-waktu yang hampir bersamaan. Hal ini sangat memprihatinkan karena telah terjadi mencoreng dunia konstruksi di Indonesia. "Juga menunjukkan bahwa semangat dan niat baik pemerintah dalam percepatan pembangunan tidak dibarengi oleh penerapan SOP tentang kaidah pelaksanaan, metode kerja serta K3 secara konsisten dan ketat oleh tim proyek secara keseluruhan di lapangan "ujar Henky dalam siaran pers yang diterima SINDOnews pada Selasa (20/2/2018)

Pria yang juga menjabat sebagai Sekjen Ikatan Alumni Pasca Sarjana Manajemen Proyek Universitas Indonesia menuturkan, kejadian satu kali saja mestinya sudah cukup menjadi pelajaran agar pengelola pemegang konsesi, tim manajemen proyek baik pihak kontraktor dan konsultan pengawas dalam melaksanakan pekerjaan di lapangan mematuhi secara konsisten SOP yang sudah disepakati bersama.

Menurut Henky, kalau melihat kondisi saat ini maka departemen teknis yang terkait dalam hal ini Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan darurat harus turun tangan tidak hanya lakukan kajian mencari penyebab terjadinya kecelakaan kerja saja. Henry menyarankan, Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan perlu membentuk tim task force yang sewaktu-waktu bisa melakukan sidak serta turut melakukan pengawasan terhadap kualitas material, metode kerja, kelaikan alat yang digunakan, keahlian tenaga operator alat-alat berat, keahlian tenaga engineer lapangan, tenaga ahli konsultan pengawas serta manajemen konstruksi.

"Tentu perlu ada sanksi yang tegas dari pemerintah terhadap elemen yang terlibat dalam proyek tersebut agar lebih hati-hati dan mematuhi SOP dalam setiap proses pekerjaan di lapangan agar kejadian kecelakaan kerja selama pelaksanaan konstruksi tidak terjadi lagi di kemudian hari," ucapnya.
(poe,ars)
Berita Terkait
Pasca Terjadinya Kecelakaan...
Pasca Terjadinya Kecelakaan Kerja, Garis Polisi Dipasang di Proyek PLTP Dieng
27 Kasus Kecelakaan...
27 Kasus Kecelakaan Kerja Terjadi di PT SGS Sejak 2020
Karyawan Pabrik Kayu...
Karyawan Pabrik Kayu Lapis di Luwu Meninggal Tertarik Mesin
Perbaiki Septic Tank,...
Perbaiki Septic Tank, Wawi Tewas Tertimpa Dinding di Jagakarsa
Kecelakaan Kerja di...
Kecelakaan Kerja di Luwu Kembali Terjadi, Seorang Karyawan Meninggal Dunia
Remaja di Jakarta Rentan...
Remaja di Jakarta Rentan Kecelakaan Kerja, Diperlukan Aplikasi Layanan Kesehatan Digital
Berita Terkini
Rooting for Future,...
Rooting for Future, PAMA Bersama UGM dan OIKN Penanaman Pohon Bersama
21 menit yang lalu
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
24 menit yang lalu
Pemprov Jakarta Gelar...
Pemprov Jakarta Gelar Atraksi Budaya Betawi di CFD Rasuna Said
24 menit yang lalu
Puluhan Keluarga di...
Puluhan Keluarga di HSS Miliki Kepastian Hukum atas Tanahnya lewat Reforma Agraria Badan Bank Tanah
37 menit yang lalu
Calon Ketum PBNU Gus...
Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel
59 menit yang lalu
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Tangerang Pelajari Kelola Minyak Jelantah
3 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved