Gandeng 8 Desa, Sinar Mas Berhasil Tekan Kebakaran di Kalbar

Rabu, 14 Februari 2018 - 13:59 WIB
Gandeng 8 Desa, Sinar Mas Berhasil Tekan Kebakaran di Kalbar
Gandeng 8 Desa, Sinar Mas Berhasil Tekan Kebakaran di Kalbar
A A A
KETAPANG - Kebakaran hutan dan lahan khususnya di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) kerap menjadi masalah parah tahunan yang sulit untuk dipecahkan. Namun upaya pencegahan yang diinisiasi oleh Sinar Mas Agribusiness and Food cukup efektif.

Salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit terbesar di Indonesia ini menggandeng desa-desa di sekitar lahan sawit untuk mengatasi bersama masalah pelik ini. Upaya ini cukup berhasil.

Di wilayah Kabupaten Ketapang misalnya, titik panas bisa dikurangi hingga sekitar 700% pada tahap awal pelaksanaan program.

Pada 2015 atau saat wilayah ini dilanda kebakaran hebat hingga asapnya mengganggu penerbangan ke negara tetangga, titik panas di wilayah ini mencapai 213 lokasi.

Setelah Sinar Mas Agribusiness melalui PT Agrolestari Mandiri membuat satgas penanggulangan pada 2016 serta mengajak masyarakat setempat turut beserta aktif melakukan pencegahan, titik panas bisa berkurang hingga menjadi 23.

Bahkan pada 2017, titik panas bisa ditekan separuh lagi hingga menjadi hanya di 12 lokasi.
Penurunan drastis juga terjadi pada jumlah titik api. Tiga tahun silam titik api mencapai 158 lokasi.

Setelah Sinar Mas Agribusiness menggerakkan pencegahan lewat pogram yang dinamakan dengan Desa Makmur Peduli Api (DMPA), titik api hanya 7 lokasi.

"Program DPMA ini sangat berhasil meminimalkan kebakaran meski masyarakat Ketapang tetap waspada terhadap ancaman ini," ujar Vice President Agronomy Sinar Mas Agribusiness and Food Wilayah Kalbar Junaidi Piliang saat acara penghargaan DMPA 2017 oleh PT Agrolestari Mandiri di Sungai Kelik, Nanga Tayap, Ketapang, Rabu (14/2/2018).

Delapan desa yang menjadi rintisan program DMPA Sinar Mas berada di Kecamatan Nanga Tayap. Desa-desa itu adalah Tajok Kayong, Nanga Tayap, Lembah Hijau 1, Lembah Hijau 2, Siantau Raya, Sungai Kelik, Simpang Tiga Sembelangaan, dan Tanjung Medan.

Pelibatan masyarakat desa secara aktif ini, ujar Junaidi, penting karena selama ini kebakaran lahan lebih banyak disebabkan faktor manusia baik masyarakat desa atau pekerja perusahaan perkebunan. Bahkan jika dipersentase faktor alam sebenarnya hanya sekitar 1%.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1543 seconds (11.252#12.26)