Begini Kata Psikolog Terkait Suami Bunuh Istri dan 2 Anak Tiri

Rabu, 14 Februari 2018 - 01:41 WIB
Begini Kata Psikolog...
Begini Kata Psikolog Terkait Suami Bunuh Istri dan 2 Anak Tiri
A A A
DEPOK - Pembunuhan sadis yang dilakukan Mochtar Efendi (40) terhadap istri dan dua anak tirinya diduga akibat pelaku tidak mengetahui bagaimana cara menyelesaikan suatu masalah. Sebagai buktinya usai membunuh, pelaku berupaya melakukan bunuh diri.

Psikolog dari Universitas Pancasila (UP) Aully Grashinta menuturkan, untuk melakukan tindakan pembunuhan biasanya dilandasi oleh motif yang sangat kuat. Saat diindikasikan tidak ada keterlibatan orang di luar rumah maka bisa diduga pada kasus ini lebih pada permasalahan internal keluarga.

"Artinya memang ada persoalan internal dalam keluarga," kata Aully pada Selasa, 13 Februari 2018 kemarin. Dalam pembunuhan sadis, lanjut Shinta, ada dua yang utama yaitu masalah psikologis dan ekonomi.( Baca: Satu Keluarga Dibunuh, Korban Ditemukan Berpelukan dalam Kamar )

Masalah psikologis misalnya soal harga diri, cemburu, benci dan lainnya. Masalah ekonomi misalnya ingin menguasai harta korban atau sebab lain seperti gangguan jiwa, halusinasi dan kepercayaan (ritual). "Pada masalah ini tampaknya faktor psikologis lebih berperan," ujarnya.

Namun, lanjut Shinta perlu didalami lebih lanjut apakah seluruh korban adalah target atau sebenarnya hanya sang ibu saja yang menjadi target. Sedangkan anak-anaknya menjadi terlibat karena ada di tempat yang sama.( Baca: Gara-gara Kredit Mobil, Suami Tiri Habisi Ema dan 2 Putrinya )

"Yang pasti dorongan untuk melakukan agresi muncul kuat karena ada dorongan atau pemicu yang kuat," paparnya. Kejadian sadis ini sekarang memang banyak terjadi, karena kondisi masyarakat kita sekarang lebih berorientasi pada penyelesaian masalah secara kekerasan bahkan hingga menyebabkan kematian.

"Padahal seharusnya banyak permasalahan yang bisa diselesaikan dengan cara yang lebih baik dan solutif," katanya. Soal percobaan bunuh diri yang dilakukan pelaku, Shinta menuturkan, ini menandakan pelaku benar-benar tidak tahu bagaimana cara menyelesaikan masalah.

Sehingga satu-satunya cara terbaik menyelesaikan masalah menurut pelaku adalah dengan mengakhiri hidupnuya. "Menyesal atau lari dari jerat hukum akan lebih mendorong untuk kabur.Tapi kalau memutuskan bunuh diri juga menunjukkan bahwa sebenarnya pelaku betul-betul pada kondisi tertekan sehingga tidak bisa melihat alternatif pemecahan masalah selain mengakhiri hidupnya," ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Ini Tampang Pelaku Pembunuhan...
Ini Tampang Pelaku Pembunuhan Perempuan yang Jasadnya Dibungkus Plastik di Sukoharjo
Ini Fakta-fakta Pembunuhan...
Ini Fakta-fakta Pembunuhan Mahasiswa Kedokteran UB
Pembunuh Pengusaha Emas...
Pembunuh Pengusaha Emas di Papua Ternyata WNA Afghanistan, Pelaku Selingkuhan Istri Korban
1 Buron Kasus Vina Cirebon...
1 Buron Kasus Vina Cirebon Berhasil Diringkus Polda Jabar
Ditahan Imbang Polandia,...
Ditahan Imbang Polandia, Prancis Gagal Juara Grup
Polda Jateng Ungkap...
Polda Jateng Ungkap Kasus Pembunuhan Advokat di Cilacap, Kakak Beradik Ditangkap
Berita Terkini
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
38 menit yang lalu
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
1 jam yang lalu
Prabowo Tinjau SRMP...
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Disambut Yel-yel hingga Tari Kecak dari Siswa
2 jam yang lalu
Pramono Yakin CFD Rasuna...
Pramono Yakin CFD Rasuna Said Jadi Ikon Baru Jakarta, Dilirik Wisatawan Mancanegara
3 jam yang lalu
Gempa 5,3 Magnitudo...
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya
3 jam yang lalu
Dokter Gigi Asal Vietnam...
Dokter Gigi Asal Vietnam Buka Praktik di Ciputat Pakai Izin Tinggal Kunjungan, Endingnya Dideportasi
4 jam yang lalu
Infografis
2 Negara NATO akan Kirim...
2 Negara NATO akan Kirim Jet Tempur dan Kapal Perang ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved