Sandi Sebut Sopir Angkot Tanah Abang Ingin OK Otrip Dipercepat

Rabu, 07 Februari 2018 - 07:02 WIB
Sandi Sebut Sopir Angkot...
Sandi Sebut Sopir Angkot Tanah Abang Ingin OK Otrip Dipercepat
A A A
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus berupaya mempercepat OK Otrip di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Angkot trayek Tanah Abang sepakat dengan harga Rp3.430 per kilometer.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, program OK Otrip yang ditawarkan kepada angkot trayek Tanah Abang masih berlangsung pembicaraannya di Dinas Perhubungan. Menurutnya, pembicaraan tersebut kondusif dan bahkan mereka ingin mempercepat dari target yang diberikan selama dua bulan.

Sebab, kata Sandi, sopir dan pengusaha angkot sepakat dari segi rupiah per kilometer yang ditawarkan. Menurutnya, pembahasan lebih kepada kepastian fasilitas yang didapat dalam OK otrip, mulai dari BPJS, gaji ke-13, pengadaan mobil baru dan hubungan mereka dengan koperasi yang harus dituangkan dalam bentuk kesepakatan.

"Mungkin ada beberapa trayek nanti akan thresolds daripada dan ada minimum yang harus dipertimbangkan karena jarak trayek yang dinilai pendek," kata Sandiaga Uno di Balai Kota DKI Jakarta, kemarin.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andri Yansyah menuturkan, berdasarkan hasil pertemuan dengan para pelaku usaha dan sopir angkot bersama PT Transportasi Jakarta, Organda di kantor Dinas perhubungan, Senin 5 Februari 2018, rupiah perkilometer disepakati sementara pakai tarif yang lama, yaitu Rp 3.430. Hal itu bertujuan untuk mempercepat implementasi OK Otrip.

Selain itu, kata Andri, dalam pertemuan itu juga disepakati pembentukan tim kecil yang terdiri dari perwakilan Dinas Perhubunan, Transjakarta, Organda, Operator/Koperasi, Pemilik dan Supir angkot. Pada hari Rabu (7/2/2018), tim tersebut sudah mulai kerja, mulai dari nyusun trayek, rencana operasi, berapa armada yang dibutuhan, sampai pemberkasan. Sehingga anggota tidak bingung dan langsung mengerti.

"Jadi hasil rapat kemarin itu mempercepat pelaksanaan OK Otrip dengan membentuk tim kecil. Besok sudah mulai bekerja. Sementara tarif lama yang akan digunakan untuk mempercepat impleentasi," pungkasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike meminta, agar OK Otrip tidak membebani warga denan harus membeli kembali kartu seharga Rp40.000 dengan saldo Rp20.000. Dia menyarankan agar integrasi kartu diwujudkan dalam OK Otrip.

Dengan begitu, lanjut Yuke, masyarakat yang sudah memiliki kartu prabyar elektronik lainnya dapat menggunakan OK Otrip dan tujuan untuk memindahkan penendara pribadi ke angkutan umum dapat tercapai dengan cepat.

"OK Otrip kenapa tidak diintegrasikan dengan pembayaran elektronik jalan tol dan transportasi lain. Sehingga, integrasi moda transportasi bukan hanya terjadi di fisik, tetapi pembayaran dan jadwalnya saling terintegrasi," ungkapnya.
(mhd)
Berita Terkait
Halau PKL, 100 Personel...
Halau PKL, 100 Personel Satpol PP Dikerahkan Berjaga di Kawasan Tanah Abang
100 Personel Satpol...
100 Personel Satpol PP-Dishub Dikerahkan Jaga Ketat Kawasan Tanah Abang
Jelang Ramadan 2024,...
Jelang Ramadan 2024, Pasar Kaget Depan Stasiun Tanah Abang Dibanjiri Pembeli
Hari Ini Pasar Tanah...
Hari Ini Pasar Tanah Abang Tampak Lengang
Commuter Line Tak Berhenti...
Commuter Line Tak Berhenti di Tanah Abang, Warganet Mengeluh di Twitter
Pasar Tanah Abang Kini...
Pasar Tanah Abang Kini Lengang dan Sepi Pembeli, Belanja Lebaran Sudah Kelar?
Berita Terkini
Kemendagri: Tanggap...
Kemendagri: Tanggap Darurat Aceh Berakhir, Anggaran Pemulihan Disiapkan Rp58,9 Triliun
2 jam yang lalu
Yusril Imbau Dedi Mulyadi...
Yusril Imbau Dedi Mulyadi Tak Bikin Sayembara Tangkap Begal: Khawatir Masyarakat Jadi Main Hakim Sendiri
2 jam yang lalu
BNI Menegaskan Kedatangan...
BNI Menegaskan Kedatangan Siswa Bukan atas Arahan Petugas
4 jam yang lalu
Kemhan Sebut Insiden...
Kemhan Sebut Insiden Bus Dinas yang Diduga Kabur usai Tabrak Ojol Diselesaikan secara Damai
5 jam yang lalu
Kisah Warga Bondowoso...
Kisah Warga Bondowoso Sukarela Serahkan Lutung Jawa ke Kemenhut
5 jam yang lalu
Hati-hati! Ada Perbaikan...
Hati-hati! Ada Perbaikan Jalan di Tol Jakarta-Cikampek
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved