Anies: Puncak Banjir Kiriman Sudah Berlalu, Kini Fokus Bersih-bersih
Selasa, 06 Februari 2018 - 20:22 WIB
Anies: Puncak Banjir Kiriman Sudah Berlalu, Kini Fokus Bersih-bersih
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan tidak akan ada lagi banjir susulan dalam beberapa hari ke depan. Puncak banjir susulan sudah berlalu setelah kondisi pintu air di Bendung Katulampa, Bogor, kembali normal.
Anies mengatakan, pasca pintu air Bendung Katulampa Siaga I Senin kemarin, sejumlah wilayah di Ibu Kota mengalami banjir, khususnya di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan yang dilintasi Kali Ciliwung.
Berdasarkan informasi yang diterimanya pada Selasa (6/2/2018) pagi, sedikitnya terdapat 140 RT dan 48 RW yang terimbas langsung banjir kiriman, dengan jumlah pengungsi sekitar 6.532 jiwa. Rinciannya, sebanyak 3.900 warga di Jakarta Selatan dan 2.632 jiwa di Jakarta Timur.
Namun kini, mantan Menteri Pendidikan itu menyebutkan bahwa puncak banjir sudah terlewati lantaran kondisi pintu air Bendung Katulampa kembali ke angka 70 cm atau aman. Imbasnya, volume air di pintu Manggarai serta Kali Cilwung juga terus menurun.
"Tidak ada tanda-tanda muncul banjir kiriman tambahan. Warga tentu khawatir, tapi saya anjurkan untuk selalu melihat sumber informasi yang kredibel. Rujuk aja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, ada info lengkap di situ," ujar Anies saat mengunjungi wilayah banjir di Kebon Pala, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (6/2/2018).
Anies mengaku sejak Senin (5/2) hingga Selasa (6/2) sore, terus memantau secara langsung lokasi-lokasi yang terdampak banjir dan posko pengungsian. Ia ingin memastikan semua daerah banjir dan pengungsi mendapatkan penanganan yang cukup dan tuntas.
Menurut Anies, situasi seperti ini disebut selesai tuntas apabila warga bisa kembali ke rumah dan beraktivitas normal. Meskipun saat ini permukaan air sudah menurun tapi bukan berarti persoalan sudah selesai.
"Sejak tadi malam air sudah mulai surut. Nanti begitu mulai surut, proses pembersihan akan kita siapkan. Jadi bukan hanya memastikan pasokan makanan, bantuan medis dan sebagainya. Kami juga terjunkan tim untuk membantu membersihkan rumah, dengan karbol hingga tidak ada lagi bakteri tersisa," jelasnya.
Anies pun menyebutkan penanganan banjir kali ini pastinya berbeda dengan penanganan banjir yang terjadi pada November tahun lalu. Dimana sejumlah wilayah yang terkena banjir saat itu diakibatkan oleh hujan lokal.
Untuk penanganan banjir seperti itu, Anies menyebut akan menaturalisasi kali dan menyerap sebanyak-banyaknya ke dalam tanah agar pada musim panas tidak kekeringan dan musim hujan tidak kebanjiran.
"Untuk penanganan banjir kiriman akan kita paparkan setelah banjir saat ini selesai tuntas. Jangan bicara geser rumah di pinggiran kali dulu, mereka sedang mengalami musibah," pungkasnya.
Anies mengatakan, pasca pintu air Bendung Katulampa Siaga I Senin kemarin, sejumlah wilayah di Ibu Kota mengalami banjir, khususnya di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan yang dilintasi Kali Ciliwung.
Berdasarkan informasi yang diterimanya pada Selasa (6/2/2018) pagi, sedikitnya terdapat 140 RT dan 48 RW yang terimbas langsung banjir kiriman, dengan jumlah pengungsi sekitar 6.532 jiwa. Rinciannya, sebanyak 3.900 warga di Jakarta Selatan dan 2.632 jiwa di Jakarta Timur.
Namun kini, mantan Menteri Pendidikan itu menyebutkan bahwa puncak banjir sudah terlewati lantaran kondisi pintu air Bendung Katulampa kembali ke angka 70 cm atau aman. Imbasnya, volume air di pintu Manggarai serta Kali Cilwung juga terus menurun.
"Tidak ada tanda-tanda muncul banjir kiriman tambahan. Warga tentu khawatir, tapi saya anjurkan untuk selalu melihat sumber informasi yang kredibel. Rujuk aja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, ada info lengkap di situ," ujar Anies saat mengunjungi wilayah banjir di Kebon Pala, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (6/2/2018).
Anies mengaku sejak Senin (5/2) hingga Selasa (6/2) sore, terus memantau secara langsung lokasi-lokasi yang terdampak banjir dan posko pengungsian. Ia ingin memastikan semua daerah banjir dan pengungsi mendapatkan penanganan yang cukup dan tuntas.
Menurut Anies, situasi seperti ini disebut selesai tuntas apabila warga bisa kembali ke rumah dan beraktivitas normal. Meskipun saat ini permukaan air sudah menurun tapi bukan berarti persoalan sudah selesai.
"Sejak tadi malam air sudah mulai surut. Nanti begitu mulai surut, proses pembersihan akan kita siapkan. Jadi bukan hanya memastikan pasokan makanan, bantuan medis dan sebagainya. Kami juga terjunkan tim untuk membantu membersihkan rumah, dengan karbol hingga tidak ada lagi bakteri tersisa," jelasnya.
Anies pun menyebutkan penanganan banjir kali ini pastinya berbeda dengan penanganan banjir yang terjadi pada November tahun lalu. Dimana sejumlah wilayah yang terkena banjir saat itu diakibatkan oleh hujan lokal.
Untuk penanganan banjir seperti itu, Anies menyebut akan menaturalisasi kali dan menyerap sebanyak-banyaknya ke dalam tanah agar pada musim panas tidak kekeringan dan musim hujan tidak kebanjiran.
"Untuk penanganan banjir kiriman akan kita paparkan setelah banjir saat ini selesai tuntas. Jangan bicara geser rumah di pinggiran kali dulu, mereka sedang mengalami musibah," pungkasnya.
(thm)