Ini Cuitan Reporter BBC yang Dinilai Sakiti Hati Prajurit TNI di Asmat

Jum'at, 02 Februari 2018 - 20:06 WIB
Ini Cuitan Reporter...
Ini Cuitan Reporter BBC yang Dinilai Sakiti Hati Prajurit TNI di Asmat
A A A
AGATS - Rebecca Alice Henschke reporter BBC Indonesia mentweet (mencuit) dalam akun twitternya @rebeccahenschke yang dinilai kontroversial. Karena dinilai menyakiti hati prajurit Kesehatan TNI yang bertugas di Kabupaten Asmat, Papua.
Ini Cuitan Reporter BBC yang Dinilai Sakiti Hati Prajurit TNI di Asmat

Gadis asal Sydney, Australia ini menulis, this is the aid coming in for severely malnourished children in Papua - instant noodles, super sweet soft drinks and biscuits" sebagai keterangan dari foto yang diuploadnya.

Dimana tweetnya itu tidak sesuai dengan kenyataan. Dalam foto di dermaga speed boat itu ternyata bukan sumbangan,tapi barang barang dagangan dari pedagang asal Papua yang kebetulan menaruh dagangannya di tempat itu.
Ini Cuitan Reporter BBC yang Dinilai Sakiti Hati Prajurit TNI di Asmat

Tweetnya Rebbeca mendapat 66 Retweets dan 41 Likes yang diantaranya beragam komentar dan tanggapan seperti tweet berikut:

@HELLOHONEBI: is there any way for us to help?

@thehuntinghouse: Blankets with smallpox?

@waltonkate: Oh dear. Do you know who it was sent by?

@Elgin79609243: Free west papua..stop genocide...

Bukan hanya sekali Rebecca menulis cuitannya. Dia juga pernah menulis "Adding important NOTE: Other sources say this is NOT aid but normal supplies. Huge relief effort underway here". (anak-anak yang mengalami gizi buruk hanya diberikan coklat biskuit).

Akibat tweetnya ini,Rebecca dimintai keterangan Polres Asmat. Untuk pemeriksaan selanjutnya Rebecca dibawa ke Timika dan pemeriksaan dilanjutkan oleh pihak Imigrasi.

Sehari sebelumnya di hadapan petugas keamanan,Rebecca mengatakan bahwa tweetnya itu dipasang di akun pribadinya. Dan meminta masih diberikan kesempatan untuk melaksanakan kegiatan jurnalistik.

Rebecca adalah pemegang pasport no PA 5190398 dengan izin kunjungan jurnalistik. Selain itu Rebecca juga pemegang KITAS No 2C21JD3415-R.
Ini Cuitan Reporter BBC yang Dinilai Sakiti Hati Prajurit TNI di Asmat

"Jumat (2/2/2018) Rebecca akhirnya meninggalkan Asmat menuju Timika menggunakan pesawat untuk proses pemeriksaan lebih lanjut akibat tweet yang dilakukannya," kata Kapendam XVII/Cenderawasih Kol Inf M Aidi Nubic, kepada SINDOnews, Jumat (2/2/2018).

Hingga berita ini diturunkan, SINDOnews masih berusaha menghubungi Rebbeca terkait tweet yang dilakukannya.
(wib)
Berita Terkait
Pangdam Cenderawasih...
Pangdam Cenderawasih yang Tembus Bintang 4, Nomor 1 dan 2 Berhasil Jadi Orang Nomor Satu TNI AD
Profil Mayjen TNI Izak...
Profil Mayjen TNI Izak Pangemanan, Jenderal Kopassus Jadi Pangdam XVII/Cenderawasih
5 Fakta Menarik Izak...
5 Fakta Menarik Izak Pangemanan, Jebolan Akmil 1990 yang Jabat Pangdam XVII/Cenderawasih
TNI Buru Anggota OPM...
TNI Buru Anggota OPM yang Membunuh Warga Dekai di Yahukimo
Kodam XVII/Cenderawasih...
Kodam XVII/Cenderawasih Pastikan Penyidikan Oknum Prajurit TNI Pelaku Penganiayaann Terus Jalan
TMMD ke 109 Diadakan...
TMMD ke 109 Diadakan di Distrik Nioga dan Distrik Mulia Kabupaten Puncak Jaya
Berita Terkini
BRI Kokohkan Dominasi,...
BRI Kokohkan Dominasi, Raih Penghargaan Best Private Bank Skala Internasional
10 menit yang lalu
Peneliti MPSI: PSN Wanam...
Peneliti MPSI: PSN Wanam Jadi Penggerak Kemajuan Papua Selatan dan Ketahanan Pangan
26 menit yang lalu
Grand Opening Mitra10...
Grand Opening Mitra10 Pengayoman, Hadirkan One Stop Shopping #SelengkapItu dan Promo Menarik
34 menit yang lalu
Roy Suryo Laporkan Lechumanan...
Roy Suryo Laporkan Lechumanan dan Rismon Sianipar ke Polda Metro Jaya
58 menit yang lalu
Gapasdap Dorong Pemerintah...
Gapasdap Dorong Pemerintah Perhatikan Nasib Angkutan Pelayaran Imbas Kenaikan Dolar AS
1 jam yang lalu
Maksimalkan Potensi...
Maksimalkan Potensi Sumber Daya Mineral, Pemerintah Didorong Segera Buka Lelang WIUP Muratara
1 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved