Jumat, Sandiaga Akan Jelaskan Konsepnya ke Angkot Tanah Abang
Rabu, 31 Januari 2018 - 22:05 WIB
Jumat, Sandiaga Akan Jelaskan Konsepnya ke Angkot Tanah Abang
A
A
A
JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengaku akan menjelaskan secara detail teknis pelaksanaan kebijakan penataan Tanah Abang yang menjadi solusi bagi para sopir angkot pada Jumat 2 Februari 2018 mendatang. Terpenting, kata dia, tidak ada kesepakatan untuk membuka akses Jalan Jati baru Raya yang kini sudah meningkatkan perekonomian PKL.
Mantan Pengusaha itu menjelaskan, dalam mengambil kebijakan itu harus dapat melihat mana yang urgen dan mana yang prioritas. Menurutnya, dalam kebijakan penataan Tanah abang, yang prioritas adalah teman-teman pedagang kecil yang membutuhkan lapangan pekerjaan, termasuk para pengusaha dan sopir angkot sendiri.
"Solusinya ya memberikan peningkatan penghasilan. Tadi pertemuan pemetaan masalah, dia bilang mau dibuka jalan. Saya bilang oke kalau saya buka. Saya adakan Tanah Abang Expoler terus kamu penghasilannya nggak nambah dukung nggak? Nggak dukung. Itukan bukan solusi. Solusimya adalah kalau pendapatan mereka naik," katanya kepada wartawan di Balai Kota, Rabu (31/1/2018).
Sementara itu, salah satu perwakilan sopir, Abdul Rosyid menyatakan bahwa para sopir angkot sepakat untuk menunggu solusi dari Wakil Gubernur DKI Sandiaga pada Jumat mendatang sebelum mengambil langkah selanjutnya setelah berhasil memberhentikan operasional Tanah Abang explorer. Aksi unjuk rasa yang dilakukan para sopir di depan balai Kota pun dibubarkan.
"Pak Wagub mencari solusi supir angkot bagaimana supaya bisa masuk ke Tanah Abang. Tunggu Jumat. Puas atau tidak puas kalo belum dipenuhi ya nggak puas. Intinya tunggu aja hari jumat. Karena keputusannya hari jumat," jelasnya.
Mantan Pengusaha itu menjelaskan, dalam mengambil kebijakan itu harus dapat melihat mana yang urgen dan mana yang prioritas. Menurutnya, dalam kebijakan penataan Tanah abang, yang prioritas adalah teman-teman pedagang kecil yang membutuhkan lapangan pekerjaan, termasuk para pengusaha dan sopir angkot sendiri.
"Solusinya ya memberikan peningkatan penghasilan. Tadi pertemuan pemetaan masalah, dia bilang mau dibuka jalan. Saya bilang oke kalau saya buka. Saya adakan Tanah Abang Expoler terus kamu penghasilannya nggak nambah dukung nggak? Nggak dukung. Itukan bukan solusi. Solusimya adalah kalau pendapatan mereka naik," katanya kepada wartawan di Balai Kota, Rabu (31/1/2018).
Sementara itu, salah satu perwakilan sopir, Abdul Rosyid menyatakan bahwa para sopir angkot sepakat untuk menunggu solusi dari Wakil Gubernur DKI Sandiaga pada Jumat mendatang sebelum mengambil langkah selanjutnya setelah berhasil memberhentikan operasional Tanah Abang explorer. Aksi unjuk rasa yang dilakukan para sopir di depan balai Kota pun dibubarkan.
"Pak Wagub mencari solusi supir angkot bagaimana supaya bisa masuk ke Tanah Abang. Tunggu Jumat. Puas atau tidak puas kalo belum dipenuhi ya nggak puas. Intinya tunggu aja hari jumat. Karena keputusannya hari jumat," jelasnya.
(ysw)