Dukung OK Otrip, Organda DKI Enggan di Bawah PT Transjakarta

Kamis, 25 Januari 2018 - 07:25 WIB
Dukung OK Otrip, Organda...
Dukung OK Otrip, Organda DKI Enggan di Bawah PT Transjakarta
A A A
JAKARTA - Organda DKI Jakarta menyatakan mendukung program OK Otrip yang menjadi kebijakan Gubernur Anies Baswedan dan Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno. Namun, Organda enggan bergabung di bawah manajemen PT Transportasi Jakarta (Transjakarta).

Ketua Organda DKI Jakarta, Shafruhan Sinungan mengatakan, pada prinsipnya Organda mendukung program OK Otrip untuk melayani warga dalam bermobilitas. Namun, Organda enggan bergabung di bawah manajemen PT. Transportasi Jakarta di bawah kepemimpinan Direktur Utama Budi Kaliwono saat ini.

Alasannya, lanjut Shafruhan, manajemen PT Transportasi Jakarta sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) saat ini memposisikan diri seperti perusahaan yang mempekerjakan pengusaha angkot seenaknya. Di mana, pengusaha angkutan umum dipaksa mengikuti manajemen yang jelas merugikan pengusaha.

Salah satunya yakni, penempatan trayek dan penetapan tarif rupiah perkilometer. "PT Transjakarta itu perusahaan daerah bukan regulator. Kok tarif dan trayek seenaknya diputuskan sendiri. Kami jelas tidak mau berada di bawah manajemen mereka," kata Shafruhan kepada wartawan Rabu, 24 Januari 2018 kemarin.( Baca: OK Otrip Diyakini Jadi Solusi Kemacetan di Jakarta )

Shafruhan menuturkan, para pelaku usaha angkot yang berada di bawah naungan Organda akhirnya memilih untuk meningkatkan layanan armada di trayek existing saat ini sekaligus upaya mewujudkan Permenhub No 29/2015 tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum dalam Trayek, salah satu satunya adalah dilengkapi pendingin Air Conditioner (AC).

Sedikitnya ada sebanyak 11 unit angkot ber-AC dengan fasilitas armada baru, yang akan diluncurkan pada akhir Januari atau awal Februari ini.( Baca: Uji Coba OK Otrip, Anies Ingin Masukan dari Berbagai Pihak )

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno berterimakasih atas masukan Organda terkait OK Otrip. Menurutnya, teman-teman angkot itu merupakan pengusaha kecil yang harus dibantu untuk meningkatkan penghasilannya.

Sebenarnya, lanjut Sandi, bila bergabung dengan OK Otrip, pendapatan mereka terjamin dan mereka terintegrasi langsung dengan Transjakarta dan moda transportasi yang lain pada satu hari.

"Kita ingin mendorong dialog ini terbuka. Setiap kebijakan itu patut di monitor, dievaluasi dan kalau misalnya perlu dimodifikasi. Jadi kami mengundang masukan semua," ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Anies Integrasikan Seluruh...
Anies Integrasikan Seluruh Transportasi Umum di Jakarta Lewat Jak Lingko
Anies Pamer Penataan...
Anies Pamer Penataan Sistem Transportasi Jakarta yang Semakin Terintegrasi
Anies Permanenkan Jalur...
Anies Permanenkan Jalur Sepeda, Politikus PDIP Protes Bikin Jalur Mobil Makin Sempit
Kartu Jak Lingko Bisa...
Kartu Jak Lingko Bisa untuk Semua Moda, Netizen: Jakarta Makin Maju dan Mendunia Dipimpin Anies
Integrasi Transportasi...
Integrasi Transportasi Jabodetabek, Anies: Naik Angkutan Umum Kita Lebih Produktif
Masa Transisi PSBB,...
Masa Transisi PSBB, Angkutan Umum Beroperasi Normal, Kapasitas 50%
Berita Terkini
Kemhan Sebut Insiden...
Kemhan Sebut Insiden Bus Dinas yang Diduga Kabur usai Tabrak Ojol Diselesaikan secara Damai
42 menit yang lalu
Kisah Warga Bondowoso...
Kisah Warga Bondowoso Sukarela Serahkan Lutung Jawa ke Kemenhut
1 jam yang lalu
Hati-hati! Ada Perbaikan...
Hati-hati! Ada Perbaikan Jalan di Tol Jakarta-Cikampek
1 jam yang lalu
Menuju Smart City Tanpa...
Menuju Smart City Tanpa Kertas, Mengurai Masalah Dokumen Ganda dan Sampah di Kota Bandung
2 jam yang lalu
Pemotongan Dana Bagi...
Pemotongan Dana Bagi Hasil, Anggaran Renovasi 22 Sekolah di Jakarta Dipangkas
3 jam yang lalu
Pengemudi yang Tutup...
Pengemudi yang Tutup Pelat Nomor Ditindak Pakai Hunting System
4 jam yang lalu
Infografis
Pau Cubarsi, Pemain...
Pau Cubarsi, Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 yang Pernah Main di Solo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved