Campak dan Gizi Buruk di Papua, Kokam Siap Jadi Relawan

Senin, 22 Januari 2018 - 04:38 WIB
Campak dan Gizi Buruk...
Campak dan Gizi Buruk di Papua, Kokam Siap Jadi Relawan
A A A
JAKARTA - Campak dan kasus gizi buruk yang menimpa anak-anak di Kabupaten Asmat, Papua makin berdampak luas. Hingga Jumat 19 Januari 2017 sudah 68 anak yang tercatat meninggal dunia.

Dalam rangka merespon Kejadian Luar Biasa tersebut Muhammdiyah Disaster Management Center (MDMC)berkoordinasi dan Hasil rakor Tim Tanggap Darurat untuk Asmat masih melakukan kaji kebutuhan yang dilakukan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Timika, yang berkoordinasi dengan posko penanganan gizi buruk.

"Untuk sementara MDMC memonitor perkembangan penanganan dan mempersiapkan bantuan dukungan tim kesehatan dan logistik bilamana direkomendasikan atau dibutuhkan posko penanganan darurat gizi buruk tim MDMC siap di berangkatkan disampaikan oleh Indra tim Tanggap Darurat MDMC," kata Divisi Jaringan kerjasama MDMC PP Muhammadiyah Mashuri Masyhuda kepada SINDOnews, Minggu 21 Januari 2018.

Pria yang juga menjabat sebagai Komandan Nasional Kokam PP Pemuda Muhammadiyah itu mengaku akan berkoordinasi dengan Kader-kader kokam di Kawasan Timur Indonesia.

"Insya Allah mereka siap diberangkatkan untuk menjadi relawan berdasarkan assesment awal Tim MDMC PP Muhammadiyah," tegasnya. (Baca: 67 Anak Meninggal dan 600 Terpapar Campak dan Gizi Buruk di Asmat )

Dalam konteks One Muhammadiyah One Respon, lanjutnya, maka seluruh stakeholder Muhammadiyah yang terdiri dari berbagai elemen yang senantiasa terjun jika ada dampak bencana Alam maupun tragedi kemanusiaan seperti di Asmat.

"Kami insya Allah siap bergerak, dukungan Tim Medis dari Disaster Medicine Center (DMC) yg terdiri dari Relawan Medis yang ditugaskan oleh Rumah Sakit Muhammadiyah, dukungan personil Relawan Lapangan untuk evakuasi dan Tanggap Darurat selalu menerjunkan kader-kader Kokam terlatih," ungkapnya.

Selain itu, dukungan penggalangan donasi juga digerakkan oleh ibu-ibu Aisyiyah beserta organisasi Otonom Muhammadiyah seperti IPM ikatan Pelajar Muhammadiyah, IMM ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.

"Sinergi lintas stakeholder ini selalu dijalin dalam masa tanggap bencana. Pun demikian dengan yg terjadi di Asmat, tim Respon bencana Muhammadiyah saat ini intens berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait sebelum menurunkan tim yang simultan dalam melakukan tindakan respon," tutupnya.
(mhd)
Berita Terkait
GenIUS Expo 2025 Bahas...
GenIUS Expo 2025 Bahas Kearifan Lokal hingga Gizi Buruk
Sempat Menolak Anaknya...
Sempat Menolak Anaknya Dirawat di RS, Kini Balita Penderita Gizi Buruk Asal Pidie Jaya Mulai Ditangani di RSUDZA
Derita Gizi Buruk Sejak...
Derita Gizi Buruk Sejak Umur 5 Bulan, BB Iqbal Kini Hanya 12 Kg di Umur 19 Tahun
Edukasi Hidup Sehat...
Edukasi Hidup Sehat di Jateng Jadi Kunci Cegah Stunting
PBB: 400.000 Anak Balita...
PBB: 400.000 Anak Balita Yaman Bisa Meninggal Kelaparan Tahun Ini
Wabah Gizi Buruk Ancam...
Wabah Gizi Buruk Ancam Anak-anak Yaman
Berita Terkini
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
3 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
4 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
4 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
4 jam yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
4 jam yang lalu
15.080 Peserta Siap...
15.080 Peserta Siap Ikuti Riau Bhayangkara Run 2026
4 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved