OK Otrip Terkendala Tarif Kilometer yang Ditawarkan Transjakarta

Jum'at, 19 Januari 2018 - 06:05 WIB
OK Otrip Terkendala...
OK Otrip Terkendala Tarif Kilometer yang Ditawarkan Transjakarta
A A A
JAKARTA - Program OK Otrip yang diyakini Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dapat mengatasi kemacetan menemui kendala. Uji coba yang akan dilakukan selama tiga bulan sejak 15 Januari lalu baru menyentuh tiga dari enam trayek.

Humas PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Wibowo, mengatakan, sejak uji oba pada 15 Januari lalu, OK Otrip kini baru mencakup tiga rute, yakni Kampung Melayu-Duren Sawit, Kampung Rambutan-Pondok Gede, dan Semper-Rorotan. Sedangkan untuk tiga rute lainnya, masih dalam tahap negoisasi tarif rupiah per kilometer yang diputuskan oleh PT Transjakarta sebesar Rp3.430 per kilometer.

"Dari pandangan mata langsung di Kampung Melayu-Duren Sawit, masyarakat sudah tersosialisasi akan program OK Otrip," kata Bowo melalui pesan singkatnya.

Bowo tidak menjelaskan lebih jauh soal negoisasi tarif yang dimaksud. Namun berdasarkan informasi dari Organda DKI Jakarta, operator angkutan kecil di luar KWK, Kopamar, dan Budiluhur, keberatan dengan tarif rupiah per kilometer yang ditawarkan PT Transjakarta sebesar Rp3.430.

Mereka meminta tarif rupiah per kilometer sebesar Rp3.854 dengan estimasi perjalanan 160-165 kilometer per hari. Ditambah lagi beban operasional yang mesti dipikul pemilik angkutan, mulai dari biaya bahan bakar setiap hari, gaji sopir, dan biaya perawatan kendaraan.

Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, Andri Yansyah, mengakui belum ada penambahan trayek OK Otrip sesuai yang direncanakan dalam uji coba yakni sebanyak enam trayek. Hal ini dikarenakan belum adanya kesepakatan antara operator dengan tarif yang diputuskan dalam Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP).

Namun, kata Andri, setelah mencari tahu penyebabnya, para operator itu menilai bahwa harga rupiah perkilometer saat ini merupakan harga permanen. Padahal harga saat ini bisa dievaluasi dengan bukti item yang menjadi alasan kesepakatan tarif para operator. "Tadinya dua operator mau negoisasi lagi hari ini, tapi saya bilang sekalian saja dengan enam operator lainnya," ungkapnya.

Andri berharap dengan adanya negoisasi dan diskusi kesepakatan tarif, dalam uji coba tiga bulan dapat merangkul 11 operator OK Otrip. Dengand demikian seluruh trayek dapat direalisasikan OK Otrip. "Subsidi masih sanggup. Tahun ini diusulkan PT Transjakarta sebesar Rp3,2 triliun untuk 2.600 unit bus. Sekarang masih sekitar 1.500," ujarnya.
(thm)
Berita Terkait
Anies Integrasikan Seluruh...
Anies Integrasikan Seluruh Transportasi Umum di Jakarta Lewat Jak Lingko
Anies Pamer Penataan...
Anies Pamer Penataan Sistem Transportasi Jakarta yang Semakin Terintegrasi
Anies Permanenkan Jalur...
Anies Permanenkan Jalur Sepeda, Politikus PDIP Protes Bikin Jalur Mobil Makin Sempit
Kartu Jak Lingko Bisa...
Kartu Jak Lingko Bisa untuk Semua Moda, Netizen: Jakarta Makin Maju dan Mendunia Dipimpin Anies
Antrean Jak Lingko Bikin...
Antrean Jak Lingko Bikin Macet Tanah Abang
6 Perbedaan Jak Lingko...
6 Perbedaan Jak Lingko dan Angkot Biasa
Berita Terkini
Prabowo Tinjau SRMP...
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Disambut Yel-yel hingga Tari Kecak dari Siswa
39 menit yang lalu
Pramono Yakin CFD Rasuna...
Pramono Yakin CFD Rasuna Said Jadi Ikon Baru Jakarta, Dilirik Wisatawan Mancanegara
1 jam yang lalu
Gempa 5,3 Magnitudo...
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya
1 jam yang lalu
Dokter Gigi Asal Vietnam...
Dokter Gigi Asal Vietnam Buka Praktik di Ciputat Pakai Izin Tinggal Kunjungan, Endingnya Dideportasi
2 jam yang lalu
Pramono Akan Resmikan...
Pramono Akan Resmikan CFD Rasuna Said saat HUT Jakarta, Mayoritas Warga Minta Dilanjutkan
3 jam yang lalu
Nunggak Bayar Sewa Indekos,...
Nunggak Bayar Sewa Indekos, Motor Teman Diembat
3 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved