Antisipasi Geng Motor, Pemkot Depok Akan Lakukan Ini

Selasa, 02 Januari 2018 - 00:19 WIB
Antisipasi Geng Motor,...
Antisipasi Geng Motor, Pemkot Depok Akan Lakukan Ini
A A A
DEPOK - Untuk mengantisipasi merebaknya geng motor, Pemkot Depok akan terus berupaya menyelesaikan ketahanan pangan. Selain itu, Pemkot Depok akan menambah jumlah CCTV dan membatasi jam operasional toko.

Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad mengatakan perlu ada perubahan persepsi dalam merevitalisasi ketahanan keluarga, sehingga tidak hanya menjadi kewajiban salah satu anggota keluarga saja.

"Mewujudkan ketahanan keluarga tidak hanya tanggungjawab istri, suami, atau anak, melainkan semua harus terlibat dan bertanggung jawab," katanya kepada wartawan, Senin (1/1/2018).

Ia menambahkan keberadaan LK3 (Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga) senantiasa membantu mewujudkan keluarga yang sejahtera di Kota Depok. Keluarga harus bebas dari berbagai permasalahan agar ketahanan keluarga dapat terus terjaga.

"Seluruh volunter dan pengurus LK3, diharapkan dapat memberikan sesuatu yang berharga dalam hidup kita di dalam usaha ketahanan keluarga. Dengan keluarga yang kuat, bisa menangkal hal negatif yang ada di sekitar kita," tuturnya.

Soal geng motor, Idris menuturkan bahwa pentingnya ketahanan keluarga untuk mencegahnya. Mengingat, hampir sebagian pelaku geng motor adalah remaja dan di bawah umur. "Ketika ditanyakan kepada pelaku, ternyata anak ini broken home. Ini dilihat dari sisi ketahanan keluarga," ujarnya. (Baca: Puluhan Remaja Bersenjata Jarah Distro di Depok )

Dirinya mengungkapkan guna meminimalisir tindak kriminal, rencananya pada tahun 2018 pihaknya akan perbanyak CCTV. "Dari sisi infrastruktur tahun 2018 kita perbanyak CCTV. Untuk pemasangannya akan ditentukan bersama dengan pihak kepolisian," ungkapnya.

Selain itu ia berharap ke depan pos terpadu tiga Pilar jumlahnya diperbanyak. "Saya minta diperbanyak pos terpadu tiga pilar yang selama ini ada di kelurahan. Nantinya tidak hanya di kelurahan saja melainkan di jalan juga ada," katanya. (Baca juga: Geng Motor Serbu Minimarket di Pasar Minggu, Dompet dan Tas Pengunjung Dijarah )

Terkait aturan jam operasional toko yang buka hingga 24 jam, hingga kini khusus untuk toko non ritel belum ada aturan tentang jam operasional. "Yang sudah ada peraturannya untuk usaha ritel. Saya harap aturan jam tutup toko bisa diatur pula sehingga bisa meminimalisir aksi kejahatan," tandasnya.
(ysw)
Berita Terkait
Nekat Serang Permukiman...
Nekat Serang Permukiman Warga di Bogor, Motor Milik Gengster Dibakar Massa
Bawa Celurit, Dua Anggota...
Bawa Celurit, Dua Anggota Geng Motor di Bekasi Diciduk
Identik dengan Kriminalitas,...
Identik dengan Kriminalitas, Film Vina Cirebon Libatkan Yamaha RX King
Geng Motor Kembali Serang...
Geng Motor Kembali Serang Warga di Matraman, Gasak Satu Sepeda Motor
Geng Motor Paling Ditakuti...
Geng Motor Paling Ditakuti di Dunia, Bangun Jaringan Kejahatan Mengerikan
Pos Keamanan Perumahan...
Pos Keamanan Perumahan di Sawangan Depok Diserang Geng Motor, 4 Remaja Diamankan Polisi
Berita Terkini
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
3 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
4 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
5 jam yang lalu
2 Pencuri Kabel Rp143...
2 Pencuri Kabel Rp143 Juta di Cikarang Selatan Ditangkap saat Beraksi
7 jam yang lalu
Jangan Lewatkan Bebas...
Jangan Lewatkan Bebas Denda Pajak Kendaraan, Gerai Samsat Hadir di PRJ
8 jam yang lalu
MUI Kecam Keras 27 Pelaku...
MUI Kecam Keras 27 Pelaku Rudapaksa Remaja di Madura: Hukuman Berat Harus Diberlakukan
8 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved