Kembali Diuji Coba, Penataan Ulang Rute Angkot di Bogor Menuai Kritik

Sabtu, 30 Desember 2017 - 22:35 WIB
Kembali Diuji Coba,...
Kembali Diuji Coba, Penataan Ulang Rute Angkot di Bogor Menuai Kritik
A A A
BOGOR - Ketidaksiapan Pemkot Bogor dalam menata ulang rute (rerouting) angkutan kota (angkot) untuk mengatasi kemacetan terus dipertanyakan sejumlah pihak. Buktinya, sudah lebih dari sembilan bulan rerouting angkot tetap tak berjalan maksimal. Bahkan terkesan gaungnya hanya sebatas seremonial berupa launching saja.

Meski begitu, Pemkot Bogor kembali memaksakan melakukan rerouting enam rute baru pada Rabu, 27 Desember 2017 lalu. Ketua DPC Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bogor Muhammad Ischak AR mengatakan, pihaknya tetap mendukung dan akan terus agar rerouting dilaksanakan secara konsisten.

"Jangan sampai hanya wacana, launching saja tapi pelaksanaannya tidak ada. Kenyataan di lapangan masih banyak kekurangan. Antara lain, seharusnya di setiap titik kumpul warga, dipasang spanduk atau baliho sebagai pemberitahuan kepada masyarakat. Semisalnya di Sukasari, Bubulak, Ciawi, Baranangsiang, Jambu Dua," kata Ischak.

Tak hanya itu, Ischak menuturkan harus ada mobil humas yang berkeliling untuk memberitahukan kepada masyarakat, jika ada perubahan trayek. Kemudian, terkait logistik, seperti papan jurusan dan lainnya, harus dipersiapkan.

"Kenyataanya hingga saat ini tak ada itu. Padahal sebelum launching, kita sempat diminta mempersiapkan secara mendadak. Daripada menggantung rerouting, pengusaha angkot rugi dan nilai harga juga jatuh. Maka kita dorong untuk rerouting dilaksanakan, kita setuju, mendukung dengan catatan persiapannya matang," terangnya.

Soal penambahan jarak juga dengan tarif Rp7.000, Organda tidak memusingkannya, yang penting pelaksanaan di lapangan. Masalah tarif biar konsumen dan sopir yang menentukan. "Memang kalau tarif itu yang menentukan adalah Wali Kota. Tapi kita juga hargai mekanisme pasar," tegasnya.

Ischak juga mengkritisi terkait angkutan feeder (pengumpan) yang saat ini masih juga belum terlihat. Namun bukan berarti rerouting belum jalan. Untuk angkot yang dari dulu seperti Cimanggu, Cimahpar, rutenya tetap tidak berubah.

"Feeder yang baru ini kan buangan dari sisa yang jalur utama.Tapi kalau trayek dari dulu ada tetap, hanya berubah nomor," paparnya.
Hal senada dikeluhkan, Arman (23), salah satu pengemudi angkot trayek Trans Pakuan Koridor (TPK) 02 jurusan Bubulak-Baranangsiang-Ciawi tersebut masih merasa kagok dengan jalur baru.

Pada uji coba hari kedua Kamis, 28 Desember 2017 lalu, Arman sempat tidak sampai jalur Ciawi. Sebab, selama ini, dia hanya lewat hingga Terminal Baranangsiang yang biasanya menjadi pos terakhir angkotnya.

"Pemkot kurang sosialiasi, sehingga banyak sopir lain yang belum menghafal jalur baru. Kalaupun sudah diberi informasi oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, seharusnya ada selebaran yang berfungsi sebagai pengingat sopir," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya mengakui jika memang praktik rerouting di lapangan masih banyak masyarakat, khususnya pengemudi angkot yang bingung. Namun demikian, lanjutnya, di hari kedua uji coba kedua belum ada laporan yang menghambat pelaksanaan rerouting. "Pasti ada kebingungan, makanya sosialisasi harus digencarkan. Dua atau tiga bulan ke depan akan ada evaluasi," ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Berlakukan Ganjil Genap...
Berlakukan Ganjil Genap Motor dan Mobil dari Jumat hingga Minggu
PPKM Darurat, Kebun...
PPKM Darurat, Kebun Raya Bogor Ditutup Hingga 20 Juli 2021
Darurat Covid-19, Pemkot...
Darurat Covid-19, Pemkot Bogor Terapkan WFH 100 Persen
Pemkot Bogor Buka Hotline...
Pemkot Bogor Buka Hotline Penanganan Jenazah Corona
Kota Bogor Terapkan...
Kota Bogor Terapkan Ganjil-Genap, Ini 11 Titik Lokasi Check Point
Antibodi Tinggi, Wali...
Antibodi Tinggi, Wali Kota Bogor Bima Arya Gagal Divaksin
Berita Terkini
Pendekar 08 Kolaborasi...
Pendekar 08 Kolaborasi dengan Pemda Hadirkan Khitanan Massal Gratis
1 menit yang lalu
Polisi Tetapkan Pengirim...
Polisi Tetapkan Pengirim Teror Bom SDN Srengseng Sawah sebagai Tersangka
1 jam yang lalu
Rawat Toleransi, Rampeani...
Rawat Toleransi, Rampeani Rachman Perindo Realisasikan Aspirasi Jemaat Gereja di Mimika
2 jam yang lalu
Kronologi JPO Tendean...
Kronologi JPO Tendean Ditabrak Truk Pengangkut Alat Berat hingga Nyaris Ambruk
4 jam yang lalu
JPO Tendean yang Ditabrak...
JPO Tendean yang Ditabrak Truk Belum Dievakuasi, Polisi Tunggu Pengerahan Alat Berat
5 jam yang lalu
Universitas Yarsi Dorong...
Universitas Yarsi Dorong Budidaya Perikanan melalui Inovasi POC di Desa Mandalamekar
5 jam yang lalu
Infografis
Burung Elang Langka...
Burung Elang Langka yang Lama Hilang Terlihat Kembali di Papua
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved