Bogor Dikritik Banyak Terima Penghargaan, Ini Alasannya

Kamis, 28 Desember 2017 - 03:04 WIB
Bogor Dikritik Banyak...
Bogor Dikritik Banyak Terima Penghargaan, Ini Alasannya
A A A
BOGOR - Direktur Eksekutif Komite Pemantau Legislatif (KOPEL) Indonesia Syamsudin Alimsyah mengkritik Pemkot dan Pemkab Bogor yang banyak menerima penghargaan sepanjang 2017, akan tetapi rakyat menderita dari segi pemenuhan fasilitas pendidikan dan infrastruktur jalan.

"Ironi dua daerah ini (Kota/Kabupaten Bogor) banyak mendapatkan penghargaan, baik dari dalam maupun luar negeri bahkan dari pemerintah pusat. Apa arti sebuah penghargaan peringkat terbaik, tapi rakyatnya menderita. Saya sebut daerah ini, nyata gagal dalam membelanjakan APBD. Karena SILPA dimasing-masing daerah tinggi," katanya di Bogor, Rabu 27 Desember 2017.

Bogor Dikritik Banyak Terima Penghargaan, Ini Alasannya


Ia menyayangkan kalau alasan Wali Kota dan Bupati enggan membelanjakan APBD dan lebih memilih mengendapkan di bank karena faktor regulasi yang ketat dan khawatir melanggar hukum jika melakukan lelang karena waktu sudah mepet. (Baca: Duel ala Gladiator Terulang Lagi di Bogor, Satu Pelajar Tewas )

"Bahkan, faktanya, sekarang seperti di sengaja, di masa injury time baru mau lelang. Itu suatu modus, misalnya ketika ada yang gagal lelang dilakukan penunjukan langsung. Ada yang gagal lelang kemudian di take over kembali ke kas jadilah SILPA," ungkapnya.

Ia menyebutkan, Silpa itu, harusnya dibelanjakan untuk mengatasi berbagai persoalan, baik itu untuk membangun gedung sekolah atau jalan rusak. Tapi karena tidak jadi dibelanjakan. "Sekolah dan jalan banyak yang rusak. Kalau sudah seperti ini siapa yang dirugikan ya masyarakat," tegasnya.

Tapi, kenapa sekolah atau jalan itu tak kunjung diperbaiki juga karena mereka tak pernah merencanakan. Bagi kami adalah catatan bagi Kota dan Kabupaten Bogor ini. (Baca: Pemkot Bogor Minta Pembangunan Masjid Imam Ahmad Dihentikan Sementara )

"Kepala daerah dan DPRD harus di refleksi betul, harus dievaluasi betul. Bagi kami dua daerah ini, diatas kertas sangat bagus dalam perencanaan alokasi anggaran Rp7 triliun lebih (Kabupaten Bogor). Begitu eksekusi, ternyata Rp7 triliun itu tidak ada. Karena ada yang mengendap Rp1 triliun," katanya.

Memang betul, lanjut dia, hampir di setiap daerah ada SILPA, karena tidak otomatis ada duit untuk tahun depannya. Untuk membayar belanja rutin tahun depannya. Kalau terjadi defisit batasannya hanya 2,5 persen dari total APBD. "Alasan 2,5 persen agar ada belanja APBD yang bisa ditangani. Sama saja ketika terjadi adanya SILPA juga dibatasi. Agar menghindari adanya kepala daerah yang kerjanya mengendapkan duit. Duit mengendap yang rugi adalah rakyat," katanya.

Ia juga mempertanyakan APBD Kota Bogor hanya Rp2,3 triliun. "Bagi saya sebuah kota yang berada di penyangga ibu kota negara yang APBD nya Rp72 triliun (DKI). Masa hanya Rp2,3 triliun APBD nya. Kemanakan uang atau ABPD Jakarta. Kan banyak orang Jakarta yang tinggal di Bogor," jelasnya.

Untuk Kota Bogor, seharusnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), itu lebih tinggi dibandingkan dana transferan dari pusat. Beda dengan daerah lain, seperti Cianjur, Sukabumi atau Karawang.

"Ini Bogor, daerah transit, kita metropolitan, tempat persinggahan orang-orang ke sini. Sebetulnya sangat mudah dibaca. Ini dibutuhkan kreativitas seorang kepala daerah, kalau hanya diam saja tentu tak akan bisa," katanya.
(mhd)
Berita Terkait
Berlakukan Ganjil Genap...
Berlakukan Ganjil Genap Motor dan Mobil dari Jumat hingga Minggu
PPKM Darurat, Kebun...
PPKM Darurat, Kebun Raya Bogor Ditutup Hingga 20 Juli 2021
Ridwan Kamil Serahkan...
Ridwan Kamil Serahkan Dokumen DOB Kabupaten Bogor Barat ke Pusat
Darurat Covid-19, Pemkot...
Darurat Covid-19, Pemkot Bogor Terapkan WFH 100 Persen
Ini 4 Pendapat Soal...
Ini 4 Pendapat Soal Asal Usul Nama Bogor
Kota Bogor Terapkan...
Kota Bogor Terapkan Ganjil-Genap, Ini 11 Titik Lokasi Check Point
Berita Terkini
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
29 menit yang lalu
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
30 menit yang lalu
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
2 jam yang lalu
Judi Berkedok Game Center...
Judi Berkedok Game Center Digerebek, 69 Orang Ditangkap
3 jam yang lalu
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
3 jam yang lalu
Muscab PPP se-Papua...
Muscab PPP se-Papua Tengah, Mardiono Dorong Kolaborasi dengan Pemda untuk Sejahterakan Rakyat
4 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved