Remaja Penderita Tumor Tulang Rahang Dapat Rp10 Juta dari Relawan Kobar

Kamis, 14 Desember 2017 - 18:49 WIB
Remaja Penderita Tumor...
Remaja Penderita Tumor Tulang Rahang Dapat Rp10 Juta dari Relawan Kobar
A A A
KOTAWARINGIN BARAT - Peran media massa dan media sosial tak perlu diremehkan. Baru saja diberitakan terkait remaja miskin penderita tumor tulang rahang oleh sejumlah media, sudah mulai ada yang berempati dan memberikan bantuan biaya pengobatan. Kamis sore (14/12/2017), Diky Supratman (16) penderita tumor tulang rahang menerima segepok uang di atas piring plastik berwarna hijau dengan total Rp10 juta yang diserahkan sejumlah musisi Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng yang tergabung dalam Relawan Kobar.

“Ini kumpulan uang dari masyarakat Kotawaringin Barat, kami Relawan Kobar hanya menampungnya dengan cara mengamen di pinggir jalan. Pemberian warga berapapun kami terima untuk membantu warga yang kurang mampu. Terutama bagi warga kurang mampu yang menderita suatu penyakit dan tidak mampu berobat,” ujar Koordinator Relawan Kobar, Aba Wawan usai menyerahkan uang tersebut kepada Diky di rumahnya, Kamis (14/12/2017) sore.

Aba mengatakan, selama ini komunitas Relawan Kobar selalu konsen mengamen di pinggir jalan untuk menggalang dana dari masyarakat Kobar. “Setelah terkumpul langsung kamu serahkan kepada yang membutuhkan.”

Dengan berlinang air mata, Diky Supratman (16) warga RT 29, Jalan Ahmad Yani, Gang Baning, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat sangat berterimakasih atas bantuannya tersebut.

“Alhamdulillah, saya sangat membutuhkan uang ini untuk berobat. Terima kasih relawan Kobar,” ujarnya dengan mata berkaca kaca.

Sebelumnya, Diky Supratman (16), warga RT 29, Jalan Ahmad Yani, Gang Baning, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalteng hanya bisa pasrah dengan kondisi penyakit yang dideritanya.

Sudah 4 tahun, Diky yang mulai beranjak remaja didiagnosa oleh dokter menderita tumor tulang pada bagian rahang, diagnosa dokter tak lantas membuat anak pertama dari dua saudara pasangan Mustofa dan Marni, berputus asa.

Sejak usianya 12 tahun, tulang rahangnya terus membesar hingga sekarang. Siswa kelas III di SMP 6 Pangkalan Bun ini awalnya kerap terlihat murung dan malu saat dibawa orang tuanya ke gereja atau ke pasar oleh sang ibu, namun dia tetap tegar menghadapi kenyataan. Diky tak pernah mengeluh sedikitpun atas apa yang dirasakan.

Penyakit tumor yang membuat benjolan besar pada bagian wajahnya juga tak menurunkan semangat belajarnya, dia tetap rajin bersekolah seperti anak normal pada umumnya.

"Saya kasihan melihat kondisi anak saya, bahkan saat ke gereja atau ke pasar dia sering murung karena ejekan orang lain, tapi dia tetap tegar dan tetap semangat," ucap ibunda, Marni saat ditemui di kediamannya, Kamis (14/12/2017).

Meski sakit, Diky tak pernah meminta kepada orangtuanya untuk diobatkan ataupun mengeluh kesakitan. Diky sangat memahami kondisi ekonomi orang tuanya yang tidak mampu.

Walau begitu, upaya pengobatan bukan tak pernah dilakukan, walaupun Mustafa hanya berprofesi sebagai buruh serabutan yang penghasilannya tak menentu. Dua kali Diky dibawa ke rumah sakit namun belum mendapatkan pengobatan yang tepat.

”Anaknya memang tegar, tidak pernah meminta diobati. Mungkin Diky tahu kalau orang tuanya tidak punya biaya," ujar sang ayah Mustafa.

Sebagai orang tua dia bertekad akan mencarikan kesembuhan bagi sang buah hati, keterbatasan ekonomi tak lantas membuatnya berdiam diri.

Rencananya dia akan membawa Diky berobat ke Pulau Jawa, dia pun tak tahu dari mana nanti uang untuk biaya pengobatan, namun tekad sudah bulat, demi Diky dia pantang mundur mencari biayanya.

Tahun lalu rumah sakit di Palangkaraya tidak sanggup mengobati Diky, dan harus menjalani operasi ke Jawa. "Entah uang dari mana nanti akan kami berobatkan ke Jawa. Diky memang tidak meminta tapi sebagai orang tua tidak tega melihat kondisinya, ” timpalnya

Saat ditanya MNC Media, Diky hanya menjawab sepatah dua patah kata. Dia mengaku tidak ada rada sakit atau nyeri di bagian rahangnya itu.

“Dulu kecil dan tiba tiba sekarang sudah sebesar ini. Ini sebentar lagi libur sekolah mau berobat di Semarang Jawa Tengah. Mohon doanya biar saya bisa sembuh,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
(sms)
Berita Terkait
Rakor Kemenko PMK Bahas...
Rakor Kemenko PMK Bahas Strategi Terbaru untuk Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 2024
Menko PMK Beberkan Langkah...
Menko PMK Beberkan Langkah Strategis Penanganan Kemiskinan
DIY Provinsi Termiskin...
DIY Provinsi Termiskin di Jawa
Rapat Evaluasi Kemiskinan:...
Rapat Evaluasi Kemiskinan: Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem Menyusut
Angka Kemiskinan Perkotaan...
Angka Kemiskinan Perkotaan Jabar Naik
Mendorong Perempuan...
Mendorong Perempuan Desa Keluar dari Miskin Ekstrem
Berita Terkini
Sambangi MI Raudhatul...
Sambangi MI Raudhatul Azhar, KB Bank Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini
51 menit yang lalu
Plt Bupati Bekasi Bakal...
Plt Bupati Bekasi Bakal Evaluasi Kinerja Dirum Perumda Tirta Bhagasasi
1 jam yang lalu
Hadir di IFBC Yogyakarta...
Hadir di IFBC Yogyakarta 2026, Booth Bingxue Dipadati Calon Mitra
1 jam yang lalu
Penyelundupan 3 Ton...
Penyelundupan 3 Ton Sisik Trenggiling ke Kamboja Terbongkar, Kemenhut Buru Jaringan Internasional
1 jam yang lalu
KDM Buka Lowongan Kerja,...
KDM Buka Lowongan Kerja, Buru Begal Komisi Rp50 Juta
2 jam yang lalu
Pemkab Bogor Tegaskan...
Pemkab Bogor Tegaskan Komitmen Jalankan Putusan PTUN Bandung Terkait Sentul City
4 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved