Buku IPS Berisi Yerusalem Ibu Kota Israel, Penerbit Minta Maaf dan Siap Revisi

Rabu, 13 Desember 2017 - 14:32 WIB
Buku IPS Berisi Yerusalem...
Buku IPS Berisi Yerusalem Ibu Kota Israel, Penerbit Minta Maaf dan Siap Revisi
A A A
TANGERANG SELATAN - Jagad dunia maya beberapa hari terakhir dihebohkan dengan gambar buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sekolah dasar (SD) yang menyebut Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Atas kejadian ini, pihak penerbit menyampaikan permintaan maaf.

Penerbit buku Yudhistira mengakui kekeliruannya dalam mencantumkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada isi buku IPS SD kelas 6 tersebut. Penerbit yang berkantor pusat di daerah Ciawi, Bogor, Jawa Barat, itu selanjutnya segera merevisi isi buku pada cetakan berikutnya.

"Sehubungan dengan informasi yang berkembang belakangan ini tentang isi buku IPS kelas VI terbitan Yudhistira yang memuat bahwa ibu kota Israel adalah Yerusalem, perlu kami sampaikan bahwa kami mengambil data tersebut dari sumber internet World Population Data Sheet 2010," ujar Kepala Penerbitan Yudhistira, Dedi Hidayat, dalam surat klarifikasinya bernomor 12/Pnb-YGI/XII/2017, per tanggal 12 Desember 2017, yang ditujukan kepada para kepala sekolah dan guru.

Dedi menyebutkan, pihaknya baru mengetahui jika ternyata data tersebut masih menjadi perdebatan, dan Yerusalem sebagai ibu kota Israel belum diakui secara internasional. (Baca: Buku IPS SD Berisi Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel Heboh di Tangsel)

Buku IPS Berisi Yerusalem Ibu Kota Israel, Penerbit Minta Maaf dan Siap Revisi


"Perlu kami sampaikan juga beberapa sumber di internet juga mencantumkan hal yang sama. Berkenaan dengan hal tersebut diatas, kami mohon maaf apabila sumber yang kami ambil dianggap keliru. Kami akan melakukan perbaikan atau revisi isi buku pada cetakan berikutnya," tandasnya.

Diketahui, pada halaman 15 buku IPS kelas 6 SD itu tercantum keterangan bahwa Israel beribu kota Yerusalem. Belum diketahui sejak kapan buku itu beredar luas di sekolah-sekolah. Para netizen di media sosial pun ramai memperbincangkannya.

Di sisi lain, menanggapi kekeliruan isi buku IPS itu, pihak Komisioner Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) telah menjadwalkan pemanggilan terhadap penerbit dan Kementerian Pendidikan dan Kebudyaan (Kemendikbud).
(thm)
Berita Terkait
Letusan Kasus Pelecehan...
Letusan Kasus Pelecehan Seksual di Dunia Pendidikan Menggemparkan
Kasus Rudapaksa Dokter...
Kasus Rudapaksa Dokter PPDS, Menkes: Pendidikan Kedokteran Perlu Dibenahi
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
KPK Sebut Pendidikan...
KPK Sebut Pendidikan di Indonesia Masih Berorientasi Uang
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Berita Terkini
Kortastipidkor Polri...
Kortastipidkor Polri Datangi Ruko di Jalan Asem Cipete, Penggeledahan Lagi?
33 menit yang lalu
Kukuhkan Guru dan Karyawan...
Kukuhkan Guru dan Karyawan TK Ketilang, Rektor UIN: Seluruh Tenaga Pendidik Kini Punya Status Jelas
2 jam yang lalu
Bandar Narkoba yang...
Bandar Narkoba yang Bikin 3 Polisi Gugur di Katingan Ditangkap!
5 jam yang lalu
Yayasan Gugah Nurani...
Yayasan Gugah Nurani Indonesia Sabet CSR Award 2026 Pemkab Bekasi
6 jam yang lalu
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Pramono: Baru Dua yang Sudah Ada Angggarannya
7 jam yang lalu
Perbaikan MBG Harus...
Perbaikan MBG Harus Dimulai dari Ketepatan Sasaran hingga Transparansi Tata Kelola
7 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved