Polisi Buru Pemuda Pembunuh Pacarnya di Tangsel
Senin, 04 Desember 2017 - 11:05 WIB
Polisi Buru Pemuda Pembunuh Pacarnya di Tangsel
A
A
A
TANGERANG SELATAN - Petugas Polres Tangsel masih memburu Ridwan dan seorang temannya usia membunuh dan membawa kabur sepeda motor kekasihnya yakni, Siti Nurhayati (22). Korban tewas dengan sejumlah luka sayatan sentaja tajm di tangan dan lehernya.
Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurikho Hadi mengatakan, sejumlah saksi telah diminta keterangan termasuk Nurleha adik korban yang berada di rumah tersebut saat kejadian pembunuhan. "Korban menderita luka sayatan senjata tajam di perut, pergelangan tangan, dan leher. Pelaku juga membawa kabur motor dan handphone milik korban," kata Alexander pada Senin (4/12/2017.
Menurut Alexander, petugas masih memburu para pelaku yang telah diketahui identitasnya tersebut. "Belum bisa kita tentukan (motifnya), proses penyelidikan sedang berjalan," ujarnya.
Beberapa barang bukti yang diamankan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) antara lain, satu bilah pisau bergagang plastik warna kuning, satu gelas bekas minum, serta sebuah topi warna hitam yang diduga milik pelaku.
Perumahan Amarapura sebenarnya memiliki sistem keamanan cukup ketat, hanya ada satu akses kendaraan keluar-masuk yang berada di pos jaga bagian depan. Meskipun, ada juga jalan setapak kecil di bagi belakang yang menghubungkan dengan pemukiman lain diluar komplek.
"Kalau malam cuma ada 3 petugas yang jaga, di pos depan satu orang, yang dua lainnya keliling komplek. Tadi malam saya baru dapat laporan kejadian jam 22.30 WIB, padahal waktu saya sebelumnya keliling lewat Blok itu sepi-sepi aja, kita juga nggak tahu itu pelaku keluarnya kapan, karena kalau bawa motor atau mobil cuma bisa lewat pos depan," ungkap Masud (60), sekuriti Perumahan Amarapura.
Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurikho Hadi mengatakan, sejumlah saksi telah diminta keterangan termasuk Nurleha adik korban yang berada di rumah tersebut saat kejadian pembunuhan. "Korban menderita luka sayatan senjata tajam di perut, pergelangan tangan, dan leher. Pelaku juga membawa kabur motor dan handphone milik korban," kata Alexander pada Senin (4/12/2017.
Menurut Alexander, petugas masih memburu para pelaku yang telah diketahui identitasnya tersebut. "Belum bisa kita tentukan (motifnya), proses penyelidikan sedang berjalan," ujarnya.
Beberapa barang bukti yang diamankan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) antara lain, satu bilah pisau bergagang plastik warna kuning, satu gelas bekas minum, serta sebuah topi warna hitam yang diduga milik pelaku.
Perumahan Amarapura sebenarnya memiliki sistem keamanan cukup ketat, hanya ada satu akses kendaraan keluar-masuk yang berada di pos jaga bagian depan. Meskipun, ada juga jalan setapak kecil di bagi belakang yang menghubungkan dengan pemukiman lain diluar komplek.
"Kalau malam cuma ada 3 petugas yang jaga, di pos depan satu orang, yang dua lainnya keliling komplek. Tadi malam saya baru dapat laporan kejadian jam 22.30 WIB, padahal waktu saya sebelumnya keliling lewat Blok itu sepi-sepi aja, kita juga nggak tahu itu pelaku keluarnya kapan, karena kalau bawa motor atau mobil cuma bisa lewat pos depan," ungkap Masud (60), sekuriti Perumahan Amarapura.
(whb)