Sikap dan Pandangan Din Syamsuddin Terkait Reuni 212

Kamis, 30 November 2017 - 20:56 WIB
Sikap dan Pandangan...
Sikap dan Pandangan Din Syamsuddin Terkait Reuni 212
A A A
JAKARTA - Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin tidak akan ikut dalam Reuni 212 yang akan digelar pada Sabtu, 2 Desember 2017 mendatang di Monas, Jakarta Pusat.

Dalam siaran pers yang diterima SINDOnews pada Kamis (30/11/2017) malam, Din Syamsuddin menyampaikan sejumlah pandangan dan sikap terkait banyaknya pertanyaan tentang keikutsertaannya pada Reuni Alumni 212 mendatang. Din mengatakan, setiap dan semua orang, kelompok mempunyai hak konstitusional dan kebebasan untuk mengekspresikan pendapatnya, dalam bentuk dan degan cara apapun, termasuk melalui demonstrasi atau peringatan demonstrasi.

Kelompok pendukung Aksi 212, lanjut Din, juga mempunyai hak untuk mengaktualisasikan diri. Dan oleh karena itu gerakan mereka untuk mengadakan Reuni Aksi 212 adalah absah di alam demokrasi selama tidak menggunakan kekerasan.

"Saya tidak ikut reuni tersebut karena saya bukan alumni. Saya mempunyai pemahaman tentang permasalahan umat Islam serta pendekatan tersendiri dalam menanggulanginya dan dalam beramar makruf nahi munkar," kata Din.

Din berpandangan, izzul Islam wal Muslimin di Indonesia perlu dicapai melalui perjuangan strategis mengembangkan infrastruktur kebudayaan umat Islam. Maka diperlukan karya-karya nyata dalam meningkatkan mutu kehidupan umat Islam dalam berbagai bidang.

Maka oleh karena itu, perlu ada langkah strategis yang lebih menekankan praxisme keagamaan dari pada menampilkan mob-populisme keagamaan. Menurut Din, masalah yang dihadapi umat Islam di Indonesia adalah masih adanya kelemahan infrastruktur kebudayaan dalam berbagai bidang seperti ekonomi, pendidikan, informasi.

Maka, perjuangan yang relevan saat ini adalah mengatasi permasalahan tersebut."Semua sumber daya sebaiknya diarahkan untk memperbaiki aspek-aspek kebudayaan tadi. Oleh karena itu, saya menyarankan untuk mengubah strategi dari al-jihad lil mua'radhah (perjuangan melawan/struggle against) ke al-jihad lil muwajahah (perjuangan menghadapi/struggle for). Inilah yang saya maksud perjuangan umat Islam lebih baik mengambil bentuk orientasi praksisme (karya-karya kebudayaan) dari pada orientasi populisme (kerja-kerja kerumunan)," ucapnya.( Baca: Ini Reaksi Din Syamsuddin Soal Rencana Reuni Akbar Alumni 212 di Monas )
(whb)
Berita Terkait
Surat Bani Israil Ayat...
Surat Bani Israil Ayat 101-104 Jadi Pembuka Aksi Damai Bela Palestina di Monas
Lindungi Tenaga Kesehatan...
Lindungi Tenaga Kesehatan dan Relawan Kemanusiaan di Gaza!
Aksi Bela Palestina...
Aksi Bela Palestina Srukan Boikot Produk yang Mendukung Israel
Aksi Bela Palestina,...
Aksi Bela Palestina, Massa Banjiri Patung Kuda
Massa Aksi Bela Palestina...
Massa Aksi Bela Palestina Mulai Berkumpul di Monas
Aksi Bela Palestina...
Aksi Bela Palestina di AS Ricuh, Polisi Pukul Mundur Demonstran
Berita Terkini
4 Kombes Pol Pecah Bintang...
4 Kombes Pol Pecah Bintang dan Promosi Jabatan ke Polda dalam Mutasi Polri Juni 2026, Ini Daftar Namanya
1 jam yang lalu
Gelar Sekolah Politik,...
Gelar Sekolah Politik, Partai Perindo Perkuat Fondasi Kaderisasi Menuju Pemilu di Kabupaten Bogor
2 jam yang lalu
MUI Tegas soal Kekerasan...
MUI Tegas soal Kekerasan Santri di Lombok: Harus Diproses Hukum, Tak Boleh Diselesaikan Internal
2 jam yang lalu
Ada Konser Akbar di...
Ada Konser Akbar di Monas, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
3 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Lagi, Semburkan Kolom Abu 1.000 Meter
5 jam yang lalu
Fenomena Bediding Terjadi...
Fenomena Bediding Terjadi Lagi, BMKG: Suhu di Dieng Hampir Sentuh Titik Beku 0,7 Derajat Celsius
6 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved