Gelar Operasi Patroli Laut Jaring Wallacea, Bea Cukai Gagalkan 6 Penyelundupan

Kamis, 30 November 2017 - 16:08 WIB
Gelar Operasi Patroli...
Gelar Operasi Patroli Laut Jaring Wallacea, Bea Cukai Gagalkan 6 Penyelundupan
A A A
TARAKAN - Bea Cukai menggagalkan enam aksi penyulundupan saat menggelar Operasi Patroli Laut Jaring Wallacea di wilayah perairan timur Indonesia. Operasi ini untuk mencegah dan menindak pemasukan barang berbahaya, seperti senjata dan bahan peledak, minuman keras ilegal, hasil hutan dan barang tambang ilegal, illegal fishing, serta balepressed.

Operasi Patroli Laut Jaring wallacea melibatkan delapan satuan kerja, yaitu Direktorat Penindakan dan Penyidikan, 4 Kantor Wilayah Bea Cukai, dan 3 Pangkalan Sarana Operasi. Tim ini mengawasi 4 wilayah dan 9 sektor mulai dari perairan Kalimantan Bagian Timur, Sulawesi, Halmahera, Banda, Bali, Arafura, hingga perairan utara Papua.

Direktur Jenderal Bea Cukai, Heru Pambudi menyatakan, bahwa dalam dua periode pelaksanaan Operasi Patroli Laut Jaring Wallacea Bea Cukai tersebut, setidaknya ada enam penyelundupan yang digagalkan Bea Cukai. Pada pelaksanaan periode pertama, yaitu 10 Mei 2017 hingga 23 Juni 2017 terdapat tiga penindakan.

“Pada 11 Mei 2017 kapal Bea Cukau (BC) 30006 melakukan penindakan terhadap 2.500 karung amonium nitrat di dekat kepulauan Kangean. Penindakan kedua pada 20 Mei 2017, kapal BC 9003 berhasil melakukan penindakan terhadap kegiatan illegal fishing yang dilakukan Kapal PMN Putri IV di Laut Sulawesi. Penindakan ketiga terjadi pada 8 Juni 2017, kapal BC 9003 melakukan penindakan terhadap kapal KLM Karya Indah yang mengangkut 20 meter kubik kayu ulin,” Heru menjabarkan.

Sedangkan pada periode kedua, lanjut Heru, pelaksanaanya pada 9 Oktober 2017 hingga 22 November 2017. Satuan tugas patroli laut Bea Cukai menggagalkan tiga upaya penyelundupan. Pada 27 Oktober 2017 kapal BC 8004 berhasil melakukan penindakan kapal KLM Dekamila yang bermuatan 1.169 balepressed dan 442 sepeda bekas di pelabuhan Wuring, Maumere.

“Penindakan kedua pada 7 November 2017, kapal BC 30006 menggagalkan penyelundupan 107,2 Ton rotan. Sementara penindakan ketiga berhasil dilakukan kapal BC 30006 di perairan Tarakan atas kapal KLM Berkat Utama yang juga membawa rotan menuju Malaysia,” papar Heru.

Heru menambahkan, sampai November 2017, Bea Cukai telah melakukan penindakan terhadap 279 kasus penyelundupan dan nilai barang hasil penindakan mencapai Rp551,4 miliar. “Penerimaan Negara yang berhasil diselamatkan hingga November 2017 naik menjadi Rp425,1 miliar dibandingkan pada 2016 yang mencapai Rp113,6 miliar,” katanya.
(wib)
Berita Terkait
Pelayanan Bea dan Cukai...
Pelayanan Bea dan Cukai Dipastikan Tetap Lancar Meski Gunakan Sistem Manual
Bea Cukai Kuala Langsa...
Bea Cukai Kuala Langsa Musnahkan Komoditi Bawang Merah Ilegal
Pemerintah Resmi Menaikkan...
Pemerintah Resmi Menaikkan Cukai Rokok 10 Persen untuk Tahun Depan
Gaji dan Tunjangan Pegawai...
Gaji dan Tunjangan Pegawai Bea Cukai Berbagai Golongan, Ada Sampai Puluhan Juta Sebulan
Hapus Stigma Sarang...
Hapus Stigma Sarang Pungli, Begini Pengakuan Dirjen Bea Cukai
Jaga Perbatasan dari...
Jaga Perbatasan dari Penyelundupan, Bea Cukai Aceh Gelar Patroli Laut
Berita Terkini
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
10 jam yang lalu
Sempat Memanas, Mahasiswa...
Sempat Memanas, Mahasiswa yang Demo di Jalan Jenderal Sudirman Akhirnya Membubarkan Diri
10 jam yang lalu
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan...
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan Bubarkan Diri, Polisi Bersihkan Sampah di Depan Gedung DPR
10 jam yang lalu
15 Mahasiswa Diterima...
15 Mahasiswa Diterima di Istana Wapres Gibran usai Demo di Jalan Medan Merdeka
11 jam yang lalu
Sahroni Apresiasi Polisi...
Sahroni Apresiasi Polisi Ringkus Pelaku Penculikan Lansia di PIK: Tangkap Apa Pun Motifnya!
11 jam yang lalu
Demo Mahasiswa Belum...
Demo Mahasiswa Belum Kelar, Arus Lalu Lintas di Jalan Jenderal Sudirman Tersendat
11 jam yang lalu
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved