Cuaca Buruk, Ratusan Santri Sidogiri Terdampar di Pelabuhan Gresik
Rabu, 29 November 2017 - 19:47 WIB
Cuaca Buruk, Ratusan Santri Sidogiri Terdampar di Pelabuhan Gresik
A
A
A
GRESIK - Ratusan santri Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan asal Bawean terdampar di Pelabuhan Gresik. Akibat cuaca buruk, para santri itu harus menunda keinginan pulang ke pulau berjarak 81 mil dari Pelabuhan Gresik itu.
Informasi yang dihimpun, para santri Sidogiri itu sedianya pulang ke Bawean dengan Kapal Bahari Ekspres pada Selasa (28/11/2017). Mereka berangkat sekitar pukul 09.00 WIB dari Pelabuhan Gresik. Akibat cuaca buruk, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhanan (KSOP) melarang kapal penumpang itu berlayar.
"Sudah dua hari kami di Gresik. Rencananya berangkat Selasa kemarin, tetapi batal karena cuaca buruk," aku Abdullah (14), santri asal Desa Daun, Bawean.
Sebenarnya ada 130 santri Sidogiri yang hendak pulang ke Bawean. Sebab, mereka memang mendapat jatah libur sepekan. Kebetulan di Pulau Putri ada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Saat ini, para santri ada yang menginap di rumah saudara di Gresik. Bahkan, ada pula yang menginap di penginapan yang biasa dipakai orang-orang Bawean. Mereka hanya bisa pasrah dengan menunggu serta berdoa semoga cuaca cepat membaik.
Namun, bila sampai jatah liburan habis, dan cuaca belum membaik mereka akan balik ke pondok di Pasuruan. "Kalau gelombang tetap tinggi dan jatah kami pulang habis, terpaksa kami harus balik ke pondok," ujar Muhammad Nasrul, santri lain.
Berdasarkan data BMKG Tanjung Perak Cabang Bawean menyebutkan, ketinggian gelombang laut di perairan Pulau Bawean pada 28 dan 29 November mencapai 3 meter. Ombak diprediksi turun pada 30 November 2017, tapi ketinggian masih di atas 2 meter.
Deck Officer Kapal Bahari Ekpress, Ahmad Asrif menjelaskan, kapal terakhir berlayar pada Senin (27/11/2017) pagi. Saat cuaca masih cukup baik, ombak belum membesar seperti saat ini. "Sejak Senin kapal belum bisa berlayar lagi. Info yang kami terima, ketinggian gelombang laut mencapai 3 meter," pungkasnya.
Informasi yang dihimpun, para santri Sidogiri itu sedianya pulang ke Bawean dengan Kapal Bahari Ekspres pada Selasa (28/11/2017). Mereka berangkat sekitar pukul 09.00 WIB dari Pelabuhan Gresik. Akibat cuaca buruk, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhanan (KSOP) melarang kapal penumpang itu berlayar.
"Sudah dua hari kami di Gresik. Rencananya berangkat Selasa kemarin, tetapi batal karena cuaca buruk," aku Abdullah (14), santri asal Desa Daun, Bawean.
Sebenarnya ada 130 santri Sidogiri yang hendak pulang ke Bawean. Sebab, mereka memang mendapat jatah libur sepekan. Kebetulan di Pulau Putri ada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Saat ini, para santri ada yang menginap di rumah saudara di Gresik. Bahkan, ada pula yang menginap di penginapan yang biasa dipakai orang-orang Bawean. Mereka hanya bisa pasrah dengan menunggu serta berdoa semoga cuaca cepat membaik.
Namun, bila sampai jatah liburan habis, dan cuaca belum membaik mereka akan balik ke pondok di Pasuruan. "Kalau gelombang tetap tinggi dan jatah kami pulang habis, terpaksa kami harus balik ke pondok," ujar Muhammad Nasrul, santri lain.
Berdasarkan data BMKG Tanjung Perak Cabang Bawean menyebutkan, ketinggian gelombang laut di perairan Pulau Bawean pada 28 dan 29 November mencapai 3 meter. Ombak diprediksi turun pada 30 November 2017, tapi ketinggian masih di atas 2 meter.
Deck Officer Kapal Bahari Ekpress, Ahmad Asrif menjelaskan, kapal terakhir berlayar pada Senin (27/11/2017) pagi. Saat cuaca masih cukup baik, ombak belum membesar seperti saat ini. "Sejak Senin kapal belum bisa berlayar lagi. Info yang kami terima, ketinggian gelombang laut mencapai 3 meter," pungkasnya.
(nag)