Sterilisasi Busway, DKI Ingin Tilang Elektronik Segera Diterapkan

Selasa, 28 November 2017 - 06:05 WIB
Sterilisasi Busway,...
Sterilisasi Busway, DKI Ingin Tilang Elektronik Segera Diterapkan
A A A
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus berupaya mensterilisasikan jalur busway dengan penempatan petugas dan separator barikade beton. Namun upaya ini dinilai sia-sia tanpa didukung tindakan tegas dari kepolisian.

Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Widjiatmoko, mengatakan, selama ini pihaknya terus berupaya memastikan waktu tempuh perjalanan sesuai standar pelayanan minimum (SPM) bus Transjakarta. Upaya tersebut di antaranya menempatkan 222 petugas Dinas Perhubungan di setiap pintu masuk koridor bus sejak pukul 05.00-22.00 WIB dan membangun separator barikade beton atau movable concrete barrier (MCB) setinggi 60 cm.

Kendati demikian, kata Sigit, rendahnya kesadaran masyarakat berlalu lintas membuat sterilisasi jalur busway belum dapat berjalan maksimal. Apalagi kalau tidak dibarengi dengan ketegasan hukum kepolisian. "Kesadaran masyarakat kita berlalu lintas itu baru terjadi ketika petugas kepolisian tegas. Operasi kencang baru pada taat. Itu fenomena yang harus diakui," ujar Sigit saat dihubungi, Senin (27/11/2017) kemarin.

Untuk itu, Sigit berharap petugas kepolisian konsisten menindak tegas pelanggar jalur busway dan mempercepat penegakan hukum melalui sistem elektronik. Apalagi armada bus Transjakarta saat ini telah dipasangi kamera closed circuit television (CCTV) di depan dan belakang bus yang bisa dijadikan bukti penindakan hukum oleh kepolisian.

Konsistensi kepolisian dalam sterilisasi jalur busway saat ini, lanjut Sigit, sulit dilaksanakan lantaran sifatnya mobile dan tidak stasiuner. Jumlahnya pun hanya puluhan yang dikerjasamakan dengan Dinas perhubungan. "Makanya kami mendorong inovasi penegakan hukum secara elektronik," ungkapnya.

Terkait banyaknya kecelakaan pada seprator busway MCB, menurut Sigit hal itu terjadi karena ketidak hati-hatian dan ketidak waspadaan pengendara. Sebab, kecepatan jalan raya itu memiliki batas maksimal, tidak boleh lebih dari 50 kilometer per jam.

"Beda dengan jalan tol. Jalan raya didesign batas kecepatan maksimal. Kami terus berupaya memasang rmabu MCB, tapi nyatanya pengendara melebihi kecepatan dan tidak hati-hati. Jadi, MCB saat ini masih efektif untuk sterilisasi," ungkapnya.

Sementara itu, pengamat transportasi dari Universitas Tarumanegara, Leksmono Suryo Putranto, mengatakan, sterilisasi merupakan langkah pendukung untuk mencapai SPM dan mengurangi kecelakaan kendaraan pribadi yang tertabrak di jalur busway dan mengurangi tugas polisi.

Namun,‎ pemasangan MCB yang dilakukan sebagai separator busway bukan solusi untuk sterilisasi. Sterilisasi jalur busway akan efektif apabila frekuensi bus sesuai dengan SPM yakni sekitar 2-3 menit. Untuk itu Leksmono berharap agar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Transportasi Jakarta segera mengoptimalkan operator-operatornya sesuai dengan SPM, mengingat saat ini frekuensi bus mencapai 7 sampai 30 menit.
(thm)
Berita Terkait
Sterilisasi Gereja di...
Sterilisasi Gereja di Malang Jelang Ibadah Natal, Alat Deteksi Bom dan Anjing Pelacak Dikerahkan
Hantam Separator Busway...
Hantam Separator Busway di Kemayoran, Toyota Camry Rusak Parah
Belanda Minta Maaf karena...
Belanda Minta Maaf karena Sterilkan Orang-orang Transgender
Truk Tanah Tabrak Separator...
Truk Tanah Tabrak Separator Busway Dekat Polres Jakarta Barat
Ditlantas Polda Metro...
Ditlantas Polda Metro Jaya Amankan Porsche Penerobos Jalur Busway
Aktivitas Mulai Normal...
Aktivitas Mulai Normal dengan Sterilisasi dan Prokes Ketat
Berita Terkini
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
7 jam yang lalu
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
9 jam yang lalu
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
9 jam yang lalu
Unusa Gandeng Gapoktan...
Unusa Gandeng Gapoktan Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Petani Tuban
10 jam yang lalu
Bupati Lombok Barat...
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 7 Orang Langsung Diboyong ke Jakarta
11 jam yang lalu
Polisi Tembak Pelaku...
Polisi Tembak Pelaku Curanmor yang Melawan, Sahroni: Sudah Tepat dan Terukur!
12 jam yang lalu
Infografis
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved