Kemacetan di Manado Semakin Parah

Minggu, 26 November 2017 - 08:38 WIB
Kemacetan di Manado...
Kemacetan di Manado Semakin Parah
A A A
MANADO - Kemacetan di Kota Manado, Sulawesi Utara, semakin parah. Titik-titik macet semakin meluas hingga ke pinggiran kota yang kini telah dibangun pusat-pusat perbelanjaan.

"Macet di Kota Manado memang sudah cukup parah dan ini harus segera dicari solusinya dengan cepat," kata Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw, Minggu (26/11/2017).

Menurut dia, Manado memang membutuhkan penanganan serius agar ke depan kota ini menjadi nyaman. Apalagi dirinya telah beberapa kali terjebak kemacetan berjam-jam.

"Beberapa program untuk menangani kemacetan di Manado anggarannya sudah disetujui dewan. Pengerjaannya akan dimulai tahun depan," katanya.

Sebelumnya Wali Kota Manado Manado GS Vicky Lumentut menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Manado menyambut baik setiap kehadiran pusat perbelanjaan baru karena akan mendorong laju perekonomian Kota Manado yang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.

Kata Vicky, dibukanya pusat-pusat perbelanjaan baru selain akan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan produk-produk berkualitas dengan harga yang terjangkau juga akan mengurai kemacetan di Kota Manado.

Namun, di Kecamatan Mapanget yang kini tengah digandrungi sebagai pusat perbelanjaan baru setelah kawasan Megamall, Marina Plaza, Bahu Mall dan Manado Town Square (Mantos), justru kemacetannya semakin parah.

“Di pertigaan Kairagi, Giant Ekstra dan perempatan Transmart macetnya tak terkendali. Ini belum ada solusi apalagi tak ada traffic light di kedua lokasi itu," kata Franky, warga Mapanget.

Kata dia, mendekati Natal dan Tahun Baru kemacetan pasti makin parah. Penyebabnya, selain volume kendaraan yang meningkat, lahan parkir tidak mampu menampung kendaraan pengunjung sehingga kendaraan diparkir di sepanjang jalan utama yang menyebabkan kemacetan makin parah.

Beberapa waktu lalu, Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Sulut AKBP Deden Supriatna Manado mengatakan, kemacetan di Kota Manado dua tahun terakhir memang cukup memprihatinkan.

"Situasi di Manado cukup padat karena faktor yang memengaruhi antara lain wilayah yang sedang membangun otomatis kendaraan berat dan besar banyak yang memasuki wilayah Manado dan Sulut pada umumnya," jelasnya.

Apalagi, pertumbuhan jumlah kendaraan setiap harinya sekitar 100 kendaraan roda dua maupun empat. "Dengan demikian satu bulan hampir 3.000. Setahun jika menurut data kami 35.000 ditambah taksi online sekarang ada 25.000. Sementara pertumbuhan fasilitas jalan cuma 0.001 persen," jelasnya.

Berarti, kata dia, terjadi ketidakseimbangan. Pihaknya terus berupaya mengurai kemacetan. Selain menurunkan personel, dilakukan rekayasa lalu lintas yang tadinya dua jalur menjadi satu jalur sehingga arus lalu lintas tetap mengalir.
(zik)
Berita Terkait
Simak 7 Istilah Lalu...
Simak 7 Istilah Lalu Lintas Lucu, dari Ramlan sampai Pamer Paha
Rekayasa Lalu Lintas...
Rekayasa Lalu Lintas di Bundaran HI Berlaku Permanen
Lalin di Jakarta Sore...
Lalin di Jakarta Sore Ini Macet, Warganet: Motor Ajak Gak Gerak
Antisipasi Kemacetan,...
Antisipasi Kemacetan, Lalu Lintas Kawasan Pasar Gembrong Dialihkan
Kemacetan Lalu Lintas...
Kemacetan Lalu Lintas di Jakarta Crowded, Polantas Menyerah
Libur Natal, Arus Lalu...
Libur Natal, Arus Lalu Lintas Menuju Tempat Wisata Lembang hingga Ciwidey Padat
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
5 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
6 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
6 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
6 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
6 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
7 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved