Pendarahan Akibat DBD, 2 Bocah Blitar Tewas

Jum'at, 24 November 2017 - 16:24 WIB
Pendarahan Akibat DBD,...
Pendarahan Akibat DBD, 2 Bocah Blitar Tewas
A A A
BLITAR - Dua pengidap penyakit demam berdarah dengue shock syndrom di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, meninggal dunia. Sebelum meregang nyawa kedua korban sempat mengalami pendarahan hebat.

"Masing masing (korban) masih berusia dibawah 14 tahun," ujar Kepala Seksi Pengendalian Pemberantasan Penyakit Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Eko Wahyudi kepada wartawan.

Kedua bocah bernasib nahas itu warga Kecamatan Sanankulon dan Garum. Diduga keduanya terlambat memperoleh sentuhan medis. Saat muncul gejala panas tinggi, pusing, ingin muntah hingga timbul bintik merah di sejumlah lipatan tubuh.

Pihak keluarga masih membiarkan di rumah. Keluarga baru bergegas membawa ke rumah sakit setelah kondisi keduanya betul betul kritis. "Ya, dimungkinkan terlambat ditangani. Kondisinya sudah terlanjur parah," terang Wahyudi menyesalkan.

Wahyudi mengimbau kepada keluarga, khususnya orang tua untuk tidak memandang sebelah mata penyakit DBD. Acapkali para orang tua memandang remeh gejala suhu tinggi, pusing dan muntah. "Padahal akibatnya bisa fatal. Apalagi bila sudah terjadi pendarahan," terangnya.

Wahyudi juga mengatakan kasus kematian akibat gigitan nyamuk Aedes Aigyptie di Kabupaten Blitar relatif tinggi. Mengacu tahun sebelumnya angka kematian DBD sebesar 2,8 persen. Sementara Kementrian kesehatan menargetkan kasus kematian maksimal 2 persen. Sayangnya Wahyudi tidak memberi rincian angka.

"Kasus kematian akibat penyakit DBD masih relatif tinggi. Kita menargetkan bisa ditekan hingga satu persen," terangnya.

Wahyudi menambahkan meski angka kematian masih relatif tinggi, jumlah kasus DBD cenderung turun. Tercatat sepanjang bulan Januari hingga Oktober 2017, kasus DBD mencapai 70 kasus.

Sementara pada bulan yang sama di tahun 2016, jumlah kasus mencapai 306 kasus.

Zaenal Arifin, warga Kecamatan Wonodadi mengatakan, DBD masih menjadi kasus tahunan. Penyakit DBD masih juga muncul di setiap musim penghujan. Arifin menilai hal itu membuktikan masih banyak masyarakat yang belum memiliki kesadaran pentingnya kebersihan lingkungan.
(rhs)
Berita Terkait
Cegah DBD, Enesis Group...
Cegah DBD, Enesis Group Lakukan Edukasi di Jawa Tengah
Peran Masyarakat dalam...
Peran Masyarakat dalam Perlindungan Keluarga dari Ancaman DBD
Takeda dan Alodokter...
Takeda dan Alodokter Berkolaborasi Melawan DBD di Indonesia
Angkak dan Sari Kurma...
Angkak dan Sari Kurma Bantu Trombosit Pasien DBD Naik? Ini Faktanya!
Saat Pendemi Covid-19,...
Saat Pendemi Covid-19, Ratusan Anak di Blitar Terserang DBD
Kolaborasi Kemenkes...
Kolaborasi Kemenkes dan Takeda Edukasi Pencegahan Dini untuk Tangkal DBD
Berita Terkini
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
1 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
1 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
2 jam yang lalu
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
3 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
5 jam yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
11 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Imsakiyah Ramadan...
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H, Senin 2 Maret 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved