Soal Pembuang Limbah ke Citarum, Luhut: Yang Melanggar Libas Saja

Rabu, 22 November 2017 - 11:40 WIB
Soal Pembuang Limbah...
Soal Pembuang Limbah ke Citarum, Luhut: Yang Melanggar Libas Saja
A A A
BANDUNG - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan meminta penegak hukum menindak tegas industri yang masih membuang limbah ke Sungai Citarum. Tindakan itu perlu dilakukan untuk menyelamatkan sungai dan air laut Indonesia.

Menurut Luhut, ada sekitar 27,5 juta orang yang hidup di bantaran Sungai Citarum di Provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta. Sementara, kualitas Sungai Citarum sangat kotor dan berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat. Padi yang mengandalkan air dari sungai itu, juga dipastikan akan terkontaminasi limbah sungai. Begitu juga ikan di Cirata dan Saguling.

"Yang melanggar libas saja. Tidak usah takut. Hajar saja semuanya. Saya titip betul ke Kapolda, Pangdam, dan Gubernur. Karena ini untuk menyelamatkan generasi Indonesia di masa mendatang," jelas Luhut dalam Lokakarya Penataan Sungai Citarum di Hotel Aryadutha, Bandung, Rabu (22/11/2017).

Menurut dia, penangangan Sungai Citarum harus melibatkan semua pihak dan menjadi tanggung jawab bersama melibatkan lembaga pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat luas. Termasuk industri yang harus memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan tidak membuang limbah ke sungai.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan, berbagai persoalan masih terjadi di Sungai Citarum yang memiliki panjang 269 kilometer, seperti persoalan sedimentasi yang mencapai 7.900 ton/hektare. "Itu data tahun 2010, sekarang mungkin sudah naik tujuh kali lipat," katanya.

Selain persoalan sedimentasi, di sekitar Sungai Citarum juga terdapat sekitar 2.822 industri besar dan kecil. Persoalannya, tidak sedikit dari industri itu yang membuang limbah ke sungai. Tercatat, sekitar 280 ton limbah yang dibuang ke Citarum per harinya. Sekitar 29.000 ekor sapi yang dipelihara di sekitar Citarum menghasilkan 400 ton limbah per hari.

"Untuk sampah padat kita coba selesaikan dan sedikit demi sedikit berhasil. Tapi sampah industri belum," kata dia.
(zik)
Berita Terkait
Parah! 33 Ton Limbah...
Parah! 33 Ton Limbah Medis Berbahaya RSUD Natuna Menumpuk Selama 15 Tahun
Atasi Masalah Lingkungan,...
Atasi Masalah Lingkungan, PPLI Tekankan Pemusnahan Limbah Medis
Jokowi Minta 18.000...
Jokowi Minta 18.000 Ton Limbah Medis Covid-19 Dihancurkan
Limbah B3 Medis Covid-19...
Limbah B3 Medis Covid-19 Capai 18 Juta Ton, Luhut: Sangat Bahaya Tak Ada Waktu Main-main!
Hanya 13 Perusahaan...
Hanya 13 Perusahaan Miliki Izin Buang Limbah ke Sungai
Limbah Dibuang ke Sungai...
Limbah Dibuang ke Sungai Cisadane, Diduga dari Pengepul Plastik Bekas
Berita Terkini
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Tinggi Kolom Abu 1.400 Meter
19 menit yang lalu
Profil Irjen Pol Ruddi...
Profil Irjen Pol Ruddi Setiawan, Lulusan Akpol 1996 yang Kini Menjadi Kapolda Aceh
1 jam yang lalu
Kementan Dukung Pengembangan...
Kementan Dukung Pengembangan 5.000 Indukan Ayam ALOPE UNHAS-1
7 jam yang lalu
Kebakaran TPA Jatiwaringin...
Kebakaran TPA Jatiwaringin Dinilai Alarm Keras Tata Kelola Sampah, DPR: Open Dumping Tak Bisa Ditoleransi
9 jam yang lalu
Kakanwil Imigrasi Bali...
Kakanwil Imigrasi Bali Felucia Sengky Ratna Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan
10 jam yang lalu
Serahkan Jenazah Pilot...
Serahkan Jenazah Pilot PT AMA, Pangkogabwilhan III Kutuk Keras Penembakan Pelayan Kemanusiaan
10 jam yang lalu
Infografis
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved