Fasilitas LIPI Minim, Penelitian Laut Dalam di Ambon Tak Optimal

Jum'at, 10 November 2017 - 13:55 WIB
Fasilitas LIPI Minim,...
Fasilitas LIPI Minim, Penelitian Laut Dalam di Ambon Tak Optimal
A A A
AMBON - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wilayah Ambon dinilai kurang optimal melakukan penelitian terhadap laut dalam. Ini disebabkan minimnya fasilitas pendukung sehingga aktivitas penelitian terbatasi.

Kondisi ini terungkap saat delegasi kunjungan kerja Komisi VII berkunjung ke Kota Ambon, Maluku, Rabu 1 November 2017. Anggota Komisi VII Bara Hasibun mengatakan, pihaknya akan memberi dukungan fasilitas baru untuk penelitian laut dalam, ”Kami mendukung dengan adanya fasilitas baru seperti kapal untuk LIPI yang ada di kota Ambon. Ini untuk memajukan penelitian laut dalam,” katanya.

Salah satu yang menjadi perhatian Komisi VII adalah kapal riset Baruna Jaya VII yang dimiliki LIPI. Kapal ini digunakan untuk melakukan riset di wilayah perairan dengan kedalaman 1.000 meter di bawah permukaan laut. Namun kapal yang berusia 17 tahun tersebut sudah tidak optimal lagi digunakan untuk penelitian di perairan Indonesia timur, khususnya Maluku.

Dengan melihat karateristik Maluku yang memiliki 98% lautan dan 2% daratan ini, Komisi VII menanggapi serius permintaan fasilitas baru untuk LIPI Ambon. Tujuannya agar wilayah Indonesia timur dapat menjadi pusat penelitian laut dalam dan dapat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

“Hal ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah untuk meningkatkan potensi laut kita yang sesuai dengan karakteristik Maluku. Maka dari itu, kami segera menindaklanjuti permintaan fasilitas baru seperti kapal demi kemajuan penelitian,” tuturnya.

Dengan adanya kapal baru nanti, politisi PAN itu, berharap LIPI akan menjadi lembaga penelitian yang selalu berinovasi bagi Indonesia dan manfaatnya dapat dirasakan oleh rakyat banyak. Selain itu, dia juga berharap penelitian itu akan terus dilakukan oleh seluruh daerah sesuai karakteristik wilayahnya.

Contohnya wilayah Jawa untuk penelitian pertanian, Kalimantan untuk sumber daya mineral, dan Maluku untuk perikanan. Dengan demikian hasil penelitian nantinya berdampak positif untuk warga sekitar dan umumnya masyarakat Indonesia.

Kepala Biro Perencanaan LIPI Maluku Zarnal Arifin, mengungkapkan, kondisi mesin kapal Baruna Jaya VII semakin tua sehingga tidak efisien dan boros bahan bakar. Selain itu juga beberapa perangkat kapalnya sulit ditemukan karena tidak dijual lagi. “Spare parts-nya sudah tidak dijual lagi sehingga kami cukup sulit untuk mengganti part yang sudah rusak,” ujarnya.
(poe)
Berita Terkait
DPR Kumandangkan Lagu...
DPR Kumandangkan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya Setiap Pagi
Anggota DPR Bakal Dapat...
Anggota DPR Bakal Dapat Tanda Penghargaan Jelang Purnatugas
18 Negara dengan Gaji...
18 Negara dengan Gaji Anggota DPR Tertinggi di Dunia
Ini Rincian Gaji Anggota...
Ini Rincian Gaji Anggota DPR Jadi Rp65,5 Juta usai Pemangkasan
Para Guru Besar Desak...
Para Guru Besar Desak DPR Usut Dugaan Penyalahgunaan Kekuasaan Eksekutif
Profil Rahayu Saraswati,...
Profil Rahayu Saraswati, Keponakan Prabowo yang Mundur dari DPR
Berita Terkini
118 Mangrove Rusak di...
118 Mangrove Rusak di Riau, Kapolda: Tidak Ada Ruang bagi Pelaku
1 jam yang lalu
Penahanan Babe Aldo...
Penahanan Babe Aldo di Polda Kalsel, Pengacara Mencium Dugaan Ada Pesanan
1 jam yang lalu
Perkuat Desa Bugisan...
Perkuat Desa Bugisan Klaten, Pendapatan UMKM di Wisata Candi Plaosan Meningkat
1 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 5,5...
Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Sarmi Papua Sore Ini
2 jam yang lalu
Bandung Jadi Tuan Rumah...
Bandung Jadi Tuan Rumah Perdana Erafone Run 2026, Targetkan 2.000 Peserta
2 jam yang lalu
Tokoh Masyarakat Merauke:...
Tokoh Masyarakat Merauke: PSN Wanam Harus Jamin Masa Depan Pendidikan Anak
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved