Sempat Terjebak Cuaca Buruk, 9 Pendaki Kelud Ditemukan Selamat
Selasa, 07 November 2017 - 18:53 WIB
Sempat Terjebak Cuaca Buruk, 9 Pendaki Kelud Ditemukan Selamat
A
A
A
BLITAR - Sembilan orang pendaki luar kota terjebak cuaca buruk di Gunung Kelud. Sembilan orang yang mendaki lewat jalur Desa Tulungrejo, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar ini sempat hilang kontak. Beberapa diantaranya bahkan sempat jatuh sakit. Akibatnya kesembilan orang itu tidak mampu turun ke bawah.
Para pendaki baru bisa turun setelah petugas memberikan pertolongan dan melakukan evakuasi. "Evakuasi berhasil dilakukan pada Senin malam 6 November 2017 sekitar pukul 22.30 WIB, " ujar Kapolres Blitar AKBP Slamet Waloya kepada wartawan, Selasa (7/11/2017).
Kesembilan pendaki itu adalah Ani Puji warga Mojokerto, Santi warga Mojokerto, Niswa warga Lamongan, Raka dan Nani warga Sidoarjo, Agus warga Tuban, Andriano, serta Arik Suefendi warga Desa Kruwuk, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.
Mereka mendaki sejak Senin pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Diduga mereka tidak begitu mengenal jalur pendakian dari sisi Kabupaten Blitar. Selain itu mereka diduga juga mengabaikan situasi cuaca buruk. Kendati terseok seok, mereka berhasil mencapai puncak gunung yang mengalami erupsi pada 13 Februari 2014 lalu.
Para petugas menemukan pendaki dalam kondisi kelelahan di kawasan Bukit Sumbing, tidak jauh dari kawah Kelud. Menurut Slamet dua orang pendaki langsung dievakuasi melalui jalur Blitar. Sedangkan tujuh orang lainya dievakuasi melalui jalur Kabupaten Kediri.
"Dalam proses evakuasi ini kita berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kediri, "terangnya. Dua orang yang dievakuasi melalui jalur Blitar sempat dirawat di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Meski kedinginan dan kelelahan, kondisi para pendaki secara umum sehat.
Menurut Slamet, setelah kondisinya dipastikan kembali bugar, petugas memperbolehkan para pendaki untuk pulang ke rumah masing masing. Budi Yuantoro salah seorang penghobi naik gunung asal Blitar menilai para pendaki kurang memiliki persiapan.
Memang, akses menuju Kelud melalui Kabupaten Blitar lumayan terjal. Namun jalur yang ada relatif tidak menyesatkan. "Sebab pasca erupsi Kelud pepohonan tidak lagi lebat. Mungkin ini hanya masalah kurang persiapan dan kurang memahami medan saja, " tuturnya.
Para pendaki baru bisa turun setelah petugas memberikan pertolongan dan melakukan evakuasi. "Evakuasi berhasil dilakukan pada Senin malam 6 November 2017 sekitar pukul 22.30 WIB, " ujar Kapolres Blitar AKBP Slamet Waloya kepada wartawan, Selasa (7/11/2017).
Kesembilan pendaki itu adalah Ani Puji warga Mojokerto, Santi warga Mojokerto, Niswa warga Lamongan, Raka dan Nani warga Sidoarjo, Agus warga Tuban, Andriano, serta Arik Suefendi warga Desa Kruwuk, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.
Mereka mendaki sejak Senin pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Diduga mereka tidak begitu mengenal jalur pendakian dari sisi Kabupaten Blitar. Selain itu mereka diduga juga mengabaikan situasi cuaca buruk. Kendati terseok seok, mereka berhasil mencapai puncak gunung yang mengalami erupsi pada 13 Februari 2014 lalu.
Para petugas menemukan pendaki dalam kondisi kelelahan di kawasan Bukit Sumbing, tidak jauh dari kawah Kelud. Menurut Slamet dua orang pendaki langsung dievakuasi melalui jalur Blitar. Sedangkan tujuh orang lainya dievakuasi melalui jalur Kabupaten Kediri.
"Dalam proses evakuasi ini kita berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kediri, "terangnya. Dua orang yang dievakuasi melalui jalur Blitar sempat dirawat di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Meski kedinginan dan kelelahan, kondisi para pendaki secara umum sehat.
Menurut Slamet, setelah kondisinya dipastikan kembali bugar, petugas memperbolehkan para pendaki untuk pulang ke rumah masing masing. Budi Yuantoro salah seorang penghobi naik gunung asal Blitar menilai para pendaki kurang memiliki persiapan.
Memang, akses menuju Kelud melalui Kabupaten Blitar lumayan terjal. Namun jalur yang ada relatif tidak menyesatkan. "Sebab pasca erupsi Kelud pepohonan tidak lagi lebat. Mungkin ini hanya masalah kurang persiapan dan kurang memahami medan saja, " tuturnya.
(sms)