Dampingi Keluarga Korban Ledakan Pabrik Petasan, Ini Kata Psikolog

Jum'at, 03 November 2017 - 23:31 WIB
Dampingi Keluarga Korban...
Dampingi Keluarga Korban Ledakan Pabrik Petasan, Ini Kata Psikolog
A A A
JAKARTA - Keluarga korban ledakan di pabrik kembang api, Kosambi, Tangerang, mengaku sudah pasrah dengan kejadian itu. Namun, keluarga korban masih berharap ingin bertemu dengan anggota keluarganya walaupun sudah dalam keadaan tak utuh.

"Mereka sudah senang kalau ketemu sama jenazah meski enggak utuh lagi. Tapi harapan kembali ke rumah meski dengan wujud enggak utuh itu," ujar Psikolog Mabes Polri Fransiska Susi di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (3/11/2017).

Psikolog yang mendampingin keluarga korban dari Mabes Polri ini mengatakan, bersama kelima rekannya melakukan pendampingan keluarga korban hanya sampai pada penyerahan jenazah salah satu keluarganya yang menjadi korban di pabrik milik PT Panca Buana Cahaya Sukses.

Para keluarga yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya dalam insiden ledakan tersebut mengaku hanya ingin mengetahui kepastian kondisi keluarganya. Kebanyakan dari mereka yang dirudung duka mendalam itu ketika telah mengetahui kondisi keluarganya malah ingin melihat langsung kondisi jenazahnya.

Goncangan psikis pun bisa terjadi saat informasi tersebut tersampaikan di telinga keluarga korban. Namun begitu, tim psikolog ini bertugas untuk menampung keluh kesah mereka sekaligus meredam goncangan psikis untuk kembali bangkit dan menerima kenyataan pahit itu.

"Kebanyakan mereka nangis kalau sedikit mengungkit korban," katanya.

"Keluarga pingin lihat jenazahnya tapi dari DVI sendiri jenazah tak berwujud utuh jadi ya sebaiknya mereka ingat yang bagus saja deh daripada melihat (jenazah) enggak utuh," tuturnya.

Menurutnya, rasa duka karena kehilangan anggota keluarga merupakan sesuatu yang wajar. Namun begitu, semuanya tergantung dari penerimaan individu masing-masing.

"Tiga bulan setelah kehilangan keluarga, perasaan nangis sedih itu wajar, berjalan waktu mereka bisa menerima dengan kegiatan sehari jadi jangan mengundurkan diri dari rutinitas karena bisa mengurangi sedih. Jadi 3 bulan itu masih duka," tuturnya.
(mhd)
Berita Terkait
Kebakaran Hebat Hanguskan...
Kebakaran Hebat Hanguskan Pabrik Cat di Tangerang, Sempat Terjadi Ledakan
Kronologis Kebakaran...
Kronologis Kebakaran Hebat di Cipondoh, Diduga Akibat Ledakan Saluran Gas Bocor
Diduga Korsleting Listrik,...
Diduga Korsleting Listrik, Rumah di Teluknaga Terbakar Disertai Ledakan
Lapak Barang Bekas Terbakar...
Lapak Barang Bekas Terbakar di Kawasan Green Lake City, 12 Unit Damkar Dikerahkan
Saksi Ahli: Ada Unsur...
Saksi Ahli: Ada Unsur Abai Keamanan Kelistrikan di Kasus Kebakaran Lapas Tangerang
Deretan Kasus Kebakaran...
Deretan Kasus Kebakaran Lapas di Indonesia
Berita Terkini
Pramono Perintahkan...
Pramono Perintahkan Investigasi Kasus Pemotongan Kabel Lift JPO Lenteng Agung
44 menit yang lalu
Selain Resmikan RSUD,...
Selain Resmikan RSUD, Prabowo Diagendakan Menghadiri Munas Hipmi di Lampung
2 jam yang lalu
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
2 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter di Atas Puncak
2 jam yang lalu
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
3 jam yang lalu
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Hapus Sanksi Administratif PKB dan BBNKB
3 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved