Temui Ribuan Buruh, Sandi Akui Banyak Tekanan Tetapkan UMP DKI
Selasa, 31 Oktober 2017 - 17:06 WIB
Temui Ribuan Buruh, Sandi Akui Banyak Tekanan Tetapkan UMP DKI
A
A
A
JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salauddin Uno menemui ribuan buruh yang sejak pagi tadi berunjuk rasa di depan Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Sandiaga menyebut banyak tekanan dalam mengambil keputusan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang rencananya diumumkan sore ini.
Sandiaga meminta agar para buruh menyiapkan langkah untuk berjuang bersama-sama dan tidak boleh terpecah belah demi menghadirkan sesuatu yang lebih baik dan diterima semua pihak. Sebab, kata dia, tidak mudah memimpin Jakarta selama lima tahun ke depan tanpa adanya persatuan.
"Doakan agar kita tetap amanah istiqomah. Banyak sekali tekanan. Tapi semoga kita bisa menghadirkan kebijakan yang lebih baik. Aspirasi akan kami terima dan pertimbangkan," kata pria yang biasa disapa Sandi di atas mobil komando, Selasa (31/10/2017).
Puluhan ribu pasang telinga buruh yang mendengar penjelasan itu langsung disambut riuh tepuk tangan dan takbir. Sandi pun turun dan memasuki halaman balai kota menuju ruang kerjanya di lantai dua Blok G.
Salah satu perwakilan buruh yang berorasi mendoakan Gubernur dan Wakil Gubernur Anies Baswedan dan Sandi dapat memutuskan UMP sesuai kebutuhan hidup layak. Bukan sesuai PP 78/2015 yang digunakan pemerintah dan pengusaha di dalam Dewan Pengupahan.
"Kami akan terus berada di sini dan mengawal Gubernur serta Wakil Gubernur dalam mengambil keputusan," ungkapnya.
Sandiaga meminta agar para buruh menyiapkan langkah untuk berjuang bersama-sama dan tidak boleh terpecah belah demi menghadirkan sesuatu yang lebih baik dan diterima semua pihak. Sebab, kata dia, tidak mudah memimpin Jakarta selama lima tahun ke depan tanpa adanya persatuan.
"Doakan agar kita tetap amanah istiqomah. Banyak sekali tekanan. Tapi semoga kita bisa menghadirkan kebijakan yang lebih baik. Aspirasi akan kami terima dan pertimbangkan," kata pria yang biasa disapa Sandi di atas mobil komando, Selasa (31/10/2017).
Puluhan ribu pasang telinga buruh yang mendengar penjelasan itu langsung disambut riuh tepuk tangan dan takbir. Sandi pun turun dan memasuki halaman balai kota menuju ruang kerjanya di lantai dua Blok G.
Salah satu perwakilan buruh yang berorasi mendoakan Gubernur dan Wakil Gubernur Anies Baswedan dan Sandi dapat memutuskan UMP sesuai kebutuhan hidup layak. Bukan sesuai PP 78/2015 yang digunakan pemerintah dan pengusaha di dalam Dewan Pengupahan.
"Kami akan terus berada di sini dan mengawal Gubernur serta Wakil Gubernur dalam mengambil keputusan," ungkapnya.
(mhd)