Pembangunan Jalan Usai, Polda Klaim Kemacetan di DKI Berkurang 60%

Senin, 09 Oktober 2017 - 19:03 WIB
Pembangunan Jalan Usai,...
Pembangunan Jalan Usai, Polda Klaim Kemacetan di DKI Berkurang 60%
A A A
JAKARTA - Ditlantas Polda Metro Jaya menyatakan kemacetan di Jakarta akan berkurang sebanyak 60% bila sejumlah proyek pembangunan di Ibu Kota telah rampung. Saat ini akibat beberapa pembangunan durasi kemacetan di Jakarta bertambah selama 3 jam.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Halim Pagarra mengatakan, kemacetan yang terjadi saat ini hanya berlangsung sementara. Pasalnya, usai pembangunan kemacetan di Jakarta diperkirakan akan berkurang sebanyak 60%. "Yang dibangun saat ini bukan hanya penambahan ruas jalan. Tapi, pembangunan justru dilakukan untuk meningkatkan transportasi massal," kata Halim Pagarra pada wartawan Senin (9/10/2017).

Halim mencontohkan, seperti pembangunan di jalan Sudirman-Thamrin adalah untuk Mass Rapid Transit (MRT), pembangunan di Jalan Gatot Subroto untuk Light Rel Transit (LRT) dan peningkatan kualitas jalan seperti jalan layang Pancoran dan pembangunan underpass Mampang. "Memang pembangunannya serentak jadi sangat terasa imbasnya. Tapi kalau memang semuanya sudah selesai saya jamin kemacetan pasti berkurang sampai 60%," tegasnya.

Halim mengatakan, bersama Kapolda telah melakukan pemantauan proyek MRT di Bundaran HI, dalam pemantauan tersebut, pihaknya melihat pembangunan yang sudah hampir rampung. "Kemarin kita lalukan pemantauan beberapa proyek pembangunan, kita optimisme semuanya akan mengurangi kemacetan yang cukup signifikan," ucapnya.

Selain itu, Halim juga meminta kebijakan Electronic Road Pricing (ERP) segera dijalankan untuk menggantikan sistem ganjil-genap. Kebijakan ini juga bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kemacetan.

Terpisah mantan Ketua DTKJ yang juga Ketua FAKTA Azas Tigor Nainggolan mengatakan, salah satu pengentasan kemacetan yang paling utama adalah peningkatan kualitas angkutan massal di Jakarta. Sehingga, masyarakat Ibu Kota punya pilihan untuk menggunakan angkutan umum.
Namun, pihaknya memilih untuk peningkatan angkutan umum melalui pembayaran pajak kendaraan. Dia menjelaskan, kebijakan tersebut sebenarnya memang cukup ekstrem. Namun, bila pemerintah berani melaksanakan kebijakan tersebut maka bisa dipastikan masyarakat akan ikut mendukungnya.

Pasalnya, dengan adanya peningkatan kualitas kendaraan maka masyarakat juga akan beralih menggunakan kendaraan umum. "Kalau pemerintah berani mengambil kebijakan yang tidak populer itu, kami pastikan kemacetan akan berkurang," tegasnya.( Baca: Jalanan Makin Sempit, Durasi Kemacetan di Jakarta Bertambah 3 Jam )
(ysw,ars)
Berita Terkait
Deretan Kota-Kota di...
Deretan Kota-Kota di Indonesia dengan Tingkat Kemacetan Tertinggi
Makin Parah, Jakarta...
Makin Parah, Jakarta Tempati Peringkat Ketujuh Kota Termacet di Dunia
Kurangi Macet di Jakarta,...
Kurangi Macet di Jakarta, Heru Budi Akan Bahas Pembagian Jam Kerja Usai Lebaran
Potret Kemacetan Imbas...
Potret Kemacetan Imbas Penutupan Jalan Protokol
Kerugian Rp71,4 Triliun...
Kerugian Rp71,4 Triliun Akibat Macet Parah di 6 Kota
Jelang Jumatan, Mampang...
Jelang Jumatan, Mampang Prapatan Macet Parah
Berita Terkini
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, 27-28 Juni Gratis Naik Transum, Bebas Masuk Ancol dan Ragunan
53 menit yang lalu
Perindo Sulut Rampungkan...
Perindo Sulut Rampungkan Struktur Kecamatan, Bidik 3 Kursi DPRD
2 jam yang lalu
Pramono Perintahkan...
Pramono Perintahkan Investigasi Kasus Pemotongan Kabel Lift JPO Lenteng Agung
3 jam yang lalu
Selain Resmikan RSUD,...
Selain Resmikan RSUD, Prabowo Diagendakan Menghadiri Munas Hipmi di Lampung
4 jam yang lalu
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
5 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter di Atas Puncak
5 jam yang lalu
Infografis
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved