Cegah Radikalisme, DKI Libatkan Seniman dan Budayawan

Jum'at, 06 Oktober 2017 - 16:27 WIB
Cegah Radikalisme, DKI...
Cegah Radikalisme, DKI Libatkan Seniman dan Budayawan
A A A
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) DKI Jakarta menggelar dialog pencegahan terorisme. Bahkan, acara itu juga melibatkan tokoh seni, budayawan dan guru seni di DKI Jakarta.

Acara yang digelar di Hotel Golden, Jakarta ini dibuka langsung oleh Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT Andi Intang, dihadiri oleh H Ridwan Saidi, sejarahwan dan budayawan Jakarta sebagai narasumber utama.

Ridwan Saidi mengatakan, saat ini apresiasi pemerintah terhadap pemeliharaan situs-situs seni dan budaya asli milik Betawi di DKI Jakarta ini masih rendah. Karena masih terjadi penggusuran sejumlah situs bersejarah di DKI Jakarta.

"Dengan dipeliharanya objek-objek seni dan budaya asli milik warga Betawi, maka para pemuda DKI Jakarta dapat mempelajari nilai-nilai kasih sayang dan persatuan dari para leluhur kita, sehingga mereka lebih mencintai dan bangga terhadap bangsanya sendiri dan tidak akan terpengaruh pada iming-iming para teroris," kata Ridwan Saidi dalam rilis yang diterima wartawan, Jumat (6/10/2017).

Sementara Ketua FKPT DKI Jakarta Zainal Musappa menjelaskan, kegiatan ini bermaksud untuk membangkitkan semangat dan kesadaran dari para peserta, bahwa DKI Jakarta memiliki kekayaan seni dan budaya yang harus terus dikembangkan dan diberi ruang khusus yang lebih, pada ruang pendidikan siswa-siswa kita, sehingga dapat menjadi salah satu daya tangkal radikalisme.

Fikar W Eda, salah seorang seniman asal Aceh yang hadir juga memaparkan pengalamannya, pada bencana Tsunami 2004 di Aceh, yang memakan korban jiwa 200.000 orang lebih, justru ada keajaiban seni yang terjadi. Dimana 70.000 orang penduduk Pulau Simeuleu yang merupakan titik pusat gempa Aceh itu, justru dapat selamat dari gempa dan Tsunami tersebut.

"Karena sebelum bencana terjadi, para tokoh di Pulau Simeuleu kompak membawakan puisi khusus yang juga berfungsi sebagai early warning system, sehingga penduduk setempat pun dapat lebih dini dalam mengevakuasi diri melalui 'bahasa seni' yang sudah sangat mereka pahami tersebut," katanya.

Asisten Deputi Gubernur DKI Jakarta, Bidang Budaya dan Pariwisata Sumayadi mengapresiasi kegiatan ini untuk terus diadakan, dan siap untuk memfasilitasi para tokoh seni dan budaya untuk menyampaikan aspirasinya pada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memberikan perhatian khusus pada perlindungan dan pengembangan seni dan budaya di DKI Jakarta.
(mhd)
Berita Terkait
Membangun Indonesia...
Membangun Indonesia melalui Jalan Kebudayaan
Radikalisme Kuda Troya...
Radikalisme Kuda Troya Politik dan Agama
Bambang Soesatyo Ungkap...
Bambang Soesatyo Ungkap Isi Dua Buku yang Diluncurkan Hari Ini
Hari Buku Nasional,...
Hari Buku Nasional, Pengamat: Nasib Buku dari Dulu Sampai Sekarang Apes
Minat Membaca Masyarakat...
Minat Membaca Masyarakat Masih Rendah, Saatnya Dijadikan Budaya Mainstream
Selamatkan Buku, Harus...
Selamatkan Buku, Harus Ada Gerakan Bersama Masyarakat Membaca
Berita Terkini
Embung Kekinian di Jakarta,...
Embung Kekinian di Jakarta, Bukan Sekadar Tempat Menampung Air Hujan
1 jam yang lalu
Perbaikan Jalan Ambles...
Perbaikan Jalan Ambles di Lenteng Agung Telan Anggaran Rp380 Juta
1 jam yang lalu
Ingat! Besok Tidak Ada...
Ingat! Besok Tidak Ada CFD di Jalan Sudirman-Thamrin
2 jam yang lalu
Perbaikan Jalan Ambles...
Perbaikan Jalan Ambles di Lenteng Agung Bikin Macet, Kasudin SDA Jaksel Minta Maaf
3 jam yang lalu
Perbaikan Jalan Ambles...
Perbaikan Jalan Ambles di Lenteng Agung Dilanjutkan Malam Ini, Fokus Pemasangan Box Culvert
3 jam yang lalu
Iduladha 1447 H, Yayasan...
Iduladha 1447 H, Yayasan Amal Indonesia Distribusikan Daging Kurban ke 9.360 Penerima Manfaat
3 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved