Dinamika Pilgub Jabar Merugikan Masyarakat

Kamis, 05 Oktober 2017 - 23:01 WIB
Dinamika Pilgub Jabar...
Dinamika Pilgub Jabar Merugikan Masyarakat
A A A
BANDUNG - Konstelasi politik menjelang Pilgub Jabar 2018 yang berubah-ubah dinilai merugikan masyarakat. Karenanya, masyarakat wajib mengkritisi dinamika Pilgub Jabar 2018 itu.

Pakar politik dan pemerintahan dari Universitas Padjajaran Firman Manan mengatakan, dalam konteks kepentingan masyarakat, dinamika politik yang masih cair itu sangat merugikan. Sebab, masyarakat kehilangan banyak waktu untuk menggali informasi secara mendalam dan komprehensif terkait track record, kapasitas, maupun integritas calon pemimpinnya.

"Kondisi ini terjadi akibat tidak adanya mekanisme partai yang jelas dalam penentuan kandidat kepala daerah, termasuk banyaknya kepentingan dari elite partai," kata Firman saat dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis (5/10/2017).

Menurut Firman, banyaknya kepentingan yang mewarnai penentuan cagub/cawagub Jabar membuat penetapan cagub/cawagub yang akan diusung di Pilgub Jabar 2018 menjadi bertele-tele. Kondisi tersebut akan berbeda manakala parpol lebih mengedepankan ideologi dan kesamaan visi misi yang diusung oleh setiap kandidat kepala daerah.

"Faktor kepentingan saat ini menjadi lebih dominan, seperti siapa yang lebih potensial untuk menang dengan melihat elektabilitas. Jangan heran kalau penentuan kandidat dilakukan di injury time," jelasnya.

Firman mengakui, penentuan kandidat cagub/cawagub Jabar yang akan diusung parpol memang tidak mudah. Selain harus memenuhi syarat minimal kepemilikan kursi di DPRD Jabar, faktor untuk memasangkan cagub dan cawagub pun memakan waktu banyak.

"Meski begitu, kalau parpol punya mekanisme yang jelas, setidaknya konflik bisa terselesaikan dan potensi konflik yang besar dan bertele-tele pun bisa diminimalisir," katanya.

Firman menyatakan, masyarakat wajib mengkritisi dinamika politik yang telah menimbulkan ketidakpastian bagi masyarakat ini, setidaknya mendesak parpol untuk kembali mengacu kepada mekanisme partai dalam menentukan kandidat kepala daerah yang akan diusung.

"Publik harus bersuara mengkritisi mekanisme partai, segera membangun mekanisme yang demokratis, transparan, dan akuntabel," katanya.

Selain itu, masyarakat pun disarankan untuk mulai mencermati sosok-sosok kandidat cagub/cawagub Jabar yang saat ini sudah bermunculan. Sehingga, masyarakat memiliki banyak waktu untuk menilai track record, kapasitas, maupun integritas secara mendalam dan komprehensif calon pemimpinnya sebelum menjatuhkan pilihan.

"Sebaiknya masyarakat mulai mencermati sosok-sosok yang sudah muncul. Sekarang kan ada tiga sosok cagub yang muncul, ada Ridwan Kamil, Deddy Mizwar, dan Dedi Mulyadi. Mereka memang belum pasti, tapi saya kira kecenderungan (kandidat cagub Jabar) tidak akan jauh-jauh dari mereka," pungkasnya. (Baca juga: Irjen Pol Anton Charliyan Siap Maju Pilgub Jabar 2018 ).
(zik)
Berita Terkait
Alasan Anies Baswedan...
Alasan Anies Baswedan Tak Jadi Maju Pilkada Jawa Barat 2024
KPU dan Pemprov Jabar...
KPU dan Pemprov Jabar Sepakati Dana Pilgub 2024 Capai Rp1,104 Triliun
Nyoblos di Bandung,...
Nyoblos di Bandung, Ridwan Kamil Harap Pemimpin Jabar ke Depan Dapat Lanjutkan Prestasi
KPU Jabar Tetapkan 35.966.840...
KPU Jabar Tetapkan 35.966.840 Pemilih di Pilkada Jabar 2024
PDIP Incar Kursi Cawagub...
PDIP Incar Kursi Cawagub di Pilkada Jawa Barat
Diduga Kelelahan, 6...
Diduga Kelelahan, 6 Petugas Pilkada di Jawa Barat Meninggal
Berita Terkini
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
1 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
2 jam yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
8 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
9 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
9 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
9 jam yang lalu
Infografis
Kemenkes Imbau Masyarakat...
Kemenkes Imbau Masyarakat Waspada, Virus HMPV Merebak di China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved