BMKG Ingatkan Pemda di Jabodetabek Waspadai Cuaca Akhir Oktober
Kamis, 28 September 2017 - 12:34 WIB
BMKG Ingatkan Pemda di Jabodetabek Waspadai Cuaca Akhir Oktober
A
A
A
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika meminta agar seluruh pemerintah daerah di Jabodetabek mewaspadai musim penghujan akhir Oktober 2017 menandatang. Sebab, hujan diprediksi meningkat dengan durasi lebih banyak.
"Mungkin di awal curahnya dikit, tapi durasi yang dihasilkan cukup meningkat bisa sampai 2-3 jam per hari," tutur Kabag Humas BMKG Prabowo saat dihubungi KORAN SINDO pada Rabu, 27 September 2017 kemarin.
Prabowo memaparkan, hujan yang terjadi pada Rabu kemarin merupakan sebagian kecil dari hujan yang terjadi nanti. Di Jabodetabek curah hujan pada Rabu pagi berkisar dari 57 milimeter perhari hingga 97 milimiter per hari, dengan rincian terbesar di kawasan Cengkareng dan 57 di kawasan Tanjung Priok.
"Puncak tertingginya mungkin diprediksi Januari-Februari 2018 mendatang mencapai kisaran ratusan milimeter," tuturnya. Di waktu itu pula, Prabowo mengatakan hujan yang turun bisa mencapai seharian penuh dengan disertai petir.
Sementara terkait perubahan cuaca yang terjadi dalam dua pekan terakhir, Prabowo mengatakan hal itu merupakan hal wajar. Sebab pada September-Oktober merupakan sisa musim terakhir kemarau dan peralihan musim hujan.
Termasuk mengenai panas menyengat, Prabowo mengatakan hal ini dikarenakan intensitas kemarau mulai meninggi disusul dengan hujan yang datang. "Jadi bisa dikatakan durasi hujan masih sebentar. Tapi semakin hari, durasi akan semakin lama," tuturnya.
"Mungkin di awal curahnya dikit, tapi durasi yang dihasilkan cukup meningkat bisa sampai 2-3 jam per hari," tutur Kabag Humas BMKG Prabowo saat dihubungi KORAN SINDO pada Rabu, 27 September 2017 kemarin.
Prabowo memaparkan, hujan yang terjadi pada Rabu kemarin merupakan sebagian kecil dari hujan yang terjadi nanti. Di Jabodetabek curah hujan pada Rabu pagi berkisar dari 57 milimeter perhari hingga 97 milimiter per hari, dengan rincian terbesar di kawasan Cengkareng dan 57 di kawasan Tanjung Priok.
"Puncak tertingginya mungkin diprediksi Januari-Februari 2018 mendatang mencapai kisaran ratusan milimeter," tuturnya. Di waktu itu pula, Prabowo mengatakan hujan yang turun bisa mencapai seharian penuh dengan disertai petir.
Sementara terkait perubahan cuaca yang terjadi dalam dua pekan terakhir, Prabowo mengatakan hal itu merupakan hal wajar. Sebab pada September-Oktober merupakan sisa musim terakhir kemarau dan peralihan musim hujan.
Termasuk mengenai panas menyengat, Prabowo mengatakan hal ini dikarenakan intensitas kemarau mulai meninggi disusul dengan hujan yang datang. "Jadi bisa dikatakan durasi hujan masih sebentar. Tapi semakin hari, durasi akan semakin lama," tuturnya.
(whb)