Ribuan Santri MBS Prambanan Nobar Film G30S/PKI

Kamis, 28 September 2017 - 11:23 WIB
Ribuan Santri MBS Prambanan...
Ribuan Santri MBS Prambanan Nobar Film G30S/PKI
A A A
YOGYAKARTA - Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (MBS) di Dusun Marangan, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Sleman akan mengelar nonton bareng (nobar) pemutaran film pengkhianatan G30S/PKI, malam nanti. Tak hanya melibatkan santri dan pengurus pondok, masyarakat sekitar juga diajak menonton film ini.

"Kalau tidak hujan di halaman, tapi kalau hujan ya lokasinya nonton film di pindah ke aula gedung pondok," kata Didik Riyanto, Kepala Sekolah SMA PPM MBS Yogyakarta, Kamis (28/9/2017).

Pondok pesantren ini setiap hari Jumat libur. Sehingga, nonton bareng film yang berdurasi tiga jam itu tidak mengganggu proses belajar mengajar sekitar lebih dari 2.000 santri. Proses pelajar mengajar di pondok ini juga hingga waktu malam, kecuali hari libur.

Menurutnya, pemutaran film ini juga cukup efektif dalam mengenalkan pelajaran sejarah. Sebab, sebagian besar santri di pondok yang lebih banyak mengunakan bahasa Arab dan Inggris dalam percakapan ini belum pernah menonton film itu.

"Saya kira sebagian besar santri belum pernah melihat film G30S/PKI, saat kita tanya siapa yang pernah menonton, tidak ada yang pernah melihat," katanya.

Film sejarah ini sarat dengan adegan kekerasan. Begitu juga ada darah mengalir yang dipertontonkan dalam film ini. Namun, saat pemutaran film ini nanti beberapa agedan dipotong sehingga tidak membuat takut atau merinding bagi yang menonton.

"Yang nonton kan anak-anak santri, jadi adegan yang ngeri-ngeri dipotong. Kita yang dewasa saja ngeri juga lihat adegan kekerasan di film itu," jelasnya.

Nobar ini tak lepas dari keterlibatan pihak terkait, seperti dari Dandim Sleman, Koramil Prambanan, Kecamatan Prambanan, hingga masyarakat sekitar. Pihaknya menyediakan tempat sekaligus sebagai media pembelajaran bagi para santri untuk lebih mengenal sejarah.

"Ingat kata-kata Bung Karno, Jas Merah, jangan melupakan sejarah. Sejarah jangan hanya diingat saja, tapi diambil yang baik dalam kehidupan. Kalau yang buruk, cukup diketahui dan tidak melakukan tindakan serupa," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
6 Fakta Untung Syamsuri,...
6 Fakta Untung Syamsuri, Sosok Komando Operasional G30S yang Terlibat Pemberontakan PKI Madiun
Letkol Untung, Sosok...
Letkol Untung, Sosok Komandan Cakrabirawa yang Jadi Aktor G30S PKI
Riwayat Pendidikan DN...
Riwayat Pendidikan DN Aidit, Sejak Kecil Khatam Alquran, Dewasa Keranjingan Marxisme
Riwayat Pendidikan DN...
Riwayat Pendidikan DN Aidit, Khatam Alquran Sejak Kecil, Gandrung Marxisme Ketika Dewasa
Mengungkap 7 Sub Kesatuan...
Mengungkap 7 Sub Kesatuan Pasopati yang Bertugas Menculik Para Jenderal Hidup atau Mati
Siasat Pangkostrad Mayjen...
Siasat Pangkostrad Mayjen TNI Soeharto Habisi Gerakan 30 September 1965
Berita Terkini
Prabowo: Pemimpin Indonesia...
Prabowo: Pemimpin Indonesia Bukan Pemimpin yang Bodoh, Naif, ataupun Penakut
31 menit yang lalu
Kebakaran Landa TPA...
Kebakaran Landa TPA Cipayung Depok, 8 Unit Damkar Dikerahkan
8 jam yang lalu
Polda Papua: Mortir...
Polda Papua: Mortir Sisa PD II di Biak Meledak saat Digergaji 5 Orang
11 jam yang lalu
KM Nurul Salsa Tenggelam...
KM Nurul Salsa Tenggelam di Perairan Pulau Polassi Sulsel: 1 Meninggal dan 23 Hilang
12 jam yang lalu
Gus Salam, Calon Ketum...
Gus Salam, Calon Ketum PBNU yang Dukung Argentina Sejak 1986
12 jam yang lalu
Dilaporkan ke Polres...
Dilaporkan ke Polres Jaksel, Roy Suryo Langsung Pamerkan IPK 3,86
13 jam yang lalu
Infografis
7 Film Indonesia Terlaris,...
7 Film Indonesia Terlaris, Salah Satunya Film Jumbo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved