PT MRT Minta DKI Percepat Kepastian Lahan Kampung Bandan

Rabu, 27 September 2017 - 02:10 WIB
PT MRT Minta DKI Percepat...
PT MRT Minta DKI Percepat Kepastian Lahan Kampung Bandan
A A A
JAKARTA - PT Mass Rapid Transit (MRT) menunggu Pemprov DKI Jakarta membebaskan lahan di Kampung Bandan, Jakarta Utara sebelum melakukan kerja sama pembangunan Depo MRT Fase II (Bundaran HI- Kampung Bandan). Estimasi dana Rp22,5 triliun yang telah disetujui DPRD DKI Jakarta dinilai cukup meski kerja sama belum dilakukan.

Direktur PT MRT William Syahbandar mengatakan, dana Rp22,5 triliun yang telah disetujui DPRD DKI beberapa waktu lalu mencakup trase Bundaran HI-Kampung Bandan sejauh 8,4 kilometer. Termasuk pembangunan depo di Kampung Bandan.

Menurutnya, meski belum ada bentuk kerja sama pembangunan depo di Kampung Bandan, estimasi dana tersebut tidak akan berubah. "Kami masih fokus di lahan. Apakah Hak Pengunaan Lahan (HPL) tetap di PT Kereta Api Indonesia (KAI), atau diberikan ke Pemprov. Kami belum bicara kerja sama. Kalau memang tetap milik PT KAI, ya kita kerjasamanya bisnis to bisnis dengan PT KAI," kata William Syahbandar di Balai Kota DKI Jakarta pada Selasa, 26 September 2017 kemarin.

William menjelaskan, pendanaan Rp22,5 triliun itu sama dengan pendanaan MRT fase I yang komposisinya 49:51. Di mana 49% menjadi tanggung jawab Pemprov DKI dan 51% tanggung jawab pemerintah pusat. Saat ini, dana tersebut sedang diproses oleh JICA setelah disetujui oleh DPRD dan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, nantinya pemerintah akan mencicil pinjaman dana tersebut sesuai dengan komposisinya.

William berharap pinjaman dari bank Jepang tersebut cair pada awal tahun depan. Sehingga pihaknya dapat segera melakukan tender konstruksi dan pembangunan pun dapat berjalan pada akhir 2018.

Terkait proses konstruksi MRT Fase I (Lebak Bulus-Bundaran HI), lanjut William, sudah mencapai 80,15% atau naik dua persen dari bulan lalu yang hanya sekitar 78 persen. "Kita masih punya waktu tiga bulan, paling tidak kita akan ada di angka 90-91%. Target operasional kereta itu Maret 2019. Asian Games pasti enggak bisa beroperasi," ucapnya.

Kepala Bidang Perkretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Aditya Dwi Laksana menilai sulit rasanya Pemprov DKI mendapatkan HPL PT KAI yang notabenenya sama-sama pemerintah. Sebab, PT KAI merupakan BUMN yang harus menghasilkan keuntungan. Begitu juga dengan BUMD PT MRT, untuk itu, seharusnya PT MRT sudah melakukan percepatan kerja sama bisnis dengan PT KAI.

"Kalau berharap HPL bisa mundur target pelaksanaan, itu pun kalau diberikan. PT MRT segera bentuk perjanjian kerja sama sebelum dana pinjaman dicairkan. Jadi kalau ada perubahan tidak seperti fase I yang butuh dana tambahan di penghujung," ujarnya.
(whb)
Berita Terkait
Proyek MRT Fase 2A Tahun...
Proyek MRT Fase 2A Tahun Ini Ditargetkan Capai 23%
Begini Progres MRT Fase...
Begini Progres MRT Fase 2 pada Jalur Bundaran HI-Harmoni
Stasiun Thamrin Bakal...
Stasiun Thamrin Bakal Jadi Stasiun MRT Terpanjang, Begini Penampakannya
Pengerjaan MRT Fase...
Pengerjaan MRT Fase II, JPO Bank Indonesia Mulai Dibongkar
Didanai Korsel, DKI...
Didanai Korsel, DKI Bangun MRT Jakarta Fase IV Fatmawati-Kampung Rambutan
Skybridge MRT Lebak...
Skybridge MRT Lebak Bulus Ditargetkan Rampung November Ini
Berita Terkini
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
34 menit yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
52 menit yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalteng Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
1 jam yang lalu
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
7 jam yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
7 jam yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
8 jam yang lalu
Infografis
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved