Ridwan Kamil Persilakan Warga Bandung Nobar Film G30S PKI

Jum'at, 22 September 2017 - 14:49 WIB
Ridwan Kamil Persilakan...
Ridwan Kamil Persilakan Warga Bandung Nobar Film G30S PKI
A A A
BANDUNG - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mempersilakan warga Bandung untuk menonton tayangan film sejarah G30S PKI. Pemerintah Kota Bandung tidak melarang warganya untuk menonton tayangan tersebut.

"Saya tidak mengajak secara formal. Tapi saya mengizinkan kalau ada yang mau nobar film G30S PKI silakan saja di tempat masing-masing," kata Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, di Pendopo Kota Bandung, Jumat (22/9/2017).

Dia menyebutkan, Pemkot Bandung tidak melakukan kegiatan nobar (nonton bareng) film tersebut. Sebab, setiap tahun Pemkot Bandung memang tidak menyelenggarakan kegiatan tersebut.

"Sudah tradisi kan. Pemkot tidak ada nobar. Tapi, kalau ada yang mau nonton nobar silakan," ungkap dia.

Sementara itu, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat meminta unsur kekerasan yang terdapat dalam film G30S/PKI tidak ditampilkan terutama dalam tayangan televisi. Sebab, itu tidak sesuai dengan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).

Ketua KPID Jabar Dedeh Fardiah menyatakan bakal ikut memantau pemutaran film G30S/PKI yang ditayangkan stasiun televisi sesuai dengan kewenangan yang dimiliki.

"Kita akan memantau sesuai tupoksi (tugas pokok dan fungsi) kita," kata Dedeh di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (22/9/2017).

Menurut Dedeh, sesuai aturan penyiaran yang ada, televisi tidak diperbolehkan menampilkan unsur kekerasan, pornografi dalam isi siarannya. Bila dalam siarannya terdapat unsur-unsur tersebut, KPI berhak memberi sanksi kepada kepada stasiun TV yang menayangkannya.

"Kami akan mengacu pada itu (P3SPS). Dalam P3SPS tidak boleh ada darah, pembantaian. Kalau ada maka kami akan memberi sanksi seusai tupoksi. Tidak hanya pada film itu (G30S PKI) saja. Tapi semua (isi tayangan)," ujarnya.

Lebih jauh, dia juga mengimbau para orang tua untuk mendampingi anak-anaknya saat film tersebut ditayangkan oleh televisi. Apalagi bila film itu ditayangkan pada jam anak.

"Untuk antisipasi, masyarakat ikut mendampingi anaknya ketika akan menonton. Apalagi menyangkut sejarah," tandasnya.
(zik)
Berita Terkait
Mengungkap 7 Sub Kesatuan...
Mengungkap 7 Sub Kesatuan Pasopati yang Bertugas Menculik Para Jenderal Hidup atau Mati
Kisah Istri Perwira...
Kisah Istri Perwira Kostrad Mata-matai Markas PKI saat G30 September Meletus
Sedang Pandemi Corona,...
Sedang Pandemi Corona, Polri Tak Izinkan Nobar Film G30S/PKI
Mobil-Mobil Kuno yang...
Mobil-Mobil Kuno yang Dipakai dalam Kudeta Berdarah G30S/PKI
Harian Rakyat Edisi...
Harian Rakyat Edisi 2 Oktober 1965, Fadli Zon Ungkap Pemberontakan G30S/PKI
Fraksi PKS Sebut Film...
Fraksi PKS Sebut Film G30S Cara Bangsa Menolak Lupa Kekejaman PKI
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
6 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
8 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
8 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
8 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
8 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
9 jam yang lalu
Infografis
Diskon dan Pembebasan...
Diskon dan Pembebasan BBNKB untuk Warga Jakarta!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved