Pengguna Jalan Tol Keluhkan Mahalnya Tarif Ruas Bawen-Salatiga

Selasa, 19 September 2017 - 16:46 WIB
Pengguna Jalan Tol Keluhkan...
Pengguna Jalan Tol Keluhkan Mahalnya Tarif Ruas Bawen-Salatiga
A A A
SALATIGA - Sejumlah pengguna jalan tol Semarang-Solo seksi III Bawen-Semarang mengeluhkan mahalnya tarif jalan tol sepanjang 17,6 Km senilai Rp17.500 yang bakal diterapkan pada 22 September 2017. Mereka menilai, tarif tersebut memberatkan para pengguna jalan tol.

"Tarif Rp17.500 untuk jalan tol sepanjang 17,6 km bagi saya mahal. Kalau tarif tol Bawen - Salatiga dikisaran Rp10.000 masih bisa dimaklumi," kata Rahmanta (40), warga Teras, Boyolali saat ditemui di exit tol Tingkir, Salatiga, Selasa (19/9/2017).

Dia mengatakan, semestinya dalam menentukan besaran tarif jalan tol, pemerintah jangan memperhitungkan sisi bisnisnya saja. Namun juga harus memperhatikan aspirasi dan kemampuan masyarakat.

"Tidak semua pengguna jalan tol orang kaya. Ada juga yang berasal dari kalangan menengah ke bawah. Sebagian besar, pengguna jalan memilih lewat jalan tol atas dasar menghindari kesemrawutan di jalan utama. Semestinya sisi itu, juga menjadi pertimbangan pemerintah dalam menentukan besaran tarif jalan tol, khususnya Bawen-Salatiga," ucapnya.

Sementara itu, Staf Bidang Operasi dan Pengembangan BPJT Joko Santoso menyatakan, besaran tarif jalan tol Bawen-Salatiga ditetapkan berdasarkan berbagai pertimbangan.

Hal utama yang menjadi pertimbangan hingga akhirnya ditetapkan tarif senilai Rp17.500 untuk kendaraan golongan I yakni karena terdapat perubahan desain di beberapa titik.

"Dalam pelaksanaan pembangunan jalan ruas Bawen-Salatiga ada beberapa perubahan desain. Itu akibat adanya penambahan lingkup pekerjaan yang salah satu perubahan merupakan permintaan warga sekitar maupun instansi seperti relokasi utilitas hingga pembangunan bangunan perlintasan," terangnya.

Perubahan desain tersebut berimbas pada biaya investasi. Pelaksana proyek terpaksa harus menambah biaya investasi.

"Atas dasar adanya penambahan biaya investasi ini, kemudian PT TMJ (Trans Marga Jateng) mengusulkan besaran tarif Rp1.000 per km. Dan berdasarkan hasil evaluasi perhitungan investasi menghasilkan tarif tersebut," ujarnya.

Dia menjelaskan, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangn dalam melakukan penghitungan tarif tol. Antara lain kemampuan pengguna (ability to pay atau willingness to pay) serta beberapa hal lainnya.

Selain itu, juga didasarkan pada besar keuntungan biaya operasional kendaraan atau kerap disebut perbandingan biaya operasional kendaraan apabila dibandingkan antara penggunaan kendaraan di jalan tol serta jalan non tol (jalur reguler).

"Dan yang krusial lainnya adalah tentang pengembalian investasi badan usaha jalan tol (BUJT) yang telah dikeluarkan. Jadi, yang perlu dipahami bersama, dalam penentuan tarif tol tidak sekadar mengacu pada jarak. Tetapi juga berapa banyak investasi yang dikeluarkan pada setiap kilometernya," jelasnya.

Menurut dia, besaran tarif ruas Bawen-Salatiga masih di bawah tarif ruas Kertosono - Mojokerto yang ditetapkan senilai Rp1.160 per km. "Jadi tidak bernar jika tarif ruas Bawen-Salatiga termahal," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Mulai 26 Februari 2022,...
Mulai 26 Februari 2022, Tol Dalam Kota Mengalami Kenaikan Tarif
Tarif Tol Dalam Kota...
Tarif Tol Dalam Kota Jakarta Naik Mulai 22 September 2024
Beroperasi Juli, Begini...
Beroperasi Juli, Begini Progres Pembangunan Tol Dalam Kota Kelapa Gading - Pulo Gebang
12 Ruas Jalan Tol Akan...
12 Ruas Jalan Tol Akan Naik Tarif di 2022, Ini Daftarnya
Selama Ramadan, Penggunaan...
Selama Ramadan, Penggunaan Bahu Jalan Tol Dalam Kota Dimajukan Jadi Jam 17.00 WIB
Jadi Jalur VIP, Tarif...
Jadi Jalur VIP, Tarif Tol Dalam Kota Naik per 26 Februari
Berita Terkini
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
28 menit yang lalu
Gading Serpong Perkuat...
Gading Serpong Perkuat Posisi sebagai Koridor Komersial
1 jam yang lalu
Little Star Fun Run...
Little Star Fun Run di Surabaya, Ajang Lari Anak Tumbuhkan Kepercayaan Diri
4 jam yang lalu
Tiyo Ardianto Dilaporkan...
Tiyo Ardianto Dilaporkan ke Polres Tangsel, Pelapornya Pernah Ngaku-ngaku Punya Gunung Parung
4 jam yang lalu
Aliansi Masyarakat Jakarta...
Aliansi Masyarakat Jakarta Timur Minta Program MBG Dilanjutkan
5 jam yang lalu
Polisi Persilakan Tiyo...
Polisi Persilakan Tiyo Ardianto Bikin Laporan Dugaan Temuan Alat Pelacak di Mobil
5 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Gen Z Nepal...
7 Alasan Gen Z Nepal Turun ke Jalan, Paksa PM KP Sharma Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved