Pengelola Ragunan Akan Evaluasi Seluruh Pohon agar Tak Tumbang
Senin, 18 September 2017 - 17:05 WIB
Pengelola Ragunan Akan Evaluasi Seluruh Pohon agar Tak Tumbang
A
A
A
JAKARTA - Pengelola Taman Margasatwa Ragunan (TMR) menyebutkan, akan melakukan evaluasi pada semua pohon di TMR itu untuk menghindari peristiwa pohon tumbang kembali terjadi.
Kepala Humas TMR Wahyudi Bambang mengatakan, peristiwa tumbangnya pohon Flamboyan dan berimbas pada pengunjung TMR itu merupakan musibah. Adapun usia pohon itu masih tergolong produktif, sehat secara fisik, segar, dan hijau.
Namun begitu, lanjut dia, pengelola sudah membentuk tim yang terdiri dari bidang pertamanan TMR untuk menginvestigasi apa sebab pohon tersebut bisa tumbang. Peristiwa itu pun menjadi pelajaran bagi pengelola TMR untuk selalu mengawasi senua pohon di TMR, khususnya pohon Flamboyan yang memiliki kerawanan tumbang.
"Kami secara internal melakukan evaluasi semuanya. Ada tim yang membidangi masalah pertamanan," ujarnya saat dikonfirmasi SINDOnews, Senin (18/9/2017).
Dia menerangkan, secara berkala pengelola sejatinya selalu melakukan monitoring pada pohonan di TMR, merawat, memeriksa, dan memotong ranting pohon yang berpotensi rawan serta membahayakan pengunjung. Bahkan, pengelola pun tak segan memotong pohon bila dianggap sudah mati, tak produktif lagi atau bisa menimbulkan risiko bagi pengunjung.
"Monitoring itu kami lakukan pada tiap libur satwa, kami melakukan manajemen fauna dan floranya. Itu sudah protap kami menghindari kejadian seperti ini, sebagai antisipasi juga kami berikan warning sejak dini secara intens buat pengunjung. Bila ada angin kencang atau hujan misalnya, kami warning pengunjung yang ada di sekitar pohon, mengarahkan pengunjung untuk menghindari pohonan besar pula," katanya.
Kepala Humas TMR Wahyudi Bambang mengatakan, peristiwa tumbangnya pohon Flamboyan dan berimbas pada pengunjung TMR itu merupakan musibah. Adapun usia pohon itu masih tergolong produktif, sehat secara fisik, segar, dan hijau.
Namun begitu, lanjut dia, pengelola sudah membentuk tim yang terdiri dari bidang pertamanan TMR untuk menginvestigasi apa sebab pohon tersebut bisa tumbang. Peristiwa itu pun menjadi pelajaran bagi pengelola TMR untuk selalu mengawasi senua pohon di TMR, khususnya pohon Flamboyan yang memiliki kerawanan tumbang.
"Kami secara internal melakukan evaluasi semuanya. Ada tim yang membidangi masalah pertamanan," ujarnya saat dikonfirmasi SINDOnews, Senin (18/9/2017).
Dia menerangkan, secara berkala pengelola sejatinya selalu melakukan monitoring pada pohonan di TMR, merawat, memeriksa, dan memotong ranting pohon yang berpotensi rawan serta membahayakan pengunjung. Bahkan, pengelola pun tak segan memotong pohon bila dianggap sudah mati, tak produktif lagi atau bisa menimbulkan risiko bagi pengunjung.
"Monitoring itu kami lakukan pada tiap libur satwa, kami melakukan manajemen fauna dan floranya. Itu sudah protap kami menghindari kejadian seperti ini, sebagai antisipasi juga kami berikan warning sejak dini secara intens buat pengunjung. Bila ada angin kencang atau hujan misalnya, kami warning pengunjung yang ada di sekitar pohon, mengarahkan pengunjung untuk menghindari pohonan besar pula," katanya.
(whb)